Mekarnya Bunga Layu

Mekarnya Bunga Layu
Kepulangan David


__ADS_3

🍀🍀🍀


Malam hari tiba. Nia menutup butiknya dan mengunci pintunya.


"Belum pulang?" tanya Nia pada Rino yang bersandar di badan mobil Nia.


"Aku menunggumu,"


"Hihi, nanti aku tambah gajinya," ucap Nia sambil memberikan kunci mobilnya.


"Tidak perlu,"


Rino membukakan pintu mobil untuk Nia.


"Terimakasih,"


"Ke supermarket sebentar. Susuku habis,"


"Oke."


***


Sesampainya di supermarket Rino berjalan dibelakang Nia dan memperhatikan keadaan sekitar, waspada barangkali Lila mengirim orang lagi.


Mata Nia berbinar saat melihat rak mie instant yang tersusun rapi.


"Inikah susu?" sindir Rino.


"Sssttt! Jangan bilang pada Dinda." Nia mengambil 2 pop mie pedas dan 3 mie instant lainnya.


"Hm,"


"Biar aku yang bawa." Rino mengambil alih troli Nia.


"Terimakasih!"


Nia berjalan di depan Rino, tanpa Nia sadari Rino mengembalikan 4 pcs mie yang diambil Nia.


"Kok cuma 1?" Nia terkejut saat akan membayar di kasir.


"Habis, diborong orang," balas Rino sambil meletakkan semua barang yang akan dibayar.


"Bohongmu kurang ahli."


Nia melangkah untuk mengambil mie instant kembali namun di tahan oleh Rino.


"Tidak baik untuk kesehatanmu,"


Nia mengerutkan dahinya.


"Ini adalah bentuk penebusan atas salahku padamu."

__ADS_1


Nia nampak berfikir kemudian setuju. Diurungkan lah niatnya untuk mengambil mie lagi.


🍀🍀🍀


"Bagus," ucap Lila saat Rino baru sampai di rumah.


"Kemana saja seharian? Tidak bisa dihubungi juga." laanjutnya


"Kenapa anda disini?"


"Jawab pertanyaanku. Apa kau sengaja menghindariku setelah misimu gagal?" mata Lila memerah.


"Misi keduaku telah berhasil membuat target pulang malam."


"Tapi orangku mati!"


"Itu diluar tugasku,"


"Rino, kau nenghianatiku?!" Lila menarik kerah kemeja Rino.


"..."


Rino tidak menjawab, ia melepas tangan Lila.


"Yang terpenting tugasku selesai semua."


"Cih!" Lila berdecih.


"Jika tidak puas, akan ku kembalikan uang anda." Rino membuka pintu rumah.


"Huufttt," Rino menggaruk pelipisnya.


***


Disisi lain Deny berendam di bathup, ia masih tidak bisa melupakan apa yang ia lakukan tadi pagi.


"Bodoh," umpatnya.


***


Lila melihat kalender dan harusnya besok David sudah kembali.


"Gagal," ucapnya pelan.


"Sial, sekarang aku malah benar-benar tertarik pada Deny," lanjutnya.


Ia membuka akun instagram dan melihat DM David. Lila mendengus sebal mengetahui akun instagram David belum online saat ini.


🍀🍀🍀


Keesokan paginya.

__ADS_1


Lila telah membuat janji dengan Deny, mereka akan pergi ke mall hari ini. Lila membuka pintu dan terkejut melihat Deny berdiri di depan pintu sambil membawa buket bunga.


"S-Sayang?"


"Iya. Aku pulang," David full senyum.


"Ayo masuk dulu," Lila menepuk jidatnya pelan.


David duduk di ruang tamu dan Art datang membawa minum untik David.


"Kenapa tidak mengabariku?" tanya Lila.


"Hp ku hilang saat di perjalanan pulang, setelah dilacak aku menemukannya di tempat servis Hp tapi sudah di flash."


"Kenapa tidak menjawab DM ku?"


"Disana kan susah signal," jawab David enteng.


"Apa kau tidak senang dengan kepulanganku?" tanya David curiga


"Senang kok," jawab Lila lemas.


"Benarkah? Sini peluk." Lila tersenyum dan memeluk David.


"Mau kemana? Pagi-pagi begini sudah rapi dan cantik."


"Iya mau ada acara dengan temanku."


"Ooohh, baiklah aku antar ya."


"Tidak usah. Memangnya kamu tidak bekerja hari ini?"


"Besok baru mulai bekerja."


"Oohh.."


Setelah mengobrol beberapa waktu, Lila izin ke kamar mandi. Ia mengirim pesan pada Deny dan mengatakan ia tidak bisa keluar hari ini karena ada temannya yang berkunjung dadakan, Deny mengiyakan.


"David, aku ingin mengatakan sesuatu padamu."


"Tenang, tunggu sebentar." David keluar menuju mobil dan kembali masuk sambil membawa beberapa paperbag besar.


"Ini oleh-oleh untukmu." ucap David sambil meletakkan semua barangnya di lantai.


"Sebanyak ini?"


"Tentu. Itu barang-barang yang limited, semoga kamu menyukainya."


"Wooaahh," Lila membuka satu persatu.


"Ini untukku?"

__ADS_1


"Tentu. Suka?"


"Sangat."


__ADS_2