
tempat di ke Diaman Erwin
" tuan muda,orng yg kamu undang sudah pada berkumpul di ruang tamu,begitu juga dengan guruku" sahut bison berkata ke pada Erwin
" bagus,layani mereka dengan sebaik mungkin,sebentar lagi aku akan menemui mereka" jawab Erwin
" baik tuan muda" ucap bison.
di ruang tamu, di kediaman Erwin
" sudah hampir lima menit aku menunggu,kenapa tuan rumah ini belum juga menunjukan batang hidungnya, apa mereka tidak menghargai kedatangan ku" sahut salah satu dari lima orng yg hadir
" sabar dulu,apakah kamu merasa kediaman Jiang ini memperlakukan mu dengan sangat buruk,sehingga kamu tidak sabar menunggu hingga lima menit saja" balas salah satu tamu yg juga hadir disitu
" haa haa ,benar apa yg di katakan pak tua song,anak muda zaman sekarang tidak bisa menunggu untuk waktu yg sedikit lama" tambah seorang lagi bersuara
tak lama kemudian bison dan Erwin pun datang menemui para tamu yg telah berkumpul di dalam
" maaf tuan" semua,maaf karena telah membuat anda semua menunggu cukup lama " jawab Erwin
" melihat kedatangan Erwin ,para tamu yg hadir hanya diam , ada yg sibuk sendiri membersikan senjata yg dia bawa,ada juga yg sibuk menikmati kopi dan minuman lain yg di sajikan"
benar saja,mereka sama sekali tidak memandang Erwin, mereka semua hanya sedikit segan karena Erwin merupakan penerus langsung keluarga Jiang ,
dan mereka pun bersedia hadir karena kakek Erwin yg merekomendasikan mereka,dan meminta mereka untuk membantu Erwin
" melihat hal itu,Erwin hanya berkerut kening melihat sikap para tamu yg hadir "
" sudah" , mari ku perkenalkan diriku dulu, namaku sibata,aku berasal dari perguruan matahari di pinggir kota C," jawab salah seorang yg mencoba memulai pembicaraan
" aku sino, aku berasal dari perguruan kolam naga,aku datang kesini menggantikan guruku yg tidak bisa hadir karena masih melakukan pelatihan tertutup
" aku senji, dari perguruan laut biru, biasanya orng" memanggilku pak tua Ji ,"
" kalua aku biasa di panggil si pedang merah, aku berasal dari perguruan pedang suci dari timur " sahut pak tua yg bernama song
" kalau aku ,kamu juga pasti sudah tau kan tuan muda Erwin ,aku berasal dari clean kuno Zihan , dan untuk nama, biasanya orng" memanggilku mata elang ," sahut guru bison
__ADS_1
" dari tadi senior tak bersuara, dan aku pun tidak bisa mendeteksi kultivasi senior meskipun sudah mencoba nya beberapa kali, ternyata senior adalah orng besar di dunia persilatan ini" jawab Sino yg berasal dari perguruan kolam naga
" kamu tidak perlu begitu formal begitu, aku dan gurumu sudah saling kenal sejak lama" jawab pak tua yg memiliki julukan mata elang itu
" haa haa baiklah senior" jawab Sino dengan tegas
untuk tingkatan kultivasi ,mereka tidak ada yg memberitahukan nya ke pada Erwin
namun selain si laki" tua yg di juluki mata elang yg merupakan guru dari bison, yg kemampuan nya tidak perlu di pertanyakan lagi,Erwin cukup kagum dengan para tamu lain yg hadir.
Erwin tidak menyangka, kakeknya dengan mudah memanggil para pembela diri yg tingkatan kultivasi nya cukup tinggi itu dengan mudahnya .
