Mekarnya Bunga Layu

Mekarnya Bunga Layu
Nia Bisa Selamat?


__ADS_3

🍀🍀🍀


Di Rumah Sakit, pukul 03:00 dini hari


Deny, Rino dan teman David tengah menunggu David yang sedang menangani Nia.


Perasaan cemas menyelimuti hati Deny dan Rino. David keluar dari ruang rawat Nia dan ia langsung dihujani pertanyaan oleh Deny.


"Bagaimana? Dia baik-baik saja? Apa ada yang serius."


"Kemungkinan terburuknya Nia bisa keguguran dan juga mengalami kelumpuhan, sebisa mungkin aku sudah berusaha meminimalisir hal itu."


Deny merasa terpukul mendengarnya.


"Separah itukah racunnya?" tanya Rino.


David mengangguk.


"Harusnya aku yang berada di posisinya saat ini." Deny menundukkan kepala menahan tangis dan meerasa bersalah.


Rino mengepalkan tangan.


"Tapi Nia bisa selamat kan?!" tanya Deny penuh harap.


"Bisa."


"Maaf, aku gagal melindunginya." Ucap Rino.


***


Rino memegang tangan Nia yang terbaring tidak sadarkan diri.


"Nia, maafkan aku. Aku gagal melindungimu."


"Harusnya kau baik-baik saja."


Deny masuk ke ruang rawat Nia.


"Bagaimana?" Tanya Rino, ia melepas tangan Nia saat Deny datang.


"Mama Nia akan segera kesini."


"Baiklah. Kita harus beralasan apa?"


"Aku sudah mengatakan Nia mengalami kecelakaan"


"Dinda?"


"Dinda ada di ruang rawat sebelah, ia masih istirahat."


Deny duduk di samping Nia, ia mengelus kepala Nia dengan lembut.


"Aku keluar dulu" pamit Rino.


"Terimakasih," ucap Deny saat Rino membuka pintu.


"Jika kau tidak cepat membunuh mereka berdua, entah apa yang akan terjadi." Lanjut Deny.


"Sama-sama." Balas Rino lalu keluar dari ruang rawat Nia.


Hari mulai pagi, Rino bangun dari tidurnya. Ia tidur di mobil Deny. Setelah cuci muka ia kembali masuk ke dalam ruang rawat Nia.

__ADS_1


"Tante tenang, ya. David sudah berusaha semampunya untuk menyelamatkan Nia." Ucap Deny menenangkan Mama Nia yang terus menangis mulai ia baru datang.


"Selamat pagi," sapa Rino sambil menutup pintu.


"Selamat pagi."


"Ini kunci mobilnya, terima kasih." Ucap Rino.


"Kenapa Nia selalu begini?"


Deny dan Rino sama-sama menyembunyikan kebenarannya.


🍀🍀🍀


Di sisi lain dirumah Lila.


Orang tua Lila dikejutkan dengan datangnya Ambulance dan polisi teman David.


"Selamat pagi," sapanya


"Pagi. Ada apa, ya?" Tanya Ayah Lila


"Ini betul rumah kediaman Lila Wirdawah?"


"Betul,"


Ibu Lila ikut keluar rumah. Ia terkejut melihat Ambulance yang ada di halaman rumahnya.


"Maaf, Pak. Apa ada yang salah?" Tany Ibu Lila.


"Saya kemari untuk mengantar jasad Lila Wirdawah."


Bagai tersambar petir di siang bolong, Kedua orang tua Lila diam mematung.


"Bawa kesini," ucap teman David meminta para petugas untuk membawa Jasad Lila.


Buliran bening air mata mengalir deras di pipi Ibu Lila saat melihat jenazah yang ditutupi kain kafan dibawa menuju ke arahnya.


Teman David menyingkap kain kafan dibagian wajah Lila.


"Kyaaaaaaa!" Teriak Ibu Lila histeris, tidak lama setelahnya Ibu Lila pingsan.


Ayah Lila merasa nafasnya tertahan saat melihat wajah pucat Lila dengan mata yang terpejam dan terlihat dingin.


Ayah Lila mundur beberapa langkah,


"Kami izin masuk." Ucap teman David.


Jasad Lila dibawa masuk ke dalam rumah.


"Apa yang terjadi?" Tanya Ayah Lila dengan lemas.


"Saudari Lila Wirdawah mengalami kecelakaan dan bagian kepalanya lah yang parah hingga ia meregang nyawa. Mobilnya akan segera diantar kemari."


🍀🍀🍀


Ibu Lila terus menangis di kamarnya setelah ia mengantar Lila ke tempat peristirahatan terakhir. David datang melayat.


"Maaf, aku tidak bisa menyelamatkan nyawanya."


"Aku merasa janggal dengan semua ini," ungkap Ayah Lila.

__ADS_1


"Oh ya?"


"Jika memang Lila kecelakaan, tapi tidak ada beritanya."


David tersenyum, ia duduk di sebelah Ayah Lila.


"Bagaimana ya? Sebenarnya Lila terbunuh karena ulahnya sendiri."


Manik mata Ayah Lila membulat.


"Kau pelakunya?"


David menggeleng.


"Jadi, Lila itu berusaha membunuh dua orang wanita tidak bersalah. Ya karena dia kurang pandai dalam menyusun strategi, dialah yang kena sendiri."


"David, kau memalsukan kasus kematinnya.!"


David tersenyum.


"Aku akan melaporkan hal ini ke pihak berwajib!"


"Aku bisa menuntumu balik karena kau mendukung Lila yang melakukan banyak cara untuk menghabisi Nia. Ya, paling tidak kau kehilangan aset, kehilangan relasi, dan juga kehilangan reputasi sih."


Ayah Lila langsung bungkam.


🍀🍀🍀


Pukul 12:00 WIB


Deny terus memegangi tangan Nia, ia


menciuminya berkali-kali, Mama Nia yang tidak sengaja melihat hal itu merasa kasihan pada Deny.


"Kau belum tidur dari semalam," ucap Mama Nia


"Aku akan menunggu Nia sampai sadar."


***


'Tok tok tok'


"Masuk,"


Rino membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan David, ia melihat polisi teman David juga berada didalam.


"Bagaiamana? Apa kau punya keluhan di badanmu?" Tanya David.


"Aku baik-baik saja. Aku baru saja melihat Dinda, kakinya terkilir dan ia masih menangis mengingat kejadian itu."


"Apa aku dipanggil untuk di tangkap?" Tanya Rino


David menggeleng


"Tidak. Kami telah memalsukan kasus kematian Lila dan juga anak buahnya. Kau aman," ucap David di ikuti anggukan dari teman David.


"Sebelumnya aku ucapkan terimakasih, tapi aku akan tetap menyerahkan diri."


"Kenapa?" Tanya teman David bingung


"Sebelumnya aku telah banyak membunuh, jadi aku pantas mendapatkanya."

__ADS_1


"Aku ada permintaan, masukkan aku ke penjara ketika aku telah melihat Nia dan Deny kembali bersatu." Pinta Rino sambil tersenyum.


Kedua orang di hadapannya tertegun mendengarnya.


__ADS_2