Mata Dewa Sang Awan

Mata Dewa Sang Awan
pertarungan antara dewa


__ADS_3

"aku tanya sekali lagi, apakah kamu ada hubungannya dengan kehancuran sekte bangau hijauku " ucap seorang tetua yg mengunakan jubah berwarna hijau itu kepada Soka


Soka yg awalnya terlihat humoris, kini tampak sedikit ragu di dalam matanya, hal itu terlihat dari tatapan nya yg beberapa kali menoleh kearah Sera yg berdiri di samping awan


"hu..kalau sudah seperti ini tak kan ada jln lain lagi, aku hanya bisa mengunakan barang pemberian guru, padahal awalnya aku kira hal seperti ini masih bisa kami hadapi dengan mudah, tak di sangka, ternyata di balik layar masih ada induk serangga yg memimpin " ucap Sera yg masih terlihat santai dan berdiri maju kearah segerombolan orang yg mengunakan pakaian jubah hijau itu


" lancang... kamu kira aku tak bisa melihat basis kultivasimu masih sedikit di bawahku , begitu beraninya kamu berkata seperti itu kepadaku " ucap tetua yg bertanya kepada Soka tersebut


" anak muda, aku tau bahwa diusia mu yg masih begitu muda, kamu sudah bisa mencapai kultivasi yg begitu tinggi membuat dirimu lupa akan satu hal, tapi sebagai manusia kamu juga harus tau, di atas langit pasti masih ada langit , jadi aku sarankan kamu hanya perlu membiarkan teman wanita mu itu menjawab pertanyaan dari tetua situ dengan jujur " ucap seorang tetua lain yg maju angkat bicara


melihat situasi yg begitu rumit, awan tak begitu paham apa yg sedang terjadi, awan tentunya tak mengingat apa yg telah terjadi sewaktu dia pingsan oleh racun yg di sebabkan dua kembar yin dan yang itu , jadi awan hanya diam dan memperhatikan, sesekali awan melihat mengunakan mata Dewa nya,awan melihat aliran Ci yg begitu besar yg ada di dalam tubuh tetua berjubah hijau itu, dan awan mulai membandingkan aliran Ci milik Sera , dan ternyata aliran Ci mereka hampir setara, dan andaikan terjadi pertarungan, awan jelas paham betul yg akan kalah adalah pihak mereka, pihak musuh lebih unggul dalam jumlah.


" jadi maksudmu, kalau dia berkata bahwa dia tak ada sangkut pautnya dalam hal yg menimpah sekte yg kamu bilang,kamu bersedia melepaskannya " ucap Sera mencoba memperjelas


" tentu saja tidak, aku sudah menyelidiki di setiap tempat di puing puing sudut reruntuhan , jelas jelas sisa aura dari wanita itu yg tertinggal di tempat itu, dan aku juga mengunakan jurus khusus terhadap mayat yg aku temukan, bahwa wanita itu beserta rekannya lh yg telah memporak-porandakan sekte itu" ucap tetua yg bernama situ itu dengan lantang


" terus kalau hal seperti itu sudah pasti, kenapa kalian masih mempertanyakan hal yg tak berguna seperti itu" ucap Sera dengan berani


"awalnya aku masih berbaik hati untuk melepaskan kalian, dan aku berencana menggangkatmu sebagai murid pribadiku,dan aku tak akan mempersoalkan masalah kalian yg menghancurkan cabang sekte ku, tapi melihat sikap kalian yg begitu angkuh, aku merubah niat ku" ucap tetua yg bernama situ itu


" gadis kecil, segeralah meminta maaf kepada tetua situ, aku berjanji akan memintanya meringankan hukuman untukmu, aku sangat tertarik untuk merekrut temanmu itu sebagai murid" ucap seorang tetua yg cukup tertarik melihat bakat yg Soka miliki


..........


.di suatu tempat di perguruan petir langit .


" plaacc... "sebuah giok berwarna kuning yg tergantung di pinggang istri dari pemimpin perguruan petir langit pecah .