Erwin pun mulai mengutarakan niat nya mengundang kepada semua tamu yg hadir
" saya berniat mengikuti pertarungan yg akan diadakan kurang lebih tiga bulan lagi,saya berniat meminta para senior yg terhormat ini mewakili grup saya sebagai petarung"
" keuntungan seperti apa yg akan kami dapatkan,seandainya kami membantu mu" tutur senji yg berasal dari perguruan laut biru,
" tentu saja, selain sumber daya untuk kultivasi, masih ada imbalan yg menarik lainya," jawab Erwin dengan cepat
"sumber daya seperti apa yg bisa kamu sediakan untuk kami" sambung sibata yg dari perguruan matahari
" Erwin pun meminta pelayannya membawakan sebuah kotak yg sudah di siap kan oleh nya dan kakeknya, kakek Erwin jelas paham sekali, untuk para pembela diri yg melakukan pelatihan seperti mereka,
" inilah imbalan yg akan ku berikan kepada kalian," sahut Erwin sambil melihatkan isi kotak yg berisi puluhan batu spirit dan pusaka lainya seperti ginseng yg berusia ratusan tahun,dan pragamen pengumpul energi,"
melihat imbalan yg cukup menarik,tentu saja para pembela diri ini sedikit tertarik,apalagi mereka bisa menemukan lawan yg bisa di jadikan sebagai batu loncatan ,agar nama mereka bisa bergemang di kota yg Meraka datangi saat ini
melihat para pembela diri yg hadir menunjukan rasa ketertarikan ,Erwin segera menyuruh lagi pelayan nya membawa sebuah kotak yg lain
" segera bawakan barang yg itu" perintah Erwin kepada pelayan nya yg berdiri di samping
pelayan pun membawakan sebuah kotak kecil yg terbuat dari kayu jati itu ke hadapan Erwin
" ini adalah sebuah teratai yg di temukan oleh kakek ku beberapa saat yg lalu,teratai ini bernama teratai awan salju, teratai ini bisa membantu seorang pembela diri yg berada di tingkatan Jin akhir untuk segera menerobos ke tingkat selanjutnya" sahut Erwin dengan percaya diri
melihat teratai awan salju yg begitu langkah dan begitu berharga, para petarung yg hadir semangkin berhasrat untuk mendapatkannya ,
__ADS_1
" tapi teratai awan salju ini cuma ada satu,bagaimana cara kamu membaginya" tanya sibata dari perguruan matahari
" haaa haaa , tentu saja teratai ini hanya ada satu disini, tapi belum tentu tidak ada di tempat lain kan " seringai Erwin dengan keras,
" jadi maksudmu , kamu masih mempunyai teratai awan salju ini" spontan senji menjawab
" tentu saja, kalau tidak mana mungkin aku berkata demikian " jawab Erwin dengan santai
beberapa hari yg lalu, keluarga Jiang yg di pimpin langsung oleh kakek Erwin ,berhasil menemukan lokasi tumbuhnya teratai awan salju di daerah kutub Utara tampah sengaja.
para tamu yg hadir tentu saja tau akan kashiat teratai awan salju tersebut seperti apa, dan mereka sepakat membantu Erwin untuk memenangkan perebutan hak wilayah pembangunan kontruksi villa tersebut
di sini lain , di kediaman keluarga awan
awan terlihat sangat fokus untuk mempelajari jurus" yg ada di dalam buku yg di berikan ibunya itu
dengan cepat ,awan sudah menguasai beberapa jurus yg ada, dengan di bantu ibunya yg membimbing ,dan juga adanya mata dewa nya,
satu demi satu, setiap jurus yg di pelajari, awan semakin mahir untuk mempraktekan nya .
ibunya sangat kagum dengan cara pemahaman yg telah awan perlihatkan itu, ibunya merasa bahwa awan lebih bertalenta di bandingkan sewaktu dia muda dulu
" sayang nya,andaikan kamu langsung di didik oleh kakek mu nak,mungkin kamu sudah menjadi salah satu yg terhebat di perguruan petir langit itu" kata ibu awan dalam hati
waktu demi waktu telah di lalui,awan pun mulai paham cara mempraktekan jurus" yg ada dengan sendirinya,
besok adalah hari di mana awan dan Jeny sepakat untuk kembali ke kota bersama sama
awan pun berniat menghubungi Jeny, tapi ketika melihat ponsel nya, awan teringat akan nomor yg tak di kenal itu dan berniat menelpon nya dulu sebelum menelpon Jeny
" tuut ... tuutt tuutt ,,, . terdengar suara tlpon tersambung ".
"""""
__ADS_1
""""""