
setelah melanjutkan perjalanan yg cukup jauh,perjalanan menuju provinsi H tinggal kurang lebih dua jam lagi,
" sebentar lagi kita akan memasuki provinsi H,apakah kamu berniat singgah ke tempat kediaman ku dulu" tanya Jeny ke pada awan
" hhmmm... sepertinya tidak dulu,setelah melewati provinsi H, perjalanan menuju provinsi B masih cukup jauh,aku takut tak sempat sampai siang hari kalau harus singgah ke kediaman mu,apalagi harus ngobrol sama calon mertua,takutnya nanti bisa lupa waktu" jawab awan sambil menggoda Jeny
mendengar hal itu Jeny merasa malu,wajah nya memerah,tapi di dalam hatinya dia sangat gembira sekali
tak lama berselang, akhirnya mereka memasuki provinsi H,
awan memutar mobilnya dan mengantar Jeny sampai di depan pintu gerbang rumah,
rumah Jeny cukup mewah untuk sekelas rumah yg ada di desa,perkarangan nya cukup luas, dengan di tanami bunga bunga yg indah
sebelum turun dari mobil,Jeny dan awan saling bertukaran nomor tlpon ,mereka berniat setelah selesai mengurus urusan masing masing,mereka berencana kembali ke kota bersama sama
" awan,coba kamu lihat di sebelah sana,"pinta Jeny
" tak ada yg "
sebelum selesai melanjutkan pembicaraan nya,awan kaget karena Jeny mencium pipinya
ketika dia ingin menoleh ,Jeny segera turun dari mobil , awan pun hanya tersenyum sambil melihat Jeny dari belakang .
awan pun kembali memutar mobil sedan yg dia kendarai untuk meninggalkan provinsi H ,dan segera melanjutkan perjalanannya untuk menuju kampung halamannya,
ketika di perjalanan,awan berniat mampir dulu di sebuah pusat perbelanjaan untuk membelikan hadiah kepada ke dua orng tuanya,dan tentu juga untuk adiknya yg tersayang
awan melihat sebuah pusat perbelanjaan,lalu segera mencari tempat untuk memarkirkan mobilnya saat ini
setelah selesai memarkirkan mobil,awan pun mulai memutari tempat tersebut,awan berniat untuk mencari hadiah untuk ibunya dulu
awan melihat toko baju,dan awan segera memasuki toko tersebut,
sesampainya di dalam,awan memesan beberapa set pakaian dan juga beberapa sepatu untuk ibunya
setelah selesai memilih hadiah untuk sang ibu,awan berniat mencari perlengkapan pancing untuk sang ayah,karena awan tau,ayahnya sangat hobi memancing,
awan melihat sebuah toko pancing yg cukup lengkap,awan pun masuk ke dalam dan membeli satu set perlengkapan pancing yg paling bagus
" nahh hadiah untuk ayah dan ibu sudah ku beli,skrng tinggal giliran punya reka yg belum"
reka adalah adik laki laki awan satu satunya,reka berusia 16 THN, awan dan reka sangat dekat,
awan berniat membelikan reka sebuah sepeda motor, karena awan tahu,mereka hanya memiliki satu sepeda motor,yaitu milik ayah nya.
" pasti senang ni bocah ingusan klw ku belikan motor" sahut awan di dalam hati sambil membayangkan ekpresi adik laki lakinya itu ketika dia tau bahwa dia akan mempunyai motor sendiri.
