Mata Dewa Sang Awan

Mata Dewa Sang Awan
ungkapan perasaan


__ADS_3

riiiiiing....riiiing...riiiing ,terdengar suara telepon berbunyi


" duuuuh.. siapa yg menelepon jam segini" keluh mbak Juni mendengar suara telepon nya berbunyi


" ada apa sayang, kenapa kamu berisik sekali, cepat lh angkat telepon mu itu,aku masih butuh istirahat " ucap laki laki yg ada di sebelah Juni yg hanya mengunakan celana pendek sambil memeluk bantal guling nya


"eeeh.. ternyata awan, apa dia sudah kembali ke kota " ucap mbak Juni dalam hati



" halo mbak, aku sudah menuju ke arah kota, di perkirakan aku akan sampai paling lambat sore ini, aku sengaja berangkat pagi pagi agar bisa sampai di kota sebelum malam" ucap awan melalui telepon nya



"iya .. iya. iya .. tapi apakah perlu kamu menelepon ku sepagi ini, tidak bisakah kamu menelepon disaat sudah memasuki kota saja " ucap mbak Juni yg terdengar sedikit kesal itu


" eeehh maaf mbak,aku tidak bermaksud mengganggumu di saat jam segini, baiklah tlpon nya aku sudahi dulu , dan jangan lupa mbak mandilah, tidak baik bergelut di saat pagi begini , apa mbak tidak takut ke dua anak mbak melihat nya " ucap awan meledek


" kamu.... aaah ya sudahlah , nanti malam kamu mampirlah ke rumah, ada hal yg ingin aku sampaikan kepadamu, sekalian kita makan malam bersama, suamiku juga ingin sekali bertemu dengan mu " ucap mbak Juni


"ok.. baik boss" ucap awan sambil mematikan tlpon nya


" oh iya Jeny, nanti malam kamu temani aku ya, aku ingin memperkenalkanmu pada seseorang " ucap awan sambil melirik ke arah Jeny yg duduk di sebelahnya



" hhmm ok, lagian nanti malam aku juga ada hal yg ingin di beli, aku ingin membeli sesuatu, kamu nanti temani aku ya setelah selesai dari urusanmu itu " sahut Jeny


" baik lah ratu ku, titah mu akan aku penuhi " jawab awan mulai menggombal Li Jeny


Jeny hanya tersipu malu melihat cara awan menggombal Li nya ,sembari tersenyum dia membuang mukanya kearah kaca jendela mobil


dari kaca jendela mobil, awan dapat melihat raut wajah Jeny yg memerah karena kegirangan itu, awan pun tersenyum dan mulai menambah kecepatan kendaraan nya


tidak seberapa lama, mereka sudah memasuki daerah padat pemukiman , terlihat di sepanjang jalan, banyak toko dan minimarket yg mereka lihat , jam pun sudah memasuki waktunya makan siang, mereka mulai memilih restoran yg akan mereka singgahi untuk mengisi perut, sekalian berhenti sejenak untuk menghilangkan lelah

__ADS_1



" sayang, coba kamu lihat lihat, tempat makan mana yg menurutmu cocok untuk kita singgahi nanti " sahut awan yg melirik kearah Jeny


" sayang .. sayang .. sayang..kamu belum mengutarakan isi hatimu padaku, jadi kamu belum boleh memanggilku dengan sebutan itu " ucap Jeny yg sedikit serius memandang ke arah jendela sembari melihat restoran yg ada di sepanjang jalan


" jadi maksudmu, jika aku sudah mengatakan isi hatiku, aku sudah boleh memanggilmu dengan sebutan kata sayang dan merangkul mu " ucap awan yg mulai pembicaraan nya yg sedikit serius


" ee.. ee..ee. kata katamu itu ya, untuk yg pertama tentu saja aku tidak keberatan, tapi untuk kata yg ke dua, apa kamu yakin aku menerima mu begitu saja " sahut Jeny yg ingin melihat seberapa serius perasaan Awan kepadanya



jadi maksud mu, jika aku mengutarakan isi hatiku, kamu belum tentu menerimaku, sayang sekali, padahal aku kira kita sudah begitu dekat dan sangat cocok, sepertinya aku mesti harus mencari wanita lain ketika sesampainya di kota " ucap awan yg membalikan kata kata dari Jeny


mendengar kata kata yg diucapkan awan, Jeny dengan reflek langsung memeluk awan dan bersandar di bahunya,


" dasar laki laki bodoh, kamu tidak begitu mengerti perasaan seorang wanita, aku sudah sedari dulu menantikan ucapan itu keluar dari mulutmu " ucap Jeny dengan suara pelan dan manja


