
di daerah pegunungan di dalam Clan petir langit
terlihat pemimpin Clan petir langit saat ini lagi duduk membelakangi seseorang pemuda yg baru saja datang menghampirinya
" hhmm.... bagaimana, apa yg telah kamu dapatkan selama mengikuti wanita tua itu"
" lapor pemimpin sekte, turun gunung nya nyonya kali ini , nyonya telah membinasakan sebuah keluarga yg cukup besar di dalam kota, dan nyonya juga menghapus keberadaan sebuah sekte kecil di luar bagian utara kota "
"hhmmm.... temperamen wanita tua itu masih buruk seperti dulu, lantas siapa yg dia temui di saat berada di kota "
" yg saya lihat, nyonya bersama kedua bawahan nya hanya menemui seorang pemuda , dan untuk identitas pemuda itu saya kurang begitu jelas, dan di saat nyonya memutuskan perjalanan kembali menuju Clan, nyonya meninggalkan kedua bawahan nya itu kepada pemuda itu"
dengan pertanyaan dari sang pemimpin sekte, si laki laki hanya bisa menyampaikan apa yg dia lihat tampah melewatkan sedikitpun hal yg dia ketahui, tapi tentu saja, hal yg penting seperti identitas dari awan tak sampai bocor kepada sang pemimpin Clan saat ini, si bawahan banyak melewatkan hal hal yg begitu besar di karenakan tak berani begitu dekat di sekitar istri pemimpinya itu , dan percakapan awan dan neneknya tak bisa di dengar oleh si bawahan pria tua ini dengan jelas, dan untuk saat ini, pemimpin Clan hanya mengira ,laki laki yg di maksud oleh bawahan nya itu adalah laki laki biasa yg meminta perlindungan kepada istrinya .
__ADS_1
.........
di bagian lain di dalam kota
" t... tuan muda, apa tingkatan kultivasi anda saat ini, kenapa samar samar aku merasa tingkatan tuan muda seperti tak beraturan begitu" Soka yg begitu cepat mengakrabkan diri kepada awan mencoba menanyakan tingkatan kultivasi awan yg tiba tiba seperti tak beraturan setelah jiwa dan titik maridan nya belum sepenuh nya lancar dibuka paksa oleh nenek nya
" untuk jawaban dari pertanyaan mu saat ini, aku juga tak begitu yakin , aku masih berasa berada di tingkat Jin , tapi aku cukup merasa yakin , aku sanggup untuk mengalahkan tingkatan yg lebih tinggi dariku dengan begitu muda, bahkan jika lawan nya itu melebihi tiga orang secara bersamaan "
terlihat sebuah villa yg begitu megah dari luar, luas vila ini seluas tiga lapangan sepak bola dunia, taman yg di tumbuhi rumput yg hijau, perkara gan yg begitu luas dan di dekorasi seperti istana , terlihat penjaga gerbang nya saja begitu profesional
sesampainya awan di pintu gerbang, awan di sambut oleh asisten pribadi Erwin yaitu bison
__ADS_1
" perkenalkan tuan muda, saya bison, sebelumnya sayalah yg menelpon tuan itu, mari silakan parkir kan mobilnya di pojok sana ,dan saya akan memandu tuan awan untuk bertemu boss saya yaitu tuan Erwin "
setelah memarkirkan mobil nya, awan beserta Soka dan Sera segera melangkah menuju pintu utama, tapi sebelum sempat memasuki ruangan dalam, Sera dan Soka di cegat oleh salah satu penjaga pintu
" maaf nyonya muda, disini tak di perbolehkan membawa senjata, harap nyonya muda bisa menitipkannya di tempat yg telah kami sediakan " salah satu pengawal yg bertugas meminta Soka dan Sera untuk menitipkan pedang yg ada di pinggang dan pundak mereka ,tentu saja Sera dan Soka merasa hal ini begitu aneh bagi nya.
"kenapa aku harus menitipkan senjataku kepadamu" Soka yg sedikit lebih agresip di banding Sera tak terima harus menitipkan pedang pendeknya itu kepada orng lain, baginya, pedang pendek yg berada di pinggangnya itu sangat berharga, pedang pendek itu telah menemaninya dalam waktu cukup lama
" maaf nyonya, saya hanya menjalankan tugas saya" penjaga pintu tak berani mengabaikan perintah yg telah diberikan kepadanya tampah ada perintah dari atasannya , bison yg baru berjalan dan sampai di depan pintu utama mendapatkan hal itu dan segera memberi tau sang penjaga untuk membiarkan kedua gadis itu masuk membawa senjatanya, bagaimanapun, bison adalah tangan kanan dari Erwin , perintah dan kata katanya cukup berpengaruh di sini
" haa.. haa.. maafkan bawahan saya tuan, saya lupa menyampaikan bahwa anda adalah tamu penting boss kita, jadi harap di maklumi tindakan dari pengawal ini"
"haa haa... tidak masalah" awan dan kedua wanita itu kini memasuki kedalam kediaman tuan Erwin dengan panduan bison yg berada di depan, terlihat ruangan yg berada didalam sangatlah Legan dan berkelas. mulai dari lukisan yg menghiasi dinding, dan juga prosselin giok yg berbentuk patung kuda yg cukup besar di pintu masuk , bagaimanapun di lihat, kediaman ini terlihat sangat menakjubkan
"silakan tua muda, boss Erwin sudah menunggu anda di ruang tamu " sambil berjalan menuju ruangan di bagian dalam, bison mempersilakan awan menuju sebuah ruangan yg terdapat di bagian tengah villa , terlihat Erwin dan beberapa laki laki sedang asyik duduk dan bercerita di sana , Erwin yg menyadari kedatangan awan, mempersilakan Awan duduk di salah satu kursi yg masih kosong . sikap dari Erwin itu mengundang perhatian yg kurang baik bagi awan Dimata orang orang yg juga hadir di sana .
__ADS_1