Mekarnya Bunga Layu

Mekarnya Bunga Layu
Terungkap


__ADS_3

Sebelum pergi dari rumah Nia, David meminta alamat rumah serta nomer Hp Deny.


"Untuk apa?"


"Hanya ingin menambah teman saja," jawab David sambil tersenyum.


"Tapi itu kan mantan tunangan dari mantanmu?"


"Iya, agar tidak ada kebencian di antara kami."


"Emmm oke."


🍀🍀🍀🍀


David berhenti di pertengahan jalan, ia menelfon nomer Deny.


Terhubung namun tidak kunjung dijawab. David mencobanya lagi dan kali ini dijawab oleh Deny .


"Selamat siang, dengan siapa?"


"Selamat siang. Ini dengan David, mantan dari Lila."


"Ada keperluan apa? Aku sudah melepaskan Lila, kau bisa mengambilnya."


"Aku juga sudah melepasnya. Aku ingin bicara empat mata denganmu."


"Untuk apa? Jika ini masalah Lila, aku merelakannya untukmu. Dari sebelumnya dia memang bersamamu."


"Bukan tentang Lila."


"Hem?"


"Ini tentang Nia."


"Nia? Kau tau Nia?"


"Iya, Nia adalah pasienku. Dia mantan istrimu kan?"


"Jangan macam-macam padanya."


"Tidak akan. Aku ingin menyampaikan sesuatu padamu tentang Nia, karena Nia tidak mau maka aku yang bertindak sendiri."


"Oke, dimana?"

__ADS_1


"Datanglah ke Rumah Sakit tempatku bekerja. Aku akan menunggumu di ruangkanku, datanglah hari ini karena aku senggang."


"Oke."


"Oke." David bergegas menuju Rumah Sakit.


🍀🍀🍀


"Tok tok tok'


"Pak David, ada tamu untuk Bapak."


"Masuk," David melepas jas nya dan merapikan mejanya.


'Ceklek' Deny masuk ke dalam ruangan David.


"Duduklah, jangan terlalu tegang." ucap David.


"Ingin minum apa?"


Deny tidak menjawab, ia duduk berhadapan dengan David.


"Ku kira kau akan menolak kemari dan bertemu denganku."


"Katakanlah apa yang kau katakan tadi di telfon."


"Lila?" Deny terkejut.


David mengangguk..


"Kabar buruk selanjutnya, aku menyuntikkan obat yang melemahkan imunnya dan membuat kondisinya semakin memburuk saat itu namuan ia berhasil selamat karena temannya mengganti Dokter yang menanganinya."


Rahang Deny mengeras.


"Kenapa kau melakukan itu?"


"Lagi-lagi aku melakukannya demi mantan kita itu." jawab David dengan santai.


"Lalu selanjutnya Nia sedang mengandung,"


Manik mata Deny membulat.


"Hamil?" tanya Deny seperti tidak percaya.

__ADS_1


"Iya, Nia hamil bahkan saat ia kecelakaan parah itu Nia sedang hamil tanpa sepengetahuannya. Bahkan aku lalai saat itu dan tidak mendapati tanda-tanda kehamilan padanya. Tapi Nia mengatakan bahwa ia telat datang bulan tidak lama setelah bercerai denganmu."


Air mata Deny menetes, ia mengusap kasar wajahnya. Seketika emosinya menghilang dan berganti penyesalan.


"Dia hamil? Anakku?" Deny berusaha menahan tangisnya.


"Apa yang telah ku lakukan padanya?!"


David menepuk pundak Deny.


"Nia tidak memberitahumu ternyata," ucap David yang ikut merasa kasihan pada Nia dan Deny.


Deny mengingat saat Nia menciumnya di hari pertunangannya dengan Lila.


"Dia sedang hamil pada saat datang ke pertunanganku, dia tidak mengatakan hal ini padaku." ucap Deny lemas.


"Nia pasti punya alasan mengapa dirinya tidak memberitahumu. Dia mengatakan tidak mau jadi orang ketiga diantara dirimu dengan Lila. Kabar berikutnya, Nia hampir terbunuh semalam namun berhasil selamat karena ada mantan bawahan Lila yang menyelamatkan Nia."


Deny semakin merasa gagal menjadi laki-laki.


"Aku bertanya padanya apakah ia bawahan Lila?, tapi dia menjawab bukan bawahan Lila. Ya, aku mengerti ia menjawab seperti itu mungkin agar tidak diketahui oleh Ibunya Nia. Mungkin telah terjadi sesuatu di antara keduanya hingga ia memilih melindungi Nia." lanjut David.


Disisi lain Nia terbangun dan masih ketakutan saat melihat Rino.


"Tenanglah, mayatnya sudah ku urus. Kau tidak akan kenapa-napa." ucap Rino sambil meletakkan bubur di meja samping ranjang Nia.


"Apakah orang tadi mengatakan sesuatu?" tanya Rino.


Nia menggeleng


"Tidak ada. Aku mau tidur lagi."


"Makanlah dulu."


Kembali pada Deny dan David


"Aku mengatakan pada Nia bahwa aku akan menemani dirinya mengatakan apa yang terjadi sebenarnya, namun ia menolak dengan alasan tidak mau jadi orang ketiga dan dia mungkin sudah kecewa padamu karena kau tidak bisa membedakan mana yang sedang berbohong." lanut David.


"Aku sangat merasa bersalah atas apa yang ku lakukan saat aku tau semua ini, aku heran kenapa Nia memilih diam dan tidak mau melapor pada pihak yang berwajb. Dia hanya diam bahkan saat hampir mati. Aku juga terkejut mengetahui kehamilan Nia, keturunan kalian sangat kuat. Dia bisa bertahan hidup sampai saat ini."


Deny akhirnya tidak bisa menahan diri, air matanya mengalir deras.


"Jadi, aku juga minta maaf padamu karena hampir membunuh keturunanmu. Kabar terakhir, saat ini Nia sedang sakit dan mantan bawahan Lila setia menemani Nia di rumahnya. Kalau kau masih ingin memperjuangkannya, perjuangkanlah, tetapi bisa jadi mantan bawahan Lila akan menjadi sainganmu nantinya."

__ADS_1


"Ku do'akan yang terbaik untuk kalian berdua," lanjut David.


"Terimakasih informasinya," ucap Deny dengan suara bergetar dan air mata yang membasahi pipinya.


__ADS_2