Mata Dewa Sang Awan

Mata Dewa Sang Awan
mencari perkara


__ADS_3

di perjalanan menuju provinsi B, awan tak lupa membelikan Jeny seikat bunga mawar, dan awan juga menyempatkan diri ,untuk membelikan ayah nya Jeny sepasang sepatu,


awan tak begitu tau apa yg ayah Jeny sukai, karena belum perna bertemu sebelumnya ,jadi awan berinisiatif untuk membelikan nya sepatu saja.


tak berselang lama, awan pun sudah memasuki provinsi B,



awan pun memutar mobilnya dan segera menuju ke arah kediaman Jeny,



karena rumah Jeny hanya memiliki satu garasi mobil, dan garasi itupun sudah di isi oleh mobil tetangga


awan hanya bisa memarkirkan mobilnya di pinggir jalan,


meskipun pekarangan rumah Jeny cukup luas, awan tak tegah untuk melindas rumput yg sudah susah payah di rawat oleh ayah nya Jeny, apalagi sampai merusak bunga yg Jeny sukai, jika awan memaksa memarkirkan mobil nya di dalam


awan pun turun dari mobil sambil membawa seikat bunga mawar, dan sebuah kotak yg berisi sepatu menuju ke dalam



Jeny dengan antusias sudah menyambut awan di depan pintu,



" ayo segera masuk ke dalam" sahut Jeny dengan begitu bersemangat



" ini, ku bawakan bunga untukmu," jawab awan


Jeny pun mengambil bunga yg di berikan awan dan segera mencium aroma bunga itu


" huuum, wangi nya,dari mana kamu tau kalau aku sangat suka sekali dengan bunga mawar" sahut Jeny dengan gembira


" aku tahu dari pertama kali sampai di rumah mu,aku perhatikan,taman di pekarangan rumah mu di penuhi dengan bunga," jawab awan dengan lembut



" yah sudah, ayo segera masuk,ayah ku ingin sekali melihatmu dan ingin berbicara " sahut Jeny



merekapun segera memasuki kediaman Jeny



tanpa mereka berdua sadari, seorang laki" remaja,dari tadi sudah memperhatikan mereka disaat awan baru saja turun dari mobilnya



laki" itupun mulai mengambil hanpon nya , dan segera melakukan panggilan tlpon



" halo kak, baru saja aku melihat seorang laki" datang menemui Jeny, dari gerak gerik mereka, mereka kelihatan begitu akrab, dan Jeny terlihat sangat dekat sekali dengan laki" itu" sahut seorang laki" yg memperhatikan kedatangan awan itu



" benarkah yg kamu katakan,kamu tidak bermaksud memanas" si ku kan, seperti tempo hari hanya untuk mengurus masalah pribadimu " sahut suara yg terdengar dari tlpon itu



" tidak kak, kali ini aku serius,kalau tidak percaya, kakak datang saja sekarang ke kediaman Jeny, dan laki" itu baru saja datang, dan kelihatannya tidak akan pergi dalam waktu dekat" sahut sang pria lagi



" baik lah, kamu tunggu aku di sana, dan terus awasi laki" itu, jangan biarkan dia pergi sebelum aku datang" sahut suara yg terdengar dari panggilan tlpon itu


__ADS_1


" ok kak" jawab sang pria .



ketika awan memasuki ruang tamu yg berada di kediaman Jeny, tampak pria paru baya yg sedang duduk di meja sambil menikmati se cangkir teh



lalu awan pun segera menghampiri pria paru baya tersebut berniat menyapa



" halo paman, apa kabar" ucap awan kepada pria paru baya itu



" haa haa, kabar baik, silakan duduk"jawab sang pria paru baya itu



awan pun berlekas duduk



" perkenalkan paman, nama saya awan, saya teman nya Jeny yg sesama dari kota" ucap awan dengan lembut



" saya ayah nya Jeny, Jeny juga ada sedikit cerita tentang dirimu, dan terimah kasih sudah mau menemani dan memberi tumpangan ke pada putri ku ini" jawab ayah Jeny dengan ramah kepada awan


" tidak masalah paman, lagian kita juga satu arah, kebetulan saya juga berniat mengunjungi orang tua saya yg berada di provinsi H" jawab awan menjelaskan


" Jeny, tidak baik kalau tidak menyediakan minuman untuk tamu yg datang, cepat segera siapkan " sahut ayah nya Jeny yg melihat putri nya yg hanya duduk memperhatikan awan dari tadi



