Mata Dewa Sang Awan

Mata Dewa Sang Awan
tidak percaya


__ADS_3

Sun masih tak percaya akan kematian boss nya Han yg mati begitu saja ,Han yg merupakan pemimpin organisasi kabut merah yg selama ini terkenal cukup kuat dan sadis, mati begitu saja tampah ada perlawanan di tangan awan yg merupakan seorang anak yg belum genap berusia dua puluh tahun .


awan mulai berjalan kearah Sun yg masih terlihat tak percaya akan kenyataan itu



" k.. kamu.. kamu... apa yg ingin kamu lakukan , kenapa kamu menuju ke arahku " ucap Sun yg gemetaran melihat awan yg berjalan perlahan kearah nya



awan yg tak menghiraukan ucapan Sun, dan terus berjalan kearahnya,. mata awan tertuju tepat kebawah tempat Sun berada, sun yg melihat itupun semakin ketakutan dan mulai bertingkah aneh, dia memukulkan tangan nya sembari meninju tinju udara ibarat anak kecil ,awan pun mulai jongkok di samping Sun sembari mengulurkan tangan nya dan memungut sesuatu benda yg berada di sebelah sun berada



" akhirnya ketemu juga ,giok ini masih bisa digunakan, meskipun sedikit rusak, tapi masih bisa di perbaiki " ucap awan dengan nada pelan sembari mengusap sebuah batu giok yg iya berikan kepada Bara sebelumnya



mendapatkan dirinya masih hidup, Sun yg bertingkah seperti anak kecil itu mulai sedikit tenang dan menghentikan tingkah konyol nya itu



awan yg sudah menemukan giok yg iya cari ,kini mulai berdiri dan pergi meninggalkan Sun yg masih kaget setengah mati itu, setelah membersikan giok itu, awan melemparkan giok itu dan kembali memberikan nya ke pada Bara yg masih terduduk lesu di pinggiran arena ring

__ADS_1



" Bara, ayo kita pergi dari sini ,urusan kita disini sudah selesai " ucap awan kepada Bara



" b.. baiklah tuan muda" ucap bara dengan sopan



sebelum pergi, awan menjelaskan kepada semua orang yg hadir disitu, mulai saat ini, yg namanya organisasi kabut merah tidak ada lagi, dan dalam waktu satu Minggu, mereka harus segera membubarkan organisasi tersebut , jika dalam satu Minggu organisasi itu belum di bubarkan, awan berkata dan mengancam akan memusnahkan siapa saja yg masih terlibat di dalam organisasi itu.




di rumah Jeny ,tepatnya di ruang tamu



" t.. tuan muda, apakah pilihan tuan muda sudah tepat untuk tidak memusnahkan sisa sisa organisasi kabut merah yg ada, saya takut kedepannya mereka akan menjadi ancaman bagi kita " ucap Bara


__ADS_1


" kamu tenang saja, aku jelas tau akan hal itu, tapi untuk sekarang kita hanya cukup untuk membubarkan nya saja , aku sudah menekan kan kepada mereka untuk membubarkan organisasi itu , jika mereka masih bersikeras tidak melakukan nya, tentu saja aku sudah punya alasan yg jelas untuk memusnahkan mereka sekaligus " ucap awan menjelaskan



maksud awan sudah di mengerti oleh Bara , awan jelas tidak melakukan itu untuk sekarang karena tidak ingin terlihat arogan dan membantai secara membabi buta, tentu saja jika awan melakukan itu sekali jalan pada hari yg sama setelah kematian Han sebagai pimpinan , organisasi Hitam lain nya akan menargetkan Awan karena merasa terancam , awan tentu saja tidak ingin itu terjadi untuk saat ini


" betul yg tuan muda katakan, aku cukup malu karena tidak berpengetahuan, aku tidak menyangka hal seperti itu sudah ada di dalam pemikiran tuan muda" ucap bara sambil mengusap kepalanya


" yasudah, kamu pulang saja dulu, aku ingin segera istirahat, besok aku harus segera kembali ke kota, dan untukmu , kamu harus tetap menunggu di sini, tunggu setelah satu Minggu, baru kamu menyusul ku ke kota " ucap awan menjelaskan



" baiklah tuan muda, aku akan melakukan apapun yg kamu perintahkan " ucap bara dengan sopan



keesokan harinya,



,setelah berpamitan kepada ayah Jeny, Awan dan Jeny bersiap untuk segera kembali ke kota , dan sebelum pergi, awan tidak lupa memberikan perintah kepada Bara dan anak buah nya untuk melakukan tugas dan memantau keadaan untuk satu Minggu ke depan , setelah itu awan segera memutar mobilnya dan kembali ke kota bersama Jeny .


""""""

__ADS_1


"""""


__ADS_2