Mata Dewa Sang Awan

Mata Dewa Sang Awan
pedang cahaya


__ADS_3

sasino tampa basa basi langsung maju dan menghajar semua murid dari tetua berjubah hijau itu dengan mudanya, dengan gerakan kilat, sasino dengan cepat sudah menumbangkan seluruh murid itu dalam sekejap mata


" k.... ke... kecepatan macam apa itu, "ucap tetua Shu yg seketika menyaksikan semua murid dari alirannya sudah tumbang bersimbah dara di tanah


melihat semua murid yg mereka bawa mati tampah bisa melakukan perlawanan , ketiga tetua itu mulai meneteskan keringan dingin di dahi mereka ,mereka bertiga belum perna melihat sosok yg begitu kuat dan menakutkan seperti pria yg ada di depannya ini


" s..si..siapa kalian sebenarnya,dan.. dan kenapa kalian tiba tiba menyerang semua murid dari perguruan kami" ucap seorang tetua berjubah hijau dengan ucapan terbata bata


" pria tua, apakah menurutmu, kami akan diam saja melihat sekelompok orang seperti kalian menindas, bahkan berniat untuk membunuh adik seperguruan kami " ucap sasino sambil menginjak mayat dari seorang murid dari para tetua itu


mendengar jawaban dari salah seorang pria itu, tetua yg bernama Shu sedikit terkejut dan menyadari bahwa mereka adalah bala bantuan dari kedua wanita muda itu, lantas tetua Shu mencoba menjelaskan tindakan yg mereka lakukan


"tapi.. apakah kalian tau apa yg dilakukan oleh kedua adik seperguruan mu itu kepada salah satu sekte cabang kami" ucap tetua sha yg mencoba menjelaskan


sasino yg belum mendapatkan kabar akan hal ini lantas memandang kearah Sera dan Soka, lalu Soka berjalan dan mendekat kearah sasino dan berbisik, sasino yg terlihat kaget setengah mati setelah mendengar cerita dari Soka mencoba bersikap tenang kembali


" uhuk.. lantas kenapa kalau mereka menghancur leburkan sekte kalian yg kecil itu " ucap sasino yg tak tau mesti harus menjawab apa

__ADS_1


yahito yg kebingungan setelah mengetahui hal itu hanya bisa menggelengkan kepala, tapi yahito hanya perlu menjalankan tugas yg dia terimah ,yaitu memastikan keselamatan Sera dan Soka tetap aman


tetua Shu yg melihat sikap kedua pemuda itu yg sedikit terkejut, kini mulai sedikit berani berbicara dengan lantang, dimatanya jelas sekali bahwa kedua wanita itu melakukan tindakan pemusnahan sekte Meraka tampah di ketahui oleh kedua lelaki kuat yg berada di depan mereka ini


" kami datang menghampiri mereka hanya untuk memberi mereka sedikit pelajaran, bagaimanapun tindakan mereka sudah sangat keterlaluan, mereka membantai semua murid sekte kami tampa ada yg tersisa" ucap tetua Shu dengan suara keras


mendengar apa yg diucapkan tetua berbaju hijau itu lantas membuat semua kultivator yg diundang Erwin menjadi terkejut, tak terkecuali bison dan Erwin yg tak menyangka bahwa kedua wanita itu bisa sekejam dan sebringas itu dalam melakukan suatu hal, apalagi sampai memusnakan suatu sekte yg cukup besar " s..syukurlah .. tadi aku tak jadi menentang wanita itu " ucap Toni yg gemetaran setelah tau bahwa Soka bisa bersikap sekejam itu


" lantas keadilan seperti apa yg ingin kalian inginkan " ucap yahito dengan suara pelan dan mencoba bernegosiasi dengan pria berjubah hijau itu


mendengar perkataan dari tetua yg bernama Shu itu, sasino yg memiliki tempramen yg sedikit buruk dari yahito langsung maju dengan gerakan kilatnya dan memukul tetua Shu tepat di bagian perutnya , "huaaakk.... " tetua Shu yg tak sempat menahan serangan tiba tiba dari sasino langsung terpental jauh dan memuntahkan dara segar dari mulutnya


" kita tak perlu berbasa basi terlalu lama dengan mereka " ucap sasino yg mencoba memutar arah dan ingin mencoba menyerang kedua tetua yg tersisa


melihat tetua Shu yg terkapar di tanah, kedua tetua lain nya menjadi lebih waspada, dan ketika sasino hendak melancarkan pukulan nya kearah seorang tetua yg lain, tetua itu dengan gerakan reflek yg cepat dapat menghindar dengan usaha yg tak mudah


dan tentu saja, meskipun tingkatan kultivasi sasino sangat tinggi, dan dengan tingkat kewaspadaan yg kuat, kedua tetua itu tak akan dengan mudah untuk menyerah ,mereka juga tak ingin menjadi seperti seekor domba yg menuggu mati di sembelih Tampa melakukan perlawanan

__ADS_1


"anak muda, meskipun kultivasi mu cukup tinggi, aku yg sebagai ahli yg sudah berada di alam setengah dewa ini tak akan mudah mati begitu saja" ucap seorang tetua yg mencoba mengeluarkan semua kekuatan nya dan berniat bertarung mati Matian dengan sasino


tetua itu mengeluarkan jurus terkuatnya untuk berhadapan dengan sasino , dengan rapalan mantra yg begitu cepat, tetua itu memanggil sesosok makhluk seperti kelelawar berwarna merah yg begitu besar.


" anak muda, ini adalah kelelawar iblis darah yg aku pelihara dengan susah payah, kekuatan nya mampu membunuh seorang kultivator setingkat alam dewa tingkat puncak sekalipun " ucap tetua itu dengan sombong


sasino yg melihat sesosok makhluk yg terlihat cukup kejam itu ,menghentikan pergerakannya yg sebelumnya ingin membunuh tetua itu dengan cepat, sasino cukup yakin bahwa makhluk ini cukup kuat dan akan membuang tenaga yg cukup banyak jika hanya melawannya dengan serangan yg sebelumnya , dengan tenang sasino mencabut sebilah pedang dari punggung nya dan mengarahkan nya ke langit,kini terlihat sesosok pedang yg begitu besar berwana putih turun dari langit, dan sasino mulai mengarahkan pedang itu kearah makhluk yg berbentuk kelelawar itu . dampak dari tekanan pedang yg di keluarkan sasino cukup membuat orng yg berada di sekitarnya merasa tertekan



" p... pe..pedang cahaya .itu adalah jurus pedang cahaya dari Clan kuno , si.. siapa sebenarnya kedua pria itu " ucap Johan yg terkejut melihat jurus yg di keluarkan sasino itu



...........


...........

__ADS_1


__ADS_2