Mekarnya Bunga Layu

Mekarnya Bunga Layu
Di Blokir!


__ADS_3

Satu minggu berlalu, Deny merasa tidak tenang semenjak ia pulang dari rumah Nia. Sejak saat pun Nia tidak lagi muncul di hadapannya.


"Ma, apa Nia hari ini atau kemarin ke cafe Mama?" tanya Deny yang baru pulang bekerja.


"Tidak tau, kan Mama tidak hanya stay di satu tempat."


"Oohh, begitu." Deny langsung masuk ke kamar dan membersihkan dirinya.


Setelah mandi ia membuka lemari untuk mengambil baju tidurnya, saat menutup pintu lemari ia spontan menoleh ke arah dimana dulunya merupakan tempat meja rias Nia. Deny menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia menggeleng dan menghela nafas kasar.


"Semoga kalian bahagia selalu!"


Deny memejamkan mata saat mengingatnya.


"Mulai detik ini, aku tidak akan lagi mengganggu kalian berdua."


"Aku do'akan semoga kalian langgeng dunia akhirat dan selalu dilimpahkan rezeki serta kesehatan dan kemuliaan."


Deny membaringkan tubuhnya diranjang dan mengambil Hp nya, ia mencari kontak Nia dan iseng melihat foto Profilnya. Deny terkejut saat foto profil Nia kosong, bio nya juga kosong.


Deny meletakkan kembali Hp nya walau perasaannya tidak karuan.


"Aku do'akan semoga kalian langgeng dunia akhirat dan selalu dilimpahkan rezeki serta kesehatan dan kemuliaan."


Do'a Nia selalu terngiang di telinganya. Bukannya senang, ia menjadi resah padahal itu adalah do'a baik. Deny membulatkan mata saat mengingat Nia yang mengucek matanya dan beralasan keililipan.


"Duh, kelilipen pula." Nia mengucek matanya.


"Dia... Tidak kelilipan, tapi dia menangis." Deny duduk sambil memegangi kepalanya.


"Kenapa aku baru menyadarinya? Apa perkataanku menyakitinya? Tapi dia tersenyum," rasa bersalah mulai datang dan duduk di hatinya.


22:00


Deny tidak bisa tidur, ia duduk di balkon kamar sambil memangku wajahnya. Semakin kesini ia semakin memikirkan Nia.


"Apa aku di blokir?" gumamnya.


Deny melihat kembali kontak WhatsApp Nia, masih tetap tidak ada foto profil dan bionya, jam terakhir Nia online pun tidak terlihat. Deny akhirnya menelfon Nia, benar saja tidak bisa di hubungi.

__ADS_1


Deny menghela nafas, ia meletakkan Hp di meja dan kembali merenungi kesalahannya.


"Harusnya aku tidak menerima perjodohan ini," gumamnya pelan.


Air mata Deny menetes di tangan kanannya, ia terkejut lalu menyeka air matanya.


"Kenapa aku meneteskan air mata?"


☘☘☘


Keesokan paginya, Deny libur bekerja. Ia menuju lokasi Butik pusat milik Mama Nia, ia melihat dari kejauhan Butik Mama Nia yang sedang dalam tahap proses pembangunan dengan Mama Nia yang ikut mengawasi.


Bersamaan dengan Deny yang pergi dari lokasi, Mama Nia menoleh dan bingung melihat Deny yang pergi.


"Apa dia ada perlu denganku?" guman Mama Nia.


***


Deny pergi ke Butik cabang yang di kelola Nia.


Saat baru turun dari mobil, para karyawannya saling memandangi satu sama lain.


"Hu'um, kenapa kesini ya?"


"Gak tau,"


"Permisi," ucap Deny saat baru masuk ke butik.


"Selamat datang, Bapak. Ada yang bisa kami bantu?"


"Eemm Nia ada?"


"Maaf, Bapak. Bu Nia sedang cuti untuk beberapa hari karena ingin menenangkan diri,"


"Ups! Maksudnya Bu Nia sedang lembur menggarap pesanan baju orang yang sedang menumpuk, Bapak."


"Menenangkan diri?"


"Maaf, Bapak. Saya salah bicara, maksud saya Bu Nia sedang lembur dan Work From Home,"

__ADS_1


"Tuh kan, dia itu bego kalau disuruh bohong."


"Hus!" bisik 2 karyawan lainnya.


"Oh WFH ya? Katanya cuti?"


2 karyawan Nia menepuk jidat masing-masing.


"Sumpah bego!" umpatnya.


"Hiss jangan gitu, dia gugup pastinya,"


"Eee anu, itu maksud saya Bu Nia cuti kesini karena WFH, Bapak. Nah, iya seperti itu."


"Ooohhhh seperti itu. Oh iya, saya minta nomernya Nia,"


"Eee,"


"Kenapa? Kalian ada nomernya Nia, kan?"


Karyawan Nia kebingungan,


"Memangnya Bapak los kontak, ya? Oh iya mari duduk dulu, Pak." menuntun Deny duduk di salah satu sofa di pojok ruangan.


"Iya los kontak,"


"Owalah. Sebentar ya, Pak, saya buatkan minum."


"Tidak perlu repot-repot, saya hanya ingin menemui Nia."


Setelah menunggu beberapa saat, karyawan Nia memberikan nomer Nia. Setelah diberikan nomer Nia, Deny merasa kecewa karena Nia tidak ganti nomer melainkan memblokirnya. Deny pamit dan bergegas menuju rumah Nia.


"Maaf, Pak. Non Nia sedang keluar," ucap satpam di rumah Nia.


"Sudah lama?"


"Baru saja, Pak."


"Ooo begitu. Baiklah, sampaikan padanya nanti malam aku akan kesini lagi."

__ADS_1


"Baik, Pak."


__ADS_2