
malam itu melati tampak fokus membaca buku di kamarnya, ia sangat bosan apa lagi varo masih bekerja di rungan kerjanya.
"aku begitu bosan, kenapa varo lama sekali bekerjanya" gerutu melati sambil mengangkat bibir bawahnya.
"aku buatkan dia kopi saja ah, sekalian aku ngomong soal rencanaku" melati bergegas turun dari ranjang untuk membuatkan kopi suaminya, setelah selesai ia pun bergegas menuju ruang kerja varo.
"varo, ini aku buatkan kopi sama aku bawakan beberapa camilan"
"hmmmt"
"kamu sibuk ya.?"
"sudah tau tapi masih saja bertanya"
"varo"
"hmmmt" dehem varo sambil masih fokus dengan laptopnya.
"varo.!"
"apa sih mel.? apa kamu tidak melihat kalau aku sedang bekerja" varo sangat kesal terhadap istrinya itu, entah mengapa dia begitu crewet sekali malam ini, hingga tanpa sadar ia telah membentak istrinya.
melihat suaminya marah, dan membentaknya membuat melati takut. varo kembali jadi varo yang dulu dingin, arogan, dan galak.
"aku kan hanya mau mengajak kamu bicara baik-baik, kenapa kamu membentakku" tanpa terasa air mata melati jatuh membasahi pipi mulusnya.
"aku kesepian varo, aku bosan di kamar terus. aku berusaha mengajakmu bicara tapi kamu malah membentakku, kamu jahat" ucap melati sambil berlari keluar dari ruang kerja suaminya, sebenarnya melati mendengar kalau suaminya memanggilnya namun ia masih terus berlari menuju kekamar, ia membanting pintu kamar itu, lalu menguncinya.
dulu setiap kali di bentak, atau di caci maki oleh varo, melati tak pernah merasa sakit hati, namun entah mengapa sekarang hatinya benar-benar sakit.
*******
"ahh sial kenapa aku membentaknya tadi" varo benar-benar kesal karna termakan oleh amarahnya hingga ia tanpa sengaja membentak istrinya.
"ahhhhh.... bodoh kenapa aku tidak bisa membagi waktuku, harusnya aku mencoba mengerti perasaan dia" entah mengapa tiba-tiba varo teringat dengan teman sekaligus rekan bisnisnya, dia seumuran dengan varo, dulu dia sempat mengeluh karna tidak bisa bagi waktu dengan istrinya, hingga sang istri kesepian namun setelah memiliki momongan, istrinya tampak bahagia dan tidak kesepian lagi.
"apa aku harus mempertimbangkan kemauan kakek dan mama" gumam varo dalam batin "tapi apa melati mau.? sampai saat ini aku tidak tau bagaimana perasaannya terhadapku. ahh tapi bagaimanapun dia istriku, sudah kewajibannya menuruti semua ke inginanku. oke baiklah aku akan mengatur waktu untuk pergi honeymon" varo tersenyum dan keluar dari ruang kerjanya, ia ingin meminta maaf kepada istrinya karna tidak sengaja telah membentaknya.
varo mencoba membuka pintu, namun pintunya terkunci dari dalam.
tokkk....... tokk....... tokk
"mel buka pintunya" namun tidak ada respon sedikitpun dari istrinya. "mel, buka dong pintunya. aku minta maaf karna tadi membentakmu, aku benar-benar tidak bermaksud membentakmu. pekerjaanku tadi benar-benar menumpuk mel." namun melati masih saja bungkam.
"enak saja setelah membentakku dia dengan mudahnya ingin masuk kedalam kamar. huuh jangan bermimpi" gumam melati dalam hati, ia benar-benar sebal kepada suaminya itu.
"mel, ayo dong buka pintunya"
__ADS_1
melati mengambil bantal, dan juga selimut. ia begegas membuka pintu, dan disambut oleh varo yang tersenyum dengan wajah tanpa salah. "nih tidur di luar" setelah memberi bantal dan selimut melati mengunci kembali pintu kamarnya.
"nasib-nasib kalau binik marah ternyata gini ya rasanya" varo menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal. ia pun terpaksa tidur di sofa depan kamarnya.
********************************
keesokan paginya melati masih saja bungkam dan mendiamkan varo, hingga membuat varo kelimpungan sendiri.
"gue harus gimana lagi ini supaya dia tidak marah lagi sama aku" varo terfikir untuk menelfon bima, ya sahabatnya itu paling ahli dalam menaklukkan hati seorang wanita, di rogohnya benda pipih yang berada di saku celananya. setelah mencari nama bima, telfon pun tersambung ke sahabatnya itu, tak lama terdapat sautan dari seberang sana.
