Melati Untuk Alvaro

Melati Untuk Alvaro
09


__ADS_3

malam itu melati tampak bercengkrama dengan mama syifa di ruang tengah, sambil meminum teh hangat dan beberapa makanan ringan.


"sayang, besok mama harus berangkat ke paris menyusul kakek" ucap mama memberitahu.


"kenapa mendadak sekali ma.?"


"iya karna kebetulan ada beberapa proyek besar yang tidak bisa di wakilkan jadi mama dan kakek harus turun langsung untuk mengurusnya"


"kalau begitu besok biar mel aja ya ma yang mengantar mama ke bandara."


"memangnya kamu tidak bekerja nak.?"


"tidak ma, mel bekerja di rumah saja"


"baiklah kalau seperti itu. untuk beberapa hari kedepan, mama pasti akan sangat merindukan menantu mama yang cantik ini" ucap mama sambil memeluk melati.


"mel pasti juga sangat merindukan mama" melati membalas pelukan mama tak kalah eratnya. "kalau mama tidak di rumah, varo pasti akan selalu menindasku"


"kamu tinggal telfon mama saja kalau anak nakal itu menindasmu sayang"


"baiklah ma"


"ehmmm" varo baru saja memasuki rumah dan melihat sang mama dan istrinya berpelukan, lantas berdeham agar mereka sadar akan keberadaannya.


"varo, kanapa selarut ini baru pulang nak.?"


"iya ma, tadi aku ada pertemuan penting dan sangat mendadak, makanya aku pulang terlambat. ya sudah varo masuk ke kamar dulu ma"


"kamu sudah makan malam belum varo.?"


"sudah ma" jawab varo sambil berlalu pergi.


"mel bikinin kopi dulu buat varo ma, sekalian siapin keperluannya"


"iya sayang, kamu layani dulu sana suamimu"


melati pergi ke dapur membuatkan kopi hitam kesukaan varo, setelah selesai dia masuk ke kamarnya dan menyiapkan baju ganti suaminya.


"mana bajuku" pinta varo yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"ini" melati menyerahkan piyama tidur kepada suaminya. "oh iya, itu aku juga sudah membuatkan kopi untukmu, minumlah"


"hmmmm"


melati melangkahkan kakinya menuju ke ranjang untuk segera tidur karna besok pagi-pagi sekali ia harus mengantar mama mertuanya ke bandara.


setelah selesai berpakaian varo menyempatkan memeriksa beberapa pekerjaannya yang belum selesai. jam telah menunjukkan jam 01.30 varo baru menutup laptopnya yang sedari tadi berada di pangkuannya. ia bergegas tidur menyusul istrinya yang telah lelap dibuai oleh mimpi.


*********************************


pagi itu jam di dinding menunjukkan pukul 04.30, melati telah bangun dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


sekitar 15 menit melati mandi, ia lantas bersiap-siap. memakai bedak tipis dan lipstik berwarna peach, melati memang telah terbiasa dengan dandanan yang tidak terlalu mencolok, ia lebih suka hal yang sederhana dan tidak berlebihan.


"apa melati terlambat ma.?" tanya melati ketika baru menuruni tangga dan telah melihat mertunya menunggu dibawah tangga.


"tidak sayang. ya sudah ayo berangkat nak"


"iya ma"


setelah sampai di depan rumah mereka telah di sambut oleh pak adi supir pribadi mama.


"biar mel aja pak yang mengantar mama ke bandara.!"


"tidak usah non, biar saya saja yang mengantar nyonya dan nona ke bandara"

__ADS_1


"nggak apa-apa pak, melati pengen bawa mobil sendiri hari ini. lagian melati rindu mengemudi sendiri, biasanya kalau melati bekerjakan selalu di antar varo"


"ya sudah pak, biar saya pergi bersama melati"


"baik nyonya" ucap pak adi sopan, sambil menyerahkan kunci mobil kepada melati.


"ya udah ayok ma"


melati melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. ia begitu rindu bisa berkendara sendiri, dulu kalau tidak sedang dalam keadaan darurat ia tak akan pernah menggunakan mobil pribadinya, karna ia lebih suka naik taksi online.


"mama nggak nyangka mel kalau kamu bisa mengemudi sendiri.!"


"melati memang bisa mengemudi ma, tapi memang dari dulu mel lebih suka naik taksi, palingan mel bawa mobil kalau dalam keadaan mendesak saja"


sekitar 40 menit akhirnya mobil yang di kemudikan melati sampai di bandara. setelah selesai mengantar mama syifa, melati langsung melajukan mobilnya untuk pulang kerumah.


"ngomong-ngomong aku sudah lama tidak mengunjungi papa dan mama, apa aku mampir dulu ya kerumah mama" gumam melati. "ahh nggak apa-apa kali ya. lagian sebentar saja, dan nggak mungkin juga varo mencariku"


melati melajukan mobilnya menuju ke rumah kedua orang tuanya. sesampainya di sana melati di sambut dengan penuh kasih sayang oleh mama dahlia.