" bahaya seperti apa yg kedua gadis itu alami hingga memecahkan giok yg aku berikan kepada mereka " ucap si nyonya sekte yg sebelumnya memberikan Sera tiga buah giok yg berbeda sebelum pergi meninggalkan Sera dan Soka


" yahito" sebut si nyonya sekte dengan pelan, dan tiba tiba seorang pria dengan penutup mulut di wajahnya tiba dalam sekejap. pria ini bernama yahito ,yahito merupakan salah satu murid langsung dari istri pemimpin Clan


" yahito, aku ingin kau pergi ke suatu tempat, dan bawa juga serta sasino , aku lihat beberapa hari ini dia sedikit merasa bosan berada didalam di sekte "


"baik guru" sahut yahito sambil mengirimkan telepati kepada sasino .

__ADS_1


yahito menunggu di pintu gerbang sekte setelah mendapatkan perintah dari gurunya ,dan bersiap pergi menuju ke tempat Sera dan Soka mengunakan kertas mantra tingkat tinggi ,dan tak lama kemudian sasino tiba dalam sekejap


"akhirnya ada misi juga,aku sedikit bosan belakangan ini" ucap sasino yg merasa lega bisa keluar untuk bermain


"kenapa aku harus membawa bocah ini, seharusnya aku meminta guru untuk menunjuk rekan yg lain saja tadi" ucap yahito dengan suara pelan, keluhan yahito bukan Tampa alasan, yahito tau jelas sikap sasino yg gampang pemarah dan pembosan.meskipun kultivasi nya bisa di bilang cukup tinggi, tapi mereka sering kali beda pendapat ,meskipun begitu sasino cukup bisa diandalkan dalam segi kekuatan


di tempat kediaman Erwin


"apakah menurutmu aku bersedia menjadi murid mu ,bagiku kamu tak layak untuk ku panggil dengan sebutan guru " ucap Soka dengan lantang


"dasar lancang, apa kamu tau betapa banyak orng yg bersujud kepadaku untuk menjadikan aku guru mereka " terdengar suara marah dari tetua berjubah hijau yg telah merubah cara bicaranya yg sopan menjadi ancaman kepada Soka


"sudahlah pak tua Sha , kita hanya perlu membuatnya bertekuk lutut dan memohon ampun, agar dia tau bahwa pilihannya itu salah " ucap salah satu tetua yg sedari tadi tak bersuara itu


melihat akan adanya pertarungan yg tak akan terelakan lagi, para kultivator yg berada di kediaman Erwin hanya bisa melihat tampa berani bertindak, mereka sangat jelas bahwa pertarungan ini tak akan bisa mereka ikut ambil bagian walaupun ingin, dengan basis kultivasi mereka saat ini ,Erwin yg merupakan tuan rumah hanya bisa pasrah akan efek dari pertarungan yg akan membuat provertinya hancur entah berapa banyak nantinya.


sebelum pertarungan itu pecah, tiba tiba Johan maju dan memperkenalkan diri kepada tetua berjubah hijau itu


" salam senior, saya bernama Johan, saya merupakan murid sekaligus cucu dari pemimpin Clan naga merah di laut barat, saya harap senior bisa melepaskan kedua gadis ini atas nama kakek saya" ucap Johan yg berharap nama besar kakeknya di laut barat bisa di gunakan untuk membantu melepaskan Soka dan Sera


Johan yg tak terimah dengan hinaan itu setelah memberitahu indentitasnya dan mengatas namakan kakeknya yg cukup di segani di laut barat menjadi gelap mata, Johan mencoba menyerang, Johan mulai mencabut pedang dari punggungnya


" jangan salahkan aku yg tak bisa menoleransi perkataan anda, anda bisa menghina diriku, tapi tidak untuk sekte dan kakek ku" ucap Johan yg terlihat murka oleh perkataan salah satu tetua berjubah hijau itu