"halo bro, kenapa.?"
"bim plis bantu gue dong."
"bantu apaan.?"
"melati marah nih sama gue. gimana ya supaya dia nggak marah lagi sama gue.?"
"yaelah tinggal kasih aja bunga atau perhiasan, baju dan sepatu brandded. nanti juga langsung di maafin"
"gue nggak yakin deh bim. loe kan tau binik gue orangnya culun gitu, mana ngerti dia dengan barang-barang brandded"
"yaampun varo-varo, loe **** atau gimana sih.! istri loe cupu-cupu gitu dia seorang desainer terkenal, sudah jelas dia mengerti tentang fashion"
"bener juga sih loe bim. trus gue harus gimana.?"
"sialan, bisa-bisanya loe merhatiin istri gue" sahut varo ketus.
"wesss santai bro. abisnya elo punya istri cantik tapi di anggurin" kekeh bima
"udah ah gue matikan dulu telfonnya. loe malah tambah gue kesel aja" ucap varo sambil mengakhiri panggilannya.
************************
"hari ini tanggal 26, berarti usia pernikahan gue dan melati memasuki bulan ke empat. apa gue kasih aja ya kalung yang gue belikan dulu, mumpung tepat juga waktunya" gumam varo.
"halo, vani"
"iya pak. apa ada yang bisa saya bantu" jawab vani sekertaris varo.
"tolong kamu carikan satu buah gaun yang cantik untuk istriku"
"maaf pak, istri bapak yang mana ya.?"
"kamu masih bertanya istri ku yang mana, apa kamu buta selama ini.? apa kamu tidak tau kalau wanita yang sering datang ke kantor membawakan bekal makan siang untukku itu adalah istriku" jawab varo kesal
"maksud bapak, nona yang berkaca mata itu.?"
__ADS_1
"iya vani memang yang mana lagi. pokoknya siapkan gaun yang cantik untuk dia, kebetulan nanti malam kami ada acara"
"baik pak"
setelah sekitar 30 menit gaun yang varo minta telah di carikan oleh vani.
tokk...... tokk..... tokk
"masuk"
"maaf pak ini gaun yang bapak minta barusan"
"terimaskasih. oh iya tolong kerjakan beberapa file ini, saya mau pulang lebih awal membuat kejutan untuk istri saya"
"baik pak"
varo bergegas meninggalkan kantornya, ia sengaja pulang lebih awal agar tak keduluan melati pulang bekerja.
sesampainya di rumah iya bergegas memasuki kamarnya. ia meletakkan kotak gaun dan kotak perhiasan yang telah ia persiapkan untuk melati di atas nakas samping tempat tidurnya, ia lantas menulis surat singkat untuk melati. setelah selesai ia mengambil baju yang telah ia siapkan untuk acara reoni nanti, varo bergegas memasuki ruang kerjanya.
*******************
"sore ma, sore kek" ucap melati yang baru saja pulang dan melihat mertuanya dan kakek sedang di ruang tamu.
"sore mel" jawab mama dan kakek bersamaan.
"apa varo sudah pulang ma.? kok mobilnya sudah ada di depan.?"
"iya sayang. suamimu sudah pulang sekitar satu jam yang lalu"
"tumben dia pulang sore." gumam melati dalam hati. "ya sudah ma, kek. mel ke kamar dulu" pamit melati, dan di angguki mama beserta kakek.
"kemana dia, kenapa tidak ada di kamar.?" melati memperhatikan seisi kamar namun varo tak berada disana, sesaat mata melati menangkap ada kotak di atas nakas.
"kotak apa ini.? ehh tunggu dulu, ini juga ada suratnya" melati mengambil surat itu dan membacanya.
untuk istriku melati.
selamat empat bulan pernikahan, ini sudah ku persiapkan sebuah kalung sepesial untukmu. aku juga mau minta maaf karna kemarin telah membentakmu, aku sungguh benar-benar tak bermaksud bersikap kasar terhadapmu. dan ini juga telah aku siapkan gaun untuk acara reoni SMA kita nanti malam. dandan yang cantik ya 😉
;dari suamimu yang paling tampan 😋
"ternyata si dingin dan arogan itu bisa narsis juga ya" gumam melati sambil tersenyum.
melati membuka satu persatu kotak pemberian varo.
"kalung dan gaun yang cantik" melati begitu bahagia, dia tidak menyangka bahwa suaminya bisa seromantis ini.
__ADS_1