". eeehh iya ayah, aku sampai lupa" jawab Jeny yg bergegas ke dapur itu




" saya dengar dari Jeny, kamu berasal dari provinsi H yg tak begitu jauh dari sini, apakah itu kampung halaman mu" tanya ayah nya Jeny , sembari membuka topik obrolan



" iya paman, provinsi H adalah tempat kelahiran ku" jawab awan



" sekarang kesibukan mu apa" tanya ayah Jeny lagi



" sekarang saya bekerja di sebuah toko barang antik di kota yg sama dengan Jeny ,dan saya baru bekerja sekitaran tiga bulan ini" jawab awan dengan merendah



" melihat dari tampilan dan fashion mu, sepertinya kamu tuan muda dari keluarga yg cukup berada" tanya ayah Jeny sembari memperhatikan penampilan awan



" haa haa , ti .. tidak paman, saya hanya pemuda biasa dari desa, " jawab awan dengan sedikit canggung



" jarang sekali pemuda sepertimu yg bersikap rendah hati begitu " jawab ayah Jeny yg tak begitu percaya mendengar kata" awan


wajar saja, Jeny sebelumnya bercerita mengenai awan kepada ayah nya, dari awan yg datang ke sourum tempat dia bekerja dan mampu membeli sebuah mobil seharga 25 miliar ,


dan yg membuat salut ayah nya Jeny, awan mampu mengalahkan berandalan yg berjumlah lima orng hanya dengan tangan kosong,

__ADS_1


di benak ayah Jeny, kalau bukan tuan muda dari keluarga kaya, siapa lagi yg sanggup membeli mobil seharga miliaran itu,



ketika sedang asyik mengobrol , terdengar suara klakson mobil dari luar rumah, klakson mobil itu di bunyikan berkali kali


mendengar hal itu, awan dan ayah nya Jeny memberhentikan obrolan mereka dan segera menuju ke luar rumah


benar saja, seorang pria gemuk dengan beberapa orng sedang menunggu di luar pekarangan , tempat mobil awan tadi di parkiran



awan pun bertanya kepada si pria gemuk akan maksud nya membunyikan klakson mobil dengan begitu kencang berkali kali itu



" maaf tuan, ada yg bisa saya bantu, dan kenapa anda membunyikan klakson mobil dengan begitu keras nya" sahut awan bertanya



" mobil siapa ini, menghalangi jalan orang saja, apa tidak bisa di parkiran di tempat lain" jawab si pria gemuk dengan sedikit angkuh



" maaf sebelumnya, ini mobil saya,dan saya rasa mobil ini tidak menghalangi jalan" jawab awan sambil mengarah ke mobil sedan nya itu



pria gemuk ini bernama Anso , Anso adalah preman kampung yg menaruh hati kepada Jeny sejak lama, tapi karena sikap nya yg terkenal jelek dan badan nya yg sedikit gemuk itu, tentu saja Jeny enggan menerima cintanya



Anso sengaja datang mencari perkara kepada awan, Anso tidak terima wanita pujaan hatinya di dekati pria lain



dulu perna ada laki" yg nekat menyatakan cintanya kepada Jeny,walaupun sempat di tolak oleh Jeny, lalu Anso pun menghabisi nya bersama teman" nya, hingga laki" itu sampai lumpuh



melihat Anso yg sengaja datang mencari perkara, ayah Jeny dengan sigap memotong pembicaraan awan dan Anso itu



" anso, bukan kah jalan itu masih lebar, kenapa kamu harus mempersalahkan nya " tutur ayah Jeny dengan geram melihat sifat Anso yg semena mena itu



" paman, paman tak perlu ikut campur, aku hanya ingin bocah laki" ini memindahkan mobil nya" jawab Anso merendahkan awan



sadar akan niat Anso yg ingin mencari perkara dengan nya, awan pun berniat memindahkan mobilnya, agar masalah ini cepat terselesaikan , dan awan juga tak ingin membuat kesan yg buruk kepada ayah Jeny yg baru pertama dia temui



awan pun berjalan menuju mobilnya, dan segera berniat memindahkan mobil ke tempat yg lain



tapi ketika awan berjalan, awan melihat ban mobilnya yg sudah kempes semua, hal itu membuat awan geram hingga naik pitam



lalu awan segera kembali dan menghampiri Anso



" ""


"""""

__ADS_1


"""""


__ADS_2