
ketika awan terbangun dari tidurnya,awan melihat ke arah jam,jam saat ini menunjukan pukul 10:15 wib
merasa masih ada waktu untuk pergi ke rumah sakit untuk berobat,awan memutuskan untuk segera mandi.
ketika awan beranjak dari kasur,awan menoleh ke kaca dan dan hendak melihat keadaan matanya saat ini,
ternyata bengkak di pelipis matanya mulai membaik dan rasa sakitpun sudah tidak terasa lagi sama sekali,
awan pun merasa heran dengan keadaan mata nya itu
akhirnya awan berlekas pergi ke makar mandi untuk segera membersikan diri,setelah selesai mandi,awan kembali lagi menghadap kaca,benar saja, matanya yang tadi mulai membaik sudah pulih dengan sendirinya
awan pun juga merasa matanya lebih bersih dan bercahaya dari sebelumnya
ketika dia mempokuskan pandangan nya,dia langsung terheran dan kaget melihat apa yang dia lihat saat ini,seolah tak percaya dengan apa yang terlihat di depannya saat ini,kaca dan tembok yang sebelumnya ada di depan nya,soelah olah menghilang dari pandangan nya,yang terlihat oleh awan hanyalah halaman rumah dan air keran yang ada di taman yang sedang mengalir
awan pun mulai takut dan memejamkan mata sambil mengusap kedua matanya,lalu yang terlihat kembali lagi seperti semulah,karena rasa penasaran yang begitu dalam,awan mencoba memfokuskan lagi pandangan nya itu, awan pun langsung kaget dan jatuh terduduk tak percaya dengan apa yang dia lihat lagi
tembok rumah dan kaca pun mulai menghilang lagi dari pandangan nya, awan pun mencoba melihat ke sekeliling rumah untuk memastikan apa yang dia alami itu nyata atau sekedar alusinasinya saja
ternyata pembatas dinding dan semua penghalang itu hilang,merasa penasaran,awan maju untuk memastikan dan mencoba melangkah menuju apa yang dia lihat saat ini,dia melihat sekotak permen yang tidak jau dari pandangan nya,ketika hendak menghampiri kotak itu,awan pun terbentur bendah yang keras,ternyata kepalanya membentur tembok ketika hendak menunduk
karena fokus pandangan nya hilang,awan tidak lagi melihat kotak yang berisi permen itu,yang terlihat saat ini hanyalah dinding kamarnya saja
awan pun mengulang ulang lagi cara penglihatan nya,antara fokus dan tidak fokus itu saat melihat hingga beberapa kali,akhirnya dia sadar apa yang terjadi,kalau pandangan nya di fokuskan,opjek yang ada di depan nya akan menghilang,seolah pandangan nya melewatkan yang ada di depan nya dan dapat melihat item yang ada setelah itu " dalam arti kata bisa melihat tembus pandang"
awan mulai heran akan hal yang terjadi kepadanya,seolah tak percaya tapi nyata,awan berpikir apakah ini kutukan atau sebuah berkah untuknya
di saat awan terus termenung,ponsel nya tiba tiba berdering,ternyata yang menghubungi adalah atasan nya mbak Juni
awan pun menjawab panggilan itu dengan segera
__ADS_1
" yah halo mbak jawab awan"
lalu mbak Juni berkata "gimana keadaanmu saat ini"
lalu awan menjawab "udah baikan mbak" jawab awan
awan tidak menceritakan kepada mbak Juni apa yang telah terjadi kepada penglihatan nya saat ini
awan hanya mengatakan bahwa matanya sudah sembuh dan tidak perlu lagi kerumah sakit untuk diobati,akan tetapi awan tetap meminta izin cuti agar bisa segera mungkin mengurus kartu kredit nya yang hilang itu di bank
mendengar hal itu mbak Juni merasa legah dan tetap memberikan cuti satu hari lagi kepada awan,agar mata nya sungguh benar benar pulih kembali
awan pun berterima kasih kepada mbak Juni karena kebaikan nya itu
sebelum menutup tlpon mbak Juni berkata kepada awan " kalau urusan mu sudah selesai,lusa masuklah,ada hal yang perlu di mintain bantuan mu,dan jangan lupa coba bawak batu giok yang kamu bicarakan itu" sambung mbak Juni
awan pun lekas mengiyakan kata kata mbak Juni itu dengan cepat
setelah sambungan telepon dari mbak Juni di putuskan, awan mulai terfikir dengan giok yang dia terimah dari nenek tua itu
di dalam mimpi nya saat itu,sesosok wanita cantik datang menghibur dan memecahkan batu giok itu dan menghembuskan nya ke arah mata awan
awan berpikir " apa jangan jangan yang terjadi itu bukan hanya sekedar mimpi" dan siapakah wanita itu,tanya awan di dalam hati
karena tidak ingin ambil pusing,awan pun segera mandi dan mengenakan pakaian nya untuk segera pergi ke bank terdekat untuk mengurus kartu kreditnya yang telah hilang.
setelah selesai berpakaian,awan bersiap keluar dan segera pergi ke tempat yang akan dia tujuh
awan pun mulai melangkahkan kaki nya meninggalkan rumah dan berjalan dengan santainya,
ketika berjalan melewati sebuah toko, awan melihat keramaian di tempat tersebut,
__ADS_1
ternyata yang di jual pedagang itu adalah kertas undian
awan pun memutuskan untuk singgah dan melihat lihat,
awan melihat harga satu tiket undian dan apa saja hadiah yang akan di terimah pemenang undian tersebut.
ternyata hadiahnya cukup menggiurkan setiap orang,
harga satu tiket berpuluh puluh lebih besar dan murah dari hadiah yang akan di terimah pemenang kontestan tersebut
dengan rasa penasaran dan niat yang besar,awan bermaksud membeli 1 tiket untuk dirinya,berharap bisa mendapatkan hadiah hadia tersebut
ketika hendak memilih,awan teringat akan kemampuan mata nya itu, di dalam hati dia berkata " apakah bisa kemampuan ini di pakai untuk melihat apa yang ada di dalam undian ini"
lalu dia mencoba memfokuskan pandangan nya ke arah kertas undian itu,benar saja,angka angka yang ada di dalam lembaran kertas itu terlihat sangat jelas,
tampah sadar awan berkata, "kalau seperti ini aku tidak perlu berusaha payah,pasti dapat semua hadiah yang aku mau"
karena perkataan nya itu,orang orang di sekitar memperhatikan awan dengan sinis dan menganggap awan sakit jiwa
salah satu orang yang ada di sana berkata dengan pelan ke orng yang ada di sebelahnya,
" ini contoh orang yang pertama kali membeli lotre,dan berharap langsung menang dan menjadi orang kaya"
mendengar hal itu semua orng tertawa
dan awan hanya bisa terdiam malu mendengar pembicaraan itu
.
akhirnya awan pun memilih kupon lotre tersebut
__ADS_1
""""
""""