Mekarnya Bunga Layu

Mekarnya Bunga Layu
David Mulai Curiga


__ADS_3

Siang harinya Rino tetap datang ke Butik Nia. Walaupun Nia tidak seramah hari-hari kemarin, namun Nia tetap memperlakukan Rino dengan baik.


"Bodohnya aku mau menghabisinya," gumamnya.


🍀🍀🍀


Malam harinya Lila diajak makan malam di Restoran bersama David, selama perjalanan ia banyak diam karena sedang menyusun kalimat yang pas untuk memutuskan hubungannya dengan David.


"Tidak suka makanannya?" tanya David karena Lila dari tadi sibuk memainkan Hp nya.


"Suka kok, sebentar ya masih ada urusan."


Baru satu suapan masuk dalam mulut Lila, Lila kembali mendapat notifikasi dari Hp dan mulai sibuk lagi. David menghela nafas karena Lila terlihat tidak bisa menghargai dirinya.


"Makanlah dulu, main Hp nya bisa dilanjut nanti."


"Iya,"


Lila mengirim pesan pada pembunuh bayaran lainnya.


"*Habisi Rino, fotonya sudah ku kirimkan."


"Aku curiga ia sedang bersama foto perempuan yang ku kirim tadi. Cari dimanapun mereka berada."


Tak lama kemudian pembunuh bayaran sewaan Lila mengirim foto Butik Nia.


"Ya, itu Butik perempuan itu. Uang sisanya akan ku transfer setelah misi selesai."


"Oke bos*!"


Lila meletakkan kembali Hp nya.


"Lila,"


"Iya,"


"Makanlah dulu. Bisakah meletakkan Hp mu selama kita makan?"


"Hm," Lila agak jengkel.


'Ting!'


Lila langsung melihat Hpnya, suruhannya mengirim foto Nia dan Rino serta karyawan lainnya yang keluar dari Butik Nia.


"Cih! Benar dugaanku. Rino sudah di pihak Nia." batin Lila.


David menghela nafas kasar.

__ADS_1


"Lila!"


"Apa sih!"


Lila meletakkan Hp nya dan mulai fokus makan sambil melipat wajahnya. David terkejut dengan reaksi Lila.


Lila yang fokus makan sedikit lengah dengan sekitarnya, perlahan David mengambil Hp Lila yang berada di pinggir meja.


"Aku ke toilet dulu,"


"Oke," Lila masih melanjutkan makannya.


Di toilet David membuka Hp Lila dan ternyata di kunci. Ia mencoba mengetik tanggal lahir Lila dan ternyata tidak bisa.


"Gagal?"


David mencoba mengetik tanggal lahirnya.


"Gagal juga?"


David mengetik kolaborasi tanggal lahir mereka berdua dan masih gagal.


"Apa tanggal jadian?"


David mencobanya namun gagal lagi.


Lila meneguk jus nya dan sadar bahwa Hp nya tidak ada.


"Eh, Hp ku mana?" Lila mencari di tas nya namun tidak ada..


Ia berdiri dan mencari di kursi David namun tidak ada.


"Dimana ya? Haduh" Lila berkacak pinggang


"Apa dibawa David? Gawat!" Lila segera menyusul David ke toilet.


"David, kau di dalam?" sambil mengetuk pinti toilet laki-laki.


"Sebentar," David memasukkan Hp Lila ke saku celananya.


'Ceklek'


"Kau mengambil Hp ku ya?" tanya Lila.


"Aku tidak tau,"


"Jangan bohong."

__ADS_1


David menghendikkan bahu tanda ia tidak tau. Lila menghentikan langkah David dan merogoh saku celana David.


"Itu kenapa ada dua Hp?"


David membuang nafas kasar lalu mengeluarkan Hp Lila.


"Tuh kan. Kenapa kau tidak mengaku dari tadi?"


"Memangnya ada apa di situ?" David balik bertanya.


"Jelas penting lah, aku kan juga membantu Ayahku jadi dokumen juga ada disini."


"Kenapa harus di kunci?"


"Lah, memangnya salah kalau Hp di beri keamanan dengan mengaktifkan kata sandi?"


"Jawab aku, apa yang kau sembunyikan," raut wajah David terlihat mulai emosi.


"Kau menuduhku?!"


"Kau bahkan tidak memperbolehkan aku melihat isi Hp mu."


"Privasi, dong. Belum jadi suami sudah kepo!" Lila meninggalkan David di toilet.


Lila meninggalkan uang Rp. 400.000 di samping piring di mejanya. Ia langsung keluar dari restoran meninggalkan David.


Sesampainya di rumah, Lila bernafas lega karena David tidak bisa melihat isi Hp nya. Lila mendapat telfon dari Deny yang bisa meredakan emosinya.


"Halo, Sayang."


"Besok malam sibuk?"


"Tidak. Ada apa?"


"Mau makan malam denganku? Mama ada menu baru."


"Boleh boleh, Jam berapa?"


"Sepulangnya aku bekerja ya. Aku akan mengabarimu lagi nanti."


"Oke sayang. Love You!"


"Love you too."


Disisi lain Deny meletakkan kembali Hp nya setelah menelfon Lila.


"Jangan goyah! Ini ujian saat kau akan menikah." ucap Deny .

__ADS_1


__ADS_2