
Hari mulai malam, mereka bertiga memutuskan untuk pulang. Bersamaan dengan kedatangan mereka, Deny juga datang ke rumah Nia dan baru saja turun dari mobil.
Dinda turun dari mobil di ikuti Nia dan Rino. Dinda menatap Deny dengan tatapan tidak suka,
"Mas," sapa Nia.
"Dari mana?" tanya Deny.
"Dari pantai. Hihi. Mas Deny sudah lama?"
"Baru saja," jawab Deny.
"Apa itu?" tanya Nia melihat Deny menenteng beberapa kantong plastik.
"Susu untuk anak kita," jawab Deny tersenyum tipis. Wajah Nia sedikit memerah.
"Sebanyak itu?" tanya Nia.
"Iya,"
"Aku pulang dulu," pamit Rino dengan nada biacara yang ketus
"Tidak masuk dulu? Makan bersama." tanya Nia.
Raut wajah Rino menggambarkan ia sedang marah,
"Tidak, terimakasih." Rino melangkah pergi dari rumah Nia.
"Kenapa dia?" tanya Dinda pada Nia
"Tidak tau, bukannya tadi baik-baik saja, ya?"
"Oh iya, kau mau apa kesini?" tanya Dinda pada Deny.
"Mengantar ini untuk Nia,"
"Kenapa baru peduli?" tanya Dinda lagi.
"Sudah-sudah. Ayo masuk dulu, pingganggku rasanya mau lepas." Nia memegangi pinggang dan lengannya.
Dinda membuang muka pada Deny dan masuk lebih dulu ke rumah Nia. Dinda pergi ke kamar mandi yang ada di dapur untuk mencuci tangannya.
"Sebenarnya aku kesini ada tujuan lain," ucap Deny sambil menatap Nia di hadapannya.
"Apa itu?"
"Mau mengajakmu makan malam di luar,"
"Eeee," Nia canggung.
"Aku tidak memaksamu, hanya saja aku ingin menebus kesalahanku."
"Lila bagaimana?"
__ADS_1
Deny menghela nafas.
"Kami sudah berpisah,"
Nia diam sejenak untuk berfikir.
"Boleh," Nia tersenyum.
"Tapi aku ingin naik motor," lanjutnya.
"Oke," Deny tersenyum senang.
"Mau kemana?" Dinda datang sambil berkacak pinggang.
"Mau makan di luar, ikut?"
"Kapan?"
"Besok."
"Yaaahh tidak bisa. Aku besok kencan heheh." Dinda duduk di sebelah Nia.
"Awas kau kalau sampai Lila ikut!" jari telunjuk Dinda menuding Deny.
"Kami sudah tidak ada hubungan," jawab Deny santai.
"Oh,"
🍀🍀🍀
'Tok tok tok'
"Masuk."
"Ada Deny di depan," ucap Rino dengan raut wajah datar.
"Oh, sudah datang ya." Nia langsung menonatifkan Laptopnya.
"Rino, tolong nanti mobilku di antar pulang ya." sambil menyerahkan kunci mobilnya.
"Memangnya mau kemana?" tanya Rino sambil menerima kunci mobil Nia.
"Mau makan diluar. Tolong ya?" Nia melangkah keluar dari ruangannya.
Rino memicingkan mata dan mengikuti Nia yang keluar dari ruangannya. Ia mengepalkan tangan saat Deny memasangkan helm untuk Nia.
"Aku bisa pasang sendiri," ucap Nia sambil mengambil alih helm dari tangan Deny.
"Mau sampai jam berapa?" tanya Rino.
"Nanti aku kabari," jawab Nia sambil naik ke motor yang dibawa Deny.
****
__ADS_1
Sepulangnya dari restoran, Nia meminta agar Deny mengendarai motornya dengan kecepatan rendah.
Nia merasa senang dan merentangkan kedua tangannya dan menikmati angin yang menyapu wajah dan tangannya.
"Bagaimana tadi?"
"Aku suka, makanannya enak," Nia tersenyum, ia hampir saja memeluk Deny namun ia sadar bahwa mereka hanya sebatas teman.
15 menit berlalu.
Nia mulai merasa mengantuk,
"Hooaamm"
"Ngantuk?"
"Lumayan," jawab Nia sambil mengucek matanya.
Tanpa mereka sadari Rino menggunakan mobil Nia membuntuti keduanya karena khawatir terjadi apa-apa pada Nia.
Perlahan mata Nia mulai terpejam, helm mereka beradu. Deny berhenti di pinggir jalan dan melepas helm Nia.
"Apa tidak masalah?" tanya Nia sambil melepas helmnya
"Bisa lewat di jalan tikus saja,"
"Oh," Nia menyerahkan helm nya pada Deny.
Mereka melanjutkan perjalanan, perlahan Nia menyandarkan kepalanya di bahu Deny, Deny meraih kedua tangan Nia dan melingkarkannya di perutnya.
Deny tersenyum, ia juga menitikkan air mata.
Sesampainya di rumah Nia, Rino suday stay di teras rumah Nia. Deny menghentikan motornya dan Nia membuka mata perlahan.
"Eh, aku ketiduran ya?" Nia mengucek mata.
"Tidak masalah,"
Nia turun dari motor dan agak sempoyongan. Dengan sigap Deny menahan tubuh Nia dan jatuh ke pelukan Deny.
"Maaf merepotkan," ucap Rino sambil menarik tubuh Nia perlahan.
"Hooaaam," Nia menguap.
"Mama mana?" tanya Nia yang masih setengah sadar.
"Belum pulang." jawab Rino sambil membantu Nia berdiri.
"Terimakasih, Mas." ucap Nia tersenyum dan mengucek matanya.
"Sama-sama, langsung istirahat saja." Ucap Deny.
"Iya."
__ADS_1
Deny berpamitan pulang dan disusul oleh Rino yang ikut pulang. Nia menghela nafas kemudian masuk ke dalam rumah.
"Kok bisa aku berada di situasi ini? Oke Nia, tidak boleh baper. Kalian hanya berteman." ucap Nia lalu melangkah ke kamarnya karena rasa kantuknya sudah menguasainya..