
" seharusnya di depan adalah jalan yg akan mereka lewati, menurut tuan muda Soni, pemuda itu akan melintasi jalan ini, kalian semua bersiaplah, dan ingat, jangan sampai mendekati wanita yg tuan muda Soni katakan sebelum dia datang " terdengar suara salah satu dari segerombolan orang yg baru turun dari mobil dan bersiap menyergap awan dan Jeny
" halo tuan muda, kami sudah mengikuti arahan yg tuan muda katakan, sekarang kami sudah bersiap mencegat orang yg tuan muda maksud, di perkirakan dari waktu yg tuan muda katakan, sekitar beberapa saat lagi mereka akan sampai dan melewati jln ini " tutur salah satu suara dari preman yg Soni minta untuk memberi awan pelajaran karena telah berani menyinggungnya itu
" bagus... bagus... kamu memang selalu bisa diandalkan bos Wang,tenang saja, kali ini bayaran mu akan aku lipat gandakan dari biasanya " Wang adalah preman lokal di daerah kota ini yg selalu membereskan dan melakukan hal kotor yg Soni perintahkan , meskipun pria yg bernama Wang ini hanya preman kecil, dia tidak segan segan menghabisi nyawa orng yg iya telah targetkan hanya demi uang , selain itu, Wang ini juga memiliki seorang yg cukup berpengaruh dan ditakuti di belakang nya , karena itu dia cukup merasa percaya diri
tak lama kemudian, awan dan Jeny mulai melewati sebuah jembatan yg menuju kearah pusat kota, jembatan yg awan lewati terbilang cukup sepi, tapi karena sudah terbiasa melewati jembatan ini sewaktu ikut mengantar barang antik sewaktu di tempat kerja mengunakan mobil, awan sudah tak merasa begitu heran , apa lagi awan tak akan mengira, perangkap yg Soni buat untuknya akan datang secepat ini
ketika awan mulai separuh jalan melintasi jembatan yg mereka lewati, tiba tiba awan merasa ada dua mobil yg mulai mengikutinya dari belakang, awalnya awan tak begitu peduli dan merasa ada hal yg aneh ketika dua mobil itu mengikutinya, awan hanya berpikir, mungkin itu hanya mobil yg kebetulan lewat dan berkemudi santai seperti yg dia lakukan, tapi lama kelamaan, awan merasa ada hal yg janggal, ketika awan mulai menambah laju kendaraan nya, kedua mobil yg berada di belakangnya juga ikut menambah kecepatan, dan ketika awan mengurangi laju mobil, kedua mobil itu juga melakukan hal yg sama
menyadari hal itu, awan sama sekali tak terlalu kuatir dan mulai menambah kecepatan yg tak bisa di ikuti oleh kedua mobil tersebut ,dengan kemampuannya saat ini, awan dengan yakin bisa mengatasi hal yg akan terjadi, awan tak ingin memberi tahu Jeny untuk sekarang, awan takut Jeny akan menjadi panik , dalam benak awan, dia merasa penasaran akan hal yg ingin dilakukan oleh orang orang mengikutinya tersebut , jadi awan hanya menambah kecepatan mobil dengan cukup kencang , ketika hampir sampai diujung jembatan, tiba tiba laju mobil awan terhenti , awan melihat sebuah truk yg melintang di badan jalan, yg tak memungkinkan bagi mereka untuk melewati jembatan tersebut.
__ADS_1
.........
" sayang,coba kamu lihat, diujung jalan sepertinya ada sebuah truk yg menghalangi jalan kita , aku menjadi sedikit takut , jangan jangan akan ada hal buruk yg akan menanti kita " ucap Jeny yg mulai gelisah menyadari sebuah truk yg sengaja di berhentikan di badan jalan itu
" kamu tenang saja, percayalah padaku, tak kan ada hal buruk yg akan terjadi pada kita " ucap awan yg mencoba membuat tenang Jeny yg begitu panik dan takut
sadar akan ada bahaya yg bisa menimpa jeny, awan berniat memutar balik mobilnya dan sebisa mungkin menghindari bahaya , tapi dalam seketika, dua mobil yg sebelumnya berada di belakang mereka dengan cepat sudah memblokir jalan, kedua mobil itu di parkir kan di badan jalan dengan rapi, Hinga awan pun tak mempunyai kesempatan untuk memutar lagi , kedua mobil itu menghidupkan lampu sorot yg begitu terang,Hinga membuat mata menjadi silau ketika melihatnya
dan tiba tiba, beberapa orang keluar dari mobil itu sambil memegang tongkat besi " tak aku sangka , hari ini kita akan mendapatkan tangkapan yg begitu besar, lihatlah mobil itu, kalau di jual di pasar gelap, harganya pasti cukup mahal " ucap seorang pria botak yg mengunakan kaos hitam dan celana jins pendek
mendengar apa yg di ucapkan para preman itu, awan menjadi paham akan situasinya,awan hanya tak menyangka, Soni akan segila ini hanya untuk mendapatkan wanita yg dia mau
dan tak lama kemudian, beberapa orang mulai berjalan menuju kearah awan dari ujung jalan dimana truk besar itu di parkir kan
__ADS_1
beberapa pria itu mulai mendekati awan, dan dari segerombolan orang yg berjumlah sepuluh orang itu, salah satu pria yg berbadan gemuk dan perut membuncit, dengan celana pendek dan baju kaos oblong yg berwana hitam , di tambah dengan riasan kalung emas yg sangat besar di lehernya muncul dari belakang sepuluh preman itu ,dan pria itu adalah Wang yg Soni hubungi , sambil menghidupkan rokok di mulutnya, dia maju memimpin preman yg lain berjalan di depan
" hhmm.. anggap saja ini hari sial mu, siapa suruh kamu berani memprovokasi orang yg seharusnya tak boleh kamu singgung, salahkan saja nasib mu yg begitu sial" ucap pria gemuk yg bernama Wang itu sambil berjalan semakin dekat kearah awan yg juga keluar dari mobil
Jeny yg begitu ketakutan hanya diminta menunggu di dalam mobil oleh awan , dan awan yg sudah keluar dari mobil hanya menunggu pria itu menghampiri
" apa yg kalian inginkan ? " ucap awan kepada si pria gemuk yg semakin dekat ke arah nya
" aku hanya ingin kamu menunggu, akan ada orang yg datang menemui mu ,dan nasib mu tergantung dari kata kata orang tersebut " jawab si pria gemuk sambil memperhatikan mobil Aston Martin One-77 yg akan menjadi miliknya itu setelah urusannya selesai
dan tak lama berselang, terlihat sebuah mobil yg melaju dengan kecepatan yg cukup tinggi mengarah kearah awan dan para preman itu dari belakang
__ADS_1
.........
......