awan pun segera kembali ke mobilnya sambil membawa begitu banyak hadiah untuk ayah dan ibunya
awan berniat singgah di sebuah dealer motor yg tak begitu jauh dari kampungnya,agar motor yg di pesan bisa lekas sampai dan tak perlu memakan waktu yg lama
di sepanjang perjalanan awan melirik ke kanan dan ke kiri,sambil melihat dan mencari dealer yg lumayan besar untuk membeli motor sang adik
tak berselang lama,awan melihat dealer yg cukup besar ,awan pun segera singgah untuk memilih motor yg akan di berikan untuk sang adik
awan pun bergegas turun dari mobilnya dan segera memasuki dealer tersebut
__ADS_1
ketika awan baru saja memasuki dealer itu,awan mendengar ada yg memangil namanya dengan akrap
" hai,bukankah ini teman baikku awan" sahut pria yg berjalan menuju ke arah awan
" hai Dino,sudah beberapa tahun tidak bertemu,kamu kelihatan tak jauh berbeda" sahut awan sambil melangkah mendekati sahabatnya itu
"Dino adalah salah satu sobat Karip awan sewaktu di kampung,mereka telah saling kenal saat masih di bangku SMP hingga lulus SMA "
" sedang apa kamu disini ,bukankah kamu sekarang berkerja di kota?" tanya Dino
" aku hendak kembali ke rumah,aku mendapatkan cuti dari tempat kerjaku untuk beberapa hari, dan berniat menghabiskan waktu bersama keluarga ku" jawab awan sambil tersenyum
" kalau di lihat dari penampilanmu,sepertinya kamu sudah sukses ya di kota" puji Dino dengan rasa kagum melihat penampilan awan yg begitu rapi
" aah sama saja,aku di kota berkerja di sebuah toko barang antik,belum lama ini baru diangkat jadi karyawan tetap" jawab awan merendah
" kamu dari dulu hingga sekarang tetap sama,selalu rendah hati,karena itulh aku sangat senang bisa berteman denganmu" puji Dino kepada awan
" kamu disini dengan siapa" tanya awan kepada Dino
" aku disini diajak oleh Alex dan pacarnya,apa kamu tau, dealer ini adalah milik keluarga Alex, dan dia berniat memberikan sebuah pekerjaan untukku dsini " sambung Dino menjelaskan
Alex juga merupakan teman semasa sekolah awan di kampung, awan dan Alex tak begitu dekat karena mempunyai sifat yg sangat berlawanan,
" Alex sangat sombong dan selalu memandang rendah orng yg lebih miskin darinya, tetapi Alex sangat memandang tinggi orng yg lebih berkuasa, dan dari itu lh yg membuat Alex dan awan tak begitu dekat karena status sosial yg berbeda"
tak lama berselang Alex dan pacarnya datang menemui Dino ,
" hey , bukan kah kamu awan" tanya Alex
Alex mulai memperhatikan penampilan awan,dia melirik awan dari ujung kaki sampai ke ujung kepala,lalu dia bertanya
" melihat apa yg kamu kenakan,sepertinya kamu sudah menjadi seseorang yg sukses ya skrng" tanya Alex dengan rasa kagum
" hee hee, aku hanya karyawan biasa saja " jawab awan sambil memegang kepala
tapi tentu saja Alex yg sangat teliti, dan mengagumi kalangan orng kaya itu tidak begitu saja percaya,
apalagi melihat dari fashion awan yg begitu bermerek dan Alex pun tau harga nya tidaklah murah
melihat awan yg sudah berubah deraktis itu membuat Alex sangat cepat berubah sikap,
dia mulai menunjukan rasa ketertarikan untuk bergaul dengan awan, lalu Alex pun menanyai maksudnya datang ke dealer keluarga nya itu
" kamu disini hendak membeli motor kah" tanya Alex Tampa basa basi
" iya ,aku hendak membelikan adik ku sebuah motor"jawab awan dengan sedikit canggung mendengar Alex yg langsung menanyakan niat ke datangan nya
untuk memastikan apakah awan benar benar sudah menjadi orng yg kaya,Alex langsung menunjuk sebuah motor yg harga nya cukup tinggi dan menawarkan nya ke awan
" kamu lihat ,ini adalah motor sport keluaran terbaru,
harganya cuma 150jt saja, aku rasa jika kamu membelikan ini untuk adikmu itu,dia pasti sangat senang" tutur Alex menjelaskan
