Mawar Seruni

Mawar Seruni
Menikah (Ending).


__ADS_3

Demi bumi dan langit yang menjadi saksinya, Mawar tidak pernah menyangka dirinya akan bertingkah layaknya robot yang menurut. Saat dirinya diatur oleh Bapak, Mawar menurut saja. Ada perdebatan kecil dengan Herman, saat mawar menolak menikah dengan Tian dengan alasan, dirinya tidak pantas dengan Tian.


"Kalau kamu memang mencintainya, sesuai dengan apa yang kamu katakan tadi, Runi, Bapak tak bisa menolak lamaran Bu Rima. Untuk segala sesuatunya mengenai tanggal dan pernikahan mau digelar kapan, Bapak pasrahkan sama Bu Rima dan nak Tian sepenuhnya."


Begitulah kira-kira Herman berkata, ketika ia pasrah dengan sepenuhnya.


Mawar ingin membantah, ingin menolak karena ini dirasa terlalu cepat. Memang sudah lebih dari setahun Mawar mengenal Tian, Namun biar bagaimana pun juga, dalam tempo itu Mawar tidak pernah sekalipun mendekati Tian.


Dan sialnya, baru dua malam lalu Herman pasrah akan segala sesuatu untuk pengesahan hubungan dirinya dan Tian, malam ini Mawar dengan resmi dipinang oleh Tian, dengan menikah di bawah tangan dan resepsi yang akan digelar beberapa bulan lagi.


"Runi, kamu kenapa murung? Manten baru harus banyak senyum lah. Jelek tahu!" Seru Amel, sang kakak yang saat ini tengah menemani dirinya. Wanita itu memandangi seluruh penampilan adiknya, dengan hijab syar'i yang Mawar kenakan.


"Penampilan sudah sempurna, wajahmu jangan ditekuk. Nanti Bang Tian malah nggak nyaman."


Sekali lagi, Amel memastikan balutan make up minimalis yang menempel pada wajah adiknya itu. Make up hasil karyanya itu, terlihat sempurna. Amel bangga.


"Tapi ini menikah di bawah tangan, kak Amel. Aku harus gimana lagi biar pernikahan ini ditunda dulu? Aku, aku kayak nggak siap dan masih syok," jawab Mawar yang kini masih bingung.


"Apa yang membuat kamu nggak siap? Terus, maunya kamu, gimana?" Amel mencoba untuk bernegosiasi kali ini.


"Aku maunya itu nggak usah pakai acara nikah dadakan gini. Kalau memang harus nikah, ya sekalian aja beberapa bulan lagi dibarengi sama resepsi. Aku, aku dan Bang Tian, nggak sedekat yang kalian bayangkan. Nggak ada kesiapan yang aku punya, termasuk kesiapan mental. Aku kaget tiba-tiba mau dinikahkan begini," jawab Mawar.


"Tapi semua udah telanjur dipersiapkan. Udahlah, jangan mikir mental nggak siap. Jalani saja. Semua pasti bisa dilalui. Kamu dan Tian kan katanya nggak sedekat yang kami pikir, maka dengan menikah, kamu akan bisa lebih dekat dengan dia," Amel berkata sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Tapi kak, aku .... " Mawar tak melanjutkan kalimatnya, ketika sang ibu, Ratna tiba-tiba datang dan memanggil Mawar.


"Runi, ayo keluar. Suami kamu udah nunggu di luar," kata Ratna kemudian. Tentu saja Mawar terkejut.


"Suami?" tanya mawar kemudian.

__ADS_1


"Iya, Tian sudah ijab qobul sama Bapak kamu," jawab Ratna kemudian.


Inilah, babak baru kehidupan Mawar. Wanita itu lantas keluar, dengan digandeng Amel, sang kakak yang tampak ceria. Dalam hati Amel berharap, ia ingin melihat adiknya bahagia.


Wajah tampan Raka, tersenyum lembut saat Mawar duduk di samping Bastian. Dekorasi ruangan yang sederhana namun elegan, membuat Mawar berpikir, sejak kapan dekorasi itu dibuat.


Hingga pasang cincin dan Mawar yang mencium lembut tangan Bastian, ini seperri sebuah mimpi. Mawar tak bisa mendeskripsikan perasaannya saat ini.


