Mata Dewa Sang Awan

Mata Dewa Sang Awan
takdir


__ADS_3

hampir di sepanjang jalan awan terus berpikir dan memperhatikan jalanan,awan berharap dan berkata


aku mohon dompetku cepat di temukan,kalau tidak bagai mana aku harus melewatkan satu hari ini tampah makan,belom lagi Mbak Siska yang akan datang lagi nanti sore untuk menagih biaya sewa pungkas awan sambil berjalan


jarak antara tempat tinggal awan dan tempat kerja hanya berjarak 3km,karena sudah terbiasa berjalan kaki di kampung,dan juga bisa menghemat biaya,awan selalu perrgi kerja dengan jalan kaki setiap harinya.


awan teringat tempat terakhir kali dia mampir adalah di depan sebuah toko tempat dia berteduh bersama laki laki preman dari geng elang hitam itu,mengingat hal itu awan langsung bergegas lari kesana,dia melihat di jalanan begitu ramai,wajar saja hari ini hari Minggu,hari dimana kebanyakan orang berlibur dan menghabiskan waktunya di luar.


sesampainya di depan toko itu,awan mulai mencari di semua penjuru,setelah lelah mencari dan akhirnya menyerah juga,karena dompet yang dia cari tidak juga ketemu


awan mulai berpikir,hari Minggu begini bagaimana dia mau mengurus kartu kredit nya yang hilang,akhirnya dia berniat melaporkan dan membuat surat kehilangan ke kantor polisi agar di permuda besoknya membuat kartu credit yang baru


sebelum pergi dia duduk termenung untuk sekejap sambil menghilangkan lelah nya,ketika selesai dan beranjak dari tempat itu,awan mulai berjalan,di pertengahan jalan dia menoleh ke kiri dan kekanan dan sesekali menoleh ke bawa


ketika dia terus berjalan,langkah kaki nya terhenti untuk sejenak,wajahnya terlihat cukup ceria,hal apakah yang di lihat awan sampai membuat dia begitu


benar saja,dia melihat uang pecahan 100k di jalanan,dalam hati dia berkata,ternyata Tuhan masih membantuku sahut awan,dengan cepat dan tampah pikir laki awan memacu langkah kakinya untuk mengambil uang tersebut



setelah dia mengambil uang itu,dia bermaksud melanjutkan tujuan nya ke kantor polisi untuk membuat surat kehilangan



ketika sudah setengah jalan,awan melihat pedagang roti di sudut jalan,awan pun menghampiri dan membeli sebungkus roti dan satu botol air mineral

__ADS_1


setelah itu awan mulai menyantap roti itu dengan lahap,tapi sebelum roti itu habis dia makan,dia melihat sesosok nenek tua datang menghampirinya,nenek itu berpakaian kumu,baju dan rambutnya menggambarkan bahwa dia seorang pengemis


lalu nenek itu berkata ke pada awan


nak,boleh tidak nenek minta roti yang ada di tangan kamu itu,


lalu awan menjawab, maaf nek rotinya sudah mau habis,terus awan bergegas pergi dan meninggalkan nenek itu untuk berjalan ke depan,


nenek itu hanya tetap berdiri disitu dan melihat awan yang pergi meninggalkan nya,ketika dia juga hendak pergi,tiba tiba awan datang


awan membawakan 3 bungkus roti dan 2 botol air mineral untuk di berikan ke nenek itu


ternyata awan bukan nya mengacaukan nenek tua itu,ternyata dia pergi untuk membelikan nenek tua itu roti dan air,lalu memberikan nya ke pada si nenek


terimah kasih anak muda


ketika awan hendak pergi,si nenek memangil awan dan berkata,Heeei nak tunggu sebentar,


lalu awan berbalik muka den berkata,ada apa ya nek,apa ada yang bisa saya bantu ucap si awan dengan lembut


lalu si nenek berkata kepada awan,bisakah kamu menjaga barang barang ku ini disi untuk sebentar,lalu awan terheran dan berkata kepada si nenek,memang nenek hendak kemana,lalu si nenek berkata,aku mau pergi sebentar untuk menjenguk kerabatku yang tidak jau dari sini


lalu awan pun bersedia untuk membantu si nenek untuk menjaga barang bawaan nya itu,


setelah sinenek pergi,awan mulai penasaran apa yang ada di dalam kain yang di tinggalkan si nenek itu

__ADS_1


tapi dia mengurungkan niat nya lagi,karena tidak bagus melihat atw mengambil hal yang bukan miliknya


setelah 20 menit berlalu,awan mulai bosan menunggu si nenek,lalu dia mulai ketiduran di bangku tempat dia duduk sekarang sambil memegang barang titipan si nenek


tak berselang beberapa lama,awan mulai mendengar ada suara yang memangil,


nak bangun naaak ucap suara itu,ternyata ya memanggil adalah si nenek


awan lekas bangun dan berkata,sudah selesai urusan nya nek,pungkas awan


lalu nenek berkata,maaf ya nak kalau membuat kamu menunggu cukup lama,ucap si nenek kepada awan


lalu awan menjawab,tidak apa apa kok nek,lagian saya juga punya banyak waktu luang hari ini


sambil tersenyum si nenek mengambil sesuatu di dalam sakunya,lalu si nenek memberikan itu ke pada awan dan berkata


nenek tidak punya benda berharga untuk di berikan untukmu,tapi nenek punya sesuatu untuk membalas kebaikanmu itu,kata si nenek sambil memegang tangan awan dan memberikan sesuatu ke genggaman nya.


awan hanya heran dan tidak mau menolak pemberian si nenek karena takut membuat si nenek berpikir merendahkan pemberiannya dan membuat si nenek berkecil hati


akhirnya awan menerima dan menyimpan pemberian si nenek di saku celananya Tampa memeriksa hal apa kah itu lalu berlekas pergi melanjutkan tujuannya



dari jau si nenek terus menatap kepergian awan dan akhirnya nenek itu menghilang

__ADS_1


__ADS_2