mengerti akan niat Alex yg hendak berniat merendahkan awan, Dino pun segera datang menghampiri dan berkata
" menurutku kamu tidak perlu membeli motor yg ini untuk adik mu" kamu cukup membelikan dia motor yg biasa saja" terdengar suara Dino yg datang memotong pembicaraan Alex
__ADS_1
" jadi menurutmu, apakah awan tidak sanggup membeli motor ini untuk adik nya,apakah kamu tidak tau ,bahwa awan sudah menjadi orng kaya sekarang" sambung Alex berkata ke pada Dino, bermaksud meremehkan awan karena penampilan nya yg dia nilai tidak mungkin sanggup membeli fashion dengan harga selangit itu ,dan bermaksud membongkar kedoknya
awan pun sadar akan maksud baik Dino ,dan dia juga mengerti akan maksud Alex yg menyudutkan nya
" tidak apa apa Din" jawab awan sambil tersenyum
lalu awan pun bertanya kepada Dino " kamu kesini mengunakan apa"
" aku kesini ikut mengunakan mobil Alex ,kamu pun tau,bahwa kendaraan ku juga tidak ada" jawab Dino sedikit malu
" Dino dan awan teman satu nasib, mereka sama sama terlahir dari kalangan bawah,"
lalu awan bergegas meninggalkan mereka berdua,awan menuju ke kasir dan menyelesaikan pembayaran motor sport tersebut,
tapi kali ini awan memesan dua unit,satu untuk adik laki lakinya, dan yg satu lagi untuk Dino ,
lalu awan pun kembali menuju ke arah Alex dan Dino
" aku tau, kamu datang kesini dan ingin melamar pekerjaan sebagai sopir pengantar pesanan, kamu masih tau jelas alamat rumahku kan"
dengan heran Dino hanya mengangguk tampah tau maksud akan niat awan
" disini ada dua warna,adik laki laki ku paling suka dengan warna hijau, dan tentu saja aku masih ingat warna biru vaporitmu , jadi satu turunkan di rumahku,satu lagi untukmu" tutur awan sambil menepuk pundak Dino "
mendengar hal itu Dino dan Alex sedikit bingung dan merasa tidak percaya,lalu Alex pun segera munuju kasir tempat pengurusan pembayaran untuk memastikan kata kata awan tersebut
ketika kasir menjelaskan bahwa awan membayar tunai ke dua kendaraan tersebut, Alex pun hanya terdiam, di dalam hati nya, dia tidak percaya bahwa awan sanggup mengeluarkan uang yg cukup banyak yg seharga mobil nya saat ini ,dan dia berpesan ke pada si kasir,yg harus mengantarkan motor tersebut haruslah Dino ,
yg artinya mengisyaratkan Dino harus berkerja di tempat Alex saat ini
setelah selesai memberi tau Dino ,awan pun segera pergi menuju mobil sedan nya,
melihat awan yg masuk ke dalam mobil sedan itu, Alex dan Dino hanya melongo ,
dengan raut wajah yg sedikit tidak senang, Alex menyerahkan selembaran kertas yg berisi pengantaran dua unit motor itu ke pada Dino
ketika Dino menerima kertas itu, Dino sangat terkejut ,Dino melihat alamat yg di tuju ialah alamat rumah awan dan juga rumah nya,ternyata apa yg di katakan awan itu benar adanya,
melihat ekpresi yg di keluarkan Alex dan Dino , yg begitu terkejut melihatnya mengendarai mobil sedan tersebut ,
awan mulai berpikir ,andaikan yg dia bawah pulang dan dia kendarai nya saat ini adalah mobil Aston Martin One-77 miliknya yg seharga puluhan miliar , mungkin ekpresi Alex dan Dino entah seperti apa
kalau di kota,mobil sedan yg awan kendarai saat ini hanyalah mobil biasa yg banyak di temui di jalan, sedangkan untuk di kampung,mobil sedan sejenis ini sudah termasuk kategori mobil yg sangatlah mewah,
setelah selesai dari urusan di dealer tersebut, awan pun mulai menyetir dan segera memasuki pemukiman kampung halamannya,
dengan wajah yg ceria awan menyetir dengan pelan,awan pun membuka kaca jendela mobil, sambil menikmati pemandangan yg sudah lama tidak dia rasakan .
lalu tiba tiba tlpon awan berbunyi ....
""""
""""""
__ADS_1