"sayang kamu kemari kenapa tidak memberi tahu mama.? tau gitu mama masakkan makanan kesukaan kamu mel"


"nggak apa-apa ma, lagian tadi melati cuma mampir setelah mengantar mama syifa ke bandara"


"memangnya mertuamu itu mau kemana mel"


"mama syifa mau pergi ke paris ma, kebetulan di sana ada urusan penting yang tidak bisa jika di wakilkan, maka dari itu mama syifa pergi ke paris menyusul kakek"


"owh seperti itu. tapi suami kamu taukan mel kalau kamu mampir kerumah mama"


"tau kok ma" dusta melati sambil terus memakan sarapannya. "owh iya, papa mana ma.? kok nggak sarapan"


"papamu sudah berangkat pagi tadi mel, katanya mau ke luar kota ada pertemuan penting"


"owh" jawab melati sambil menganggukan kepalanya.


********************


"kemana mereka.? kenapa pagi-pagi begini sudah sepi sekali" gumam varo


"ini tuan kopinya"


"iya terima kasih bik"


"sama-sama tuan"


"owh iya bik, melati dan mama kemana.?"


"non melati pergi mengantar nyonya ke bandara tuan"


"apa bersama pak adi bik.?"


"tidak tuan, tadi saya lihat non melati mengemudi sendiri"


"makasih bik informasinya"


"iya tuan"


varo melanjutkan sarapannya, dan segera bergegas pergi kekantor.


******************


setelah pulang dari kediaman orang tuanya melati melanjutkan pekerjaannya mendesain baju di dalam kamarnya.


jam sudah menunjukkan pukul 11.30

__ADS_1


"sudah waktunya makan siang, gimana kalau aku masak dan membawakan makan siang untuk varo ya" gumam melati.


ia lantas bangun dan menuju ke dapur. di sana telah ada bik siti yang juga sedang memasak untuk makan siang.


"eh non, ada yang bisa bibi bantu non" ucap bik siti ketika melihat majikannya memasuki dapur.


"aku ingin membuatkan bekal makan siang untuk varo bik, kira-kira makanan kesukaan varo apa ya bik.?"


"makanan kesukaan tuan sup ayam, sama nasi goreng nona"


"baiklah kalau begitu aku akan membuatkan dia sup ayam" ucap melati antusias, sedangkan bibi hanya bisa tersenyum melihat majikannya tersebut.


setelah semua masakannya matang dan menatanya di kotak bekal, melati pun bergegas menuju kamar untuk ganti pakaian dan bersiap.


melati melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke kantor varo.


"selamat siang mbak" sapa melati kepada resepsionis kantor varo.


"iya siang, apa ada yang bisa saya bantu mbak.?"


"saya ingin bertemu dengan pak varo mbak, kira-kira ruangan pak varo di lantai berapa ya.?"


"maaf apa sebelumnya mbak sudah membuat janji dengan pak varo.?"


"belum mbak"


"kalau begitu maaf mbak. mbak tidak bisa bertemu pak varo kalau belum ada janji"


"aduh gimana ini, tidak mungkinkan kalau aku bilang aku ini istrinya varo. yang ada aku akan di tertawakan oleh mereka, kalau telfon varo aku juga tidak memiliki nomor ponselnya. gimana dong udah jauh-jauh datang kesini masak harus pulang tanpa membawahasil" batin melati.


"ngapain kamu disini.?" tanya varo yang baru saja memasuki loby kantor dan melihat melati berdiri di depan resepsionis.


"aku mengantarkan makan siang untukmu" jawab melati sambil menunjukkan bekal yang ia bawa.


"ya sudah ayo ikut aku"


melati mengikuti varo memasuki lift menuju ruang kerja varo. mereka keluar dari lift dan menuju ke ruang kerja varo, di sepanjang perjalan terdengar kasak-kusuk para karyawan yang tengah bergosip karna ini untuk pertama kalinya CEO mereka membawa seorang gadis.


"apa itu kekasihnya pak varo.?"


"mana mungkin pak varo mau sama cewek cupu dan kampungan seperti itu"


"iya, mana mungkin selera pak varo serendah itu" ya itulah celoteh-celotehan yang keluar dari mulut para karyawan itu.


"duduk" ucap varo sambil menepuk sofa kosong disampingnya.


"kamu mau makan sekarang atau nanti.? biar aku siapkan."


"aku ingin makan sekarang, aku sudah lapar sekali"


"baiklah" jawab melati sambil sibuk menyiapkan makanan yang telah ia bawa.


varo memakan makan siangnya dengan begitu lahap, entah karna dia merasa lapar, atau karna makanan buatan melati enak di lidah varo.


"bagaimana apa enak makanannay.?"


"enaklah, masakannya bik siti memang selalu enak"


"enak saja, itu aku tau yang memasak" ucap melati sambil mencebikkan bibirnya.


uhukk.... uhukkk varo kesedak makanannya karna dia tau makanan itu yang membuat adalah istrinya.


"aduh kamu kalau makan hati-hati dong, ini minum dulu"


"makasih" ucap varo setelah meminum air pemberian melati.

__ADS_1


varo melanjutkan makan siangnya. dia benar-benar tidak menyangka kalau melati sengaja memasak untuk dirinya. tanpa dia sadari bibirnya membentuk senyum tipis yang nyaris tidak terlihat.


__ADS_2