Johan lantas mengeluarkan pedang yg berada di punggung nya , hal itu membuat para kultivator yg diundang oleh Erwin menjadi bersemangat, mereka akhirnya dapat menyaksikan kehebatan pedang warisan dari Clan naga merah yg terkenal sangat hebat itu di laut barat. ketika pedang yg di bungkus sarung itu di keluarkan, terlihat dampak dari aura nya yg mencekam, pedang yg berukuran panjang sekitar satu meter, dengan mata pisau yg terbuat dari perak murni,dan terdapat ukiran naga di gagang pegangan nya menambah daya tarik tersendiri kepada siapa saja yg melihatnya


" tak aku sangka diusia mu yg begitu muda, tua Bangka itu bersedia menyerahkan pusaka tingkat raja yg telah menemaninya sepanjang hidup itu kepadamu, tapi kamu perlu tau, aku perna beberapa kali berhadapan dengan kakek mu yg mengunakan senjata itu sewaktu masa kejayaan nya, apakah menurutmu aku akan merasa gentar saat berhadapan denganmu saat ini " ucap tetua yg bernama Masha itu kepada Johan


tampah menghiraukan perkataan dari tetua yg di juluki sha itu, Johan yg terlanjur mencabut pedangnya tak lagi mendengarkan perkataan mereka dan mulai mengarahkan mata pedang nya kepada parah tetua itu, dengan cepat salah satu murid dari ketiga tetua itu menghadang serangan Johan yg hendak menuju kerah mereka bertiga


" Ciiih.. jangan harap bisa melangkah maju lagi sebelum mengalahkan ku " ucap seorang murid dari ketiga tetua berjubah hijau itu menghadang serangan pedang dari Johan mengunakan tombak nya


serangan demi serangan terus terjadi, dengan bakat yg cukup baik, di tambah pusaka tingkat raja, akhirnya Johan mampu mengalahkan salah satu murid dari ketiga tetua itu dengan susah payah, dan karena lawan yg dihadapi Johan cukup tangguh Johan kehabisan tenaga karena terlalu banyak menghabiskan Ki ,meskipun akhirnya menang, Johan sudah tak akan sanggup lagi kalau berhadapan dengan murid lain yg setara dengan lawan yg telah iya kalahkan susah paya itu


" guru,.. biarkan aku maju dan memenggal kepala pemuda itu " ucap salah satu murid dari ketiga tetua yg lain dengan tegas

__ADS_1


" jangan dulu, bagaimanapun bocah itu adalah cucu dari pemimpin sekte Clan naga merah dan merupakan calon pemimpin masa depannya , walaupun aku tak takut akan balasan tua Bangka itu, tapi aku tak akan bisa tenang untuk waktu yg cukup lama kalau kita membunuh nya saat ini " ucap tetua sha menghalangi



tetua yg bernama Masha itu maju dan menendang Johan yg sudah kelelahan hingga terpental dan memuntahkan dara segar dari mulutnya, ketika tubuh Johan hendak membentur tembok, Sera dengan sigap membantunya dan memapah Johan ke area yg cukup jau dari sana, Soka segera memanggil beberapa bawahan Erwin dan segera memintanya untuk merawat luka Johan



sedangkan untuk Sera, Sera yg sudah yakin bala bantuan tiba dalam waktu yg dekat setelah mematahkan giok dari gurunya itu secara diam diam, kini mulai berinisiatif untuk menyerang, Sera dengan gerakan kilat melaju pesat kearah ketiga tetua itu, melihat pergerakan dari Sera, para murid yg ikut serta menemani ketiga tetua itu tak hanya diam, beberapa murid dari para tetua itu maju bersamaan untuk menghentikan Sera, hal hasil , dengan perbedaan tingkatan yg cukup jau,Sera dengan mudah merobohkan beberapa murid dari tetua itu dengan cepat ,sekitar lima orang dari murid yg mendampingi ketiga tetua itu terkapar di tanah dengan jeritan yg berbeda beda.