"Selamat, Mawar, Bastian. Semoga kalian bahagia," ucapan itu diterima sepasang pengantin baru itu, dari beberapa orang yang menghadiri. Amel juga tak mau ketinggalan, dengan memberikan selamat dan memberikan doa terbaiknya untuk sang adik.


Menikah dengan Sebastian, membuat Seruni dilimpahi banyak kebahagiaan yang tidak terkira. Pada akhirnya, buah kesabarannya kini memberinya kebahagiaan. Kasih sayang Bastian yang begitu melimpah untuknya, disertai dengan penerimaan lelaki itu terhadap segala yang ada pada Mawar, membuat Mawar begitu terharu.


Di sudut ruangan, Amel menatap adiknya dan adik iparnya itu, dengan perasaan bahagia. Rasa iri tentu ada. Ingin sekali rasanya Amel merasakan kebahagiaan yang serupa dengan adiknya. Tetapi sayang, lelaki yang ia cintai tidak akan pernah bisa ia raih dan ia gapai lagi hatinya.


'Semua salahku, aku yang salah. Andai aku bisa menemukan kebahagiaan seperti Mawar.'


Dalam hati Amel berharap, ia bisa melupakan Raka secepatnya. Mungkin, Amel hanya akan fokus membahagiakan orang tuanya, tanpa memikirkan lelaki lagi dalam hidupnya.


**


Pesta resepsi demikian mewah digelar dalam sebuah gedung hotel ternama. Sepasang pengantin baru yang tengah menggelar resepsi itu, tersenyum bahagia. Beberapa tamu undangan yang datang, tampak bergiliran memberikan ucapan selamat.


Mawar Seruni, pada akhirnya kini telah menemukan kebahagiaannya. Setelah sekian lama Mawar merasakan derita selama pernikahannya dengan Wiraka Subagio, kini Mawar mendapatkan pengganti yang jauh lebih baik dari Raka.


Sebastian Gunawan, lelaki itu tampak menawan dengan balutan jas silver, serupa dengan gaun pengantin Mawar yang berdiri disampingnya. Gurat kebahagiaan tampak jelas tercetak pada wajah keduanya.


"Kamu cantik, Mawar," kata Bastian, membuat Mawar memutar bola matanya jengah.


"Udah bosen, aku. Berapa kali memangnya kamu bilang aku cantik? Setiap hari kamu selalu ngomong gitu," kata Mawar dengan nada judes.

__ADS_1


"Tapi ini serius, kamu benar-benar cantik. Bahkan aku nggak akan pernah bosan untuk mengatakannya ke kamu seumur hidupku," Kata Bastian lagi.


Lama-lama ya Mawar luluh juga. Anaknya itu tersenyum manis, sebelum melempar tatapannya pada Amel yang tengah sibuk membawa Kia.


Raka yang tengah duduk di meja paling pojok belakang, menatap Mawar dengan perasaan yang hancur. Beginilah rasanya patah hati? Raka menyesali semua perlakuannya terhadap Seruni dulu.


Pada akhirnya, yang selalu sabar dan mengalah di masa dulu, kini telah berbahagia. Berbeda dengan Raka dan Amel yang kini sama-sama sendiri, menikmati kesakitan hati mereka akibat kesalahan yang mereka lakukan di masa lalu.


Tamat.


**


Kesabaran selalu berbuah manis, meski semua orang tahu, ada pahit di awal kisah. Semoga saja ada pelajaran dibalik Mawar Seruni, bahwa apapun bentuk dan selogis apapun alasan perselingkuhan, itu tidak dibenarkan. Meski dengan dalih cinta sekalipun. Akan ada hukum karma, tabur tuai yang akan selalu ada selama napas masih berhembus.


Terima kasih untuk semua pembaca yang sudah memberikan supportnya. Setelah ini akan kembali fokus menyelesaikan naskah baru, ya. Jangan lupa diikuti.


- Unwanted Husband.


- Sekadar Cinta Figuran.


- Cinta si Anak Pembantu.


- Terjerat Cinta Pembunuh Bayaran.


- Merajut Luka lampau.


Terima kasih buat semua. Sampai jumpa di kisah berikutnya. Mungkin jika ada yang meminta bonus episode, bisa usulkan di kolom komentar, ya.


Semoga sehat untuk kita semua. ♥️

__ADS_1


__ADS_2