" hee hee hee. aku hanya bercanda, di mata ku, kamu itu tak bisa di gantikan oleh wanita lain manapun" ucap awan sambil mengelus rambut Jeny yg lurus dan halus


awan pun mulai memarkirkan mobil sedan yg iya kendarai dan segera bersiap untuk turun bersama Jeny menuju sebuah restoran yg cukup besar


awan dan Jeny mulai memasuki restoran itu dan duduk di sebuah meja yg masih terlihat kosong ,setelah beberapa menit, awan pun memanggil pelayan restoran dan memesan beberapa makanan dan minuman


tak lama berselang, terlihat seorang pria gemuk yg datang memasuki restoran dengan di ikuti beberapa orang pengawal di belakang nya


pria gemuk itu mulai berjalan melewati meja yg di tempati awan dan Jeny , bisa terlihat pria gemuk yg mengunakan jas berwarna coklat itu selalu melirik kearah Jeny yg duduk di sebelah awan,. awan yg menyadari hal itu tak begitu peduli dan terus melanjutkan memesan pesanan nya kepada pelayan restoran yg masih berdiri samping meja yg mereka duduki



setelah selesai memesan makanan dan minuman, pria yg merupakan pelayan restoran tadi segera di panggil oleh si pria gemuk yg duduk tak jau dari meja yg di tempati awan dan Jeny , terlihat pria gemuk itu memberikan sesuatu kepada sang pelayan restoran, sang pelayan begitu enggan menerimanya, tapi karena merasa diancam, sang pelayan hanya bisa menuruti dan pergi meninggalkan pria gemuk itu , setelah si pelayan pergi, si pria gemuk terlihat begitu antusias dan selalu menatap ke arah Jeny yg duduk membelakanginya



awan yg sadar akan gerak gerik dari sang pria gemuk , kini mulai berkata

__ADS_1


" baru saja hal baik datang kedalam hidupku hari ini, tidak aku sangka, seekor babi bodoh secepat ini ingin merusaknya " ucap awan dengan nada yg pelan


mendengar hal itu, Jeny yg duduk di sebelahnya merasa heran mendengar apa yg awan katakan " apa maksud dari perkataan mu, hal baik apa, babi bodoh apa juga " ucap Jeny yg bingung dan tidak mengetahui hal apa yg akan terjadi dan menimpah nya jika awan tidak menyadari tindakan dan niat dari si pria gemuk itu padanya


" tidak apa apa, aku hanya merasa ada seekor babi yg ingin memakan daging angsa, tapi babi itu tidak sadar, bahwa angsa itu berada di dekat seekor macan " ucap awan yg tersenyum melihat Jeny yg begitu tambah penasaran akan kata kata dari awan


tak lama berselang, pelayan yg mengantarkan pesanan awan pun datang menyajikan hidangan yg mereka pesan , terlihat pelayan itu begitu gugup ketika meletakan minuman yg Jeny dan awan pesan


si pria gemuk terus memperhatikan pelayan dan memandang minuman yg di letakan si pelayan dengan wajah yg begitu senang, tidak tau hal apa yg membuat si pria gemuk begitu senang nya melihat minuman itu sudah sampai di meja awan dan Jeny


" haa haa haaa bos, nanti setelah bos selesai, kami harap bos bermurah hati memberikannya kepada kami, kami juga sangat ingin bermain main dengan wanita itu, kulitnya begitu halus dan putih, jarang jarang bisa menemukan wanita yg seperti ini " ucap seorang pengawal yg duduk di meja yg sama dengan si pria gemuk



" tenang saja, aku sudah bilang sebelumnya, kalian tidak akan rugi menggikutiku , tentu saja setelah aku selesai, aku akan memberikannya kepada kalian untuk di pakai " ucap si pria gemuk kepada para bawahannya itu



tak lama berselang, pelayan yg tadi mengantarkan pesanan awan dan Jeny , kini kembali melewati mereka, kali ini pelayan itu membawakan pesanan yg di pesan si pria gemuk dan para geng nya itu



awan memperhatikan gelas yg berisi minuman yg dia pesan dan kembali menatap gelas minuman yg di bawah sang pelayan, awan mengambil gelas yg ada di mejanya dan berdiri ,ketika awan berdiri, awan menyenggol sang pelayan dan berkata


" maaf, aku tidak melihatmu, aku ingin buru buru ke kamar mandi, jadi aku tidak memperhatikan bahwa kamu berada disitu " ucap awan dengan sopan


" tidak apa apa tuan, seharusnya sayalah yg meminta maaf kepada tuan, dan untung nya tuan tak kenapa Napa " sahut sang pelayan dengan raut wajah yg sedikit bersedih



awan dengan cepat kembali duduk, awan menukar gelas minuman yg dia pegang dengan yg ada di depan Jeny , Jeny yg tampah sadar dan asyik bermain hp, tampah lihat lihat meminum minuman yg seharusnya menjadi milik awan,


spontan setelah meminum minuman itu, Jeny merasa kaget dan terkejut


""""""

__ADS_1


"""""


__ADS_2