
" dengan rasa kesal, awan menuju ke arah Anso , kalau kamu ingin bermain main, baik , aku temani kamu bermain sampai puas" sahut awan dalam hati
ketika Jeny yg baru saja selesai dari dapur, Jeny tidak melihat keberadaan awan dan sang ayah, Jeny pun berinisiatif mencari di luar rumah, Jeny pun meletakan minuman yg baru saja dia buat di atas meja, dan berjalan ke luar rumah
Jeny melihat ayahnya dan awan sedang di kerumuni begitu banyak orng, Jeny pun bergegas menghampiri sambil berlari kecil
ketika Jeny tiba, Jeny melihat Anso yg berada di situ, Jeny pun langsung menanyakan niat Anso yg pastinya tidak baik itu
" ada masalah apa hingga kamu datang kesini haa Anso , tanya Jeny dengan sedikit tak suka"
" eeh Jeny, aku hanya ingin meminta teman laki" mu ini memindahkan mobilnya, aku tak berniat yg lain kok " jawab Anso yg begitu melihat Jeny dengan suara yg lembut ,seperti suara babi yg ingin minta kawin
" apakah kamu rindu denganku, sehingga kamu kembali ke sini, tapi kenapa kamu tidak memberi tahuku kalau kamu sudah kembali" sahut Anso yg berharap
Jeny pun hanya diam, dia sama sekali tak menghiraukan omongan Anso itu
" ini bagaimana caraku memindahkan mobil ini, ban nya tiba" saja kempes semua" tanya awan kepada Anso
__ADS_1
melihat umpan yg dia lempar di terkam ikan, Anso segera memulai aksi nya yg berniat untuk memberi awan pelajaran karena telah berani mendekati Jeny
Anso memang sengaja berniat membuat awan marah,dengan cara mengempeskan ban mobilnya, dengan begitu, Anso memiliki Dali dan alasan untuk memberi awan pelajaran
" dari maksud omongan mu, kamu menuduh aku yg melakukan hal itu" jawab Anso dengan suara yg nyaring
" aku tak bermaksud menuduh siapa pun di sini, tapi kenapa kamu merasa, apa jangan" ini adalah ulah mu dan komplottan mu, yg ingin mencari perkara denganku " jawab awan dengan sigap
" jadi benar, kamu menuduhku yg melakukannya" jawab Anso dengan nada yg cukup tinggi kepada awan sekali lagi
awan berniat menyelesaikan masalah ini dengan cara baku hantam, karena hanya dengan cara ini yg bisa dengan cepat menyelesaikan masalah, dan awan juga berniat memberi Anso dan rekan rekannya pelajaran karena telah membuat ban mobilnya kempes "
tapi tentu saja ayah Jeny tak bersedia meninggalkan tempat tersebut, takut awan kenapa Napa , apalagi orng yg di bawa oleh Anso cukup lah banyak
melihat awan yg cukup yakin, Jeny pun meyakinkan ayahnya, bahwa awan bisa menghadapi masalah ini,
lalu ayah Jeny pun bersedia meninggalkan tempat tersebut, dan berniat melihat dari luar jendela rumah saja
merasa akan menang, Anso berniat membuat awan babak belur di depan Jeny, agar Jeny tak lagi mencari laki" lain selain dirinya ,
" heeii bocah ingusan, awalnya aku sudah berbaik hati menyuruhmu memindahkan mobil mu itu, tapi karena kamu tak bersedia, dan mengacuhkan niat baikku, jangan salahkan aku bersikap kejam" sahut Anso dengan percaya diri yg tinggi
__ADS_1
" aku tau niat baik mu itu, mangka dari itu aku akan membalas dengan niat yg sama, agar di kemudian hari aku tak perlu berhutang Budi kepadamu " jawab awan dengan santai
" baiklah, jangan salahkan aku jika kamu bernasib buruk hari ini" tambah Anso
Anso pun menyuruh bawahan nya untuk memberi awan pelajaran
" kalian bertujuh , patahkan kaki bocah itu, terus telanjangin dia, agar dia tau apa akibatnya kalau berurusan dengan ku" sahut Anso dengan percaya diri
anak buah Anso yg mendengar hal itu langsung mengeluarkan pemukul yg terbuat dari besi yg memang sudah mereka persiapkan dari awal
" kalau melawan mereka menggunakan chi, berarti latihan ku selama ini sia" saja,
bagaimana pun aku harus mempraktekan jurus yg ku pelajari dari ibu tersebut hanya dengan mengandalkan kekuatan fisik, pas sekali ini lah saat nya aku mencoba, mereka bisa menjadi Sasak tinju hidup bagiku " tutur awan berkata dalam hati
salah satu dari ke tujuh orng tersebut dengan cepat berlari ke arah awan sambil memegang pemukul yg terbuat dari besi tersebut
"""""
"""""
__ADS_1