melihat hal itu, murid yg lain nya mencoba maju secara bersamaan ,dan ketika mereka ingin menyerang kearah Sera, Soka dengan sigap berdiri di samping Sera dan berniat bertarung bersama


Soka mulai mencabut pedang nya dan di ikuti oleh Sera , mereka berdua terlihat cukup tenang meskipun di hadapkan dengan musuh yg begitu banyak ,tak terlihat sedikitpun rasa takut di mata kedua wanita itu.


meskipun mereka berdua kalah jumlah, serangan yg mengarah kepada kedua wanita itu tak dapat mengoyakan pertahanan yg telah mereka bangun, terlihat kemampuan kedua wanita ini sangat tangguh. melihat serangan yg dilancarkan parah bawahannya tak kunjung dapat menyentuh kedua wanita itu. seorang tetua yg bernama situ mencoba ikut membantu , alhasil Soka dan Sera sedikit kesulitan menahan serangan dari belasan orng tersebut, ketika Soka terlihat sedikit lengah ,tetua yg bernama situ itu melancarkan jurus yg hampir membuat Soka terkena serangan nya, dengan sigap Sera memblokir serangan diam diam dari tetua yg bernama situ itu mengunakan pedang nya


" tak aku sangka, ternyata senjatamu itu senjata pusaka kelas tinggi, pantas saja tak ada satupun serangan dari murid murid ku yg mampu melukaimu " sahut tetua bernama situ itu sambil memperhatikan pedang yg berada di tangan Sera


" bagaimana kalau pusaka itu kamu serahkan kepadaku, dengan begitu, aku bisa memastikan akan membiarkanmu mati dengan tubuh yg utuh" ucap tetua itu menambahkan


"ciii.... dasar kakek tua bau tanah" ucap Soka yg membalas ucapan tetua itu


melihat Sera dan Soka tak kunjung merasa tertekan, tetua yg bernama situ itu kini mulai mengunakan sebuah jurus yg cukup dahsyat ,tetua itu mengeluarkan aura chi yg berasal dari tubuhnya, aura chi itu membentuk sebuah pedang yg besar dan panjang, dan ketika jurus itu diarahkan kepada kedua wanita itu, Sera dan Soka juga mengeluarkan sebuah jurus yg cukup kuat, Sera memanggil sebuah roh spirit hewan yg berbentuk burung gagak , dan Soka mengeluarkan jurus pertahanan untuk memblokir serangan dari pedang tersebut , hal hasil serangan dari tetua itu berhasil di hadang, dan dengan sigap ,Sera melancarkan serangan yg mengarah kearah tetua itu, ketika tetua itu hampir terkena serangan mematikan dari Sera ,salah satu dari tetua yg bernama Masha memblokir serangan tersebut sebelum sempat mengenai tetua situ itu


" tak aku sangka, bahkan tetua situ hampir dibuat celaka oleh kedua wanita muda ini, pantas saja para murid dan tetua dari cabang kita tak ada yg bertahan hidup melawan kedua iblis kecil ini" ucap tetua yg bernama sha itu


tetua yg bernama Masha itu meminta seorang tetua yg belum di sebutkan namanya itu ikut membantu, mereka bertiga berniat menyerang secara bersamaan, dan meminta semua murid yg tersisa untuk membangun sebuah Aray untuk menjebak Soka dan Sera secara bersamaan.tetua yg bernama sha itu tak ingin berlama lama lagi dan ingin secepatnya mengakhiri pertarungan ini, dia merasa kedua wanita yg berada di depannya itu cukup kuat, salah salah karena lengah, bisa bisa nyawa salah satu dari mereka bisa hilang tampah disadari



dan ketika para murid yg tersisa dari ketiga bawahan tetua itu selesai membuat Aray , mereka bertiga mulai maju bersamaan untuk menyerang Soka dan Sera


namun tiba tiba gerakan mereka terhentikan oleh sebuah suara yg begitu keras dari kejauhuan .


..............

__ADS_1


.........


__ADS_2