
melati tampak mengerjapkan matanya, ia merasa silau karna cahaya yang masuk dari celah-celah goerden. ekor matanya melirik ke arah jam dinding yang telah menunjukkan pukul 09.30
"aduh kenapa badanku sakit semua" gumam melati sambil membungkus tubuh polosnya dengan selimut dan hendak pergi ke kamar mandi.
"auu sakit sekali" melati meringis kesakitan saat merasakan nyeri di area sensitifnya.
"kamu kenapa yank.?" tanya varo yang baru saja masuk kedalam kamar.
"varo, iniku sakit sekali. aku ingin kekamar mandi" ucap melati sambil meringis.
dengan sigap varo menggendong tubuh istrinya menuju kedalam kamar mandi.
"varo, kamu ngapain.?"
"kamu sedang sakitkan, aku akan menggendongmu ke kamar mandi"
setelah mengantar istrinya ke kamar mandi, ia bergegas memanggil salah satu staf hotel untuk mengganti seprai tempat tidur mereka. setelah selesai mandi melati keluar kamar mandi dengan tertatih-tatih.
"apa sesakit itu yank.?" tanya varo, ia merasa bersalah, karna telah membuat istrinya kesakitan.
"ini sangat sakit dan ngilu varo"
"coba aku periksa"
__ADS_1
"tidak, aku tidak mau" ucap melati sembari menutupi daerah sensitifnya dengan kedua tangannya.
"aku hanya ingin memeriksanya yank. kalau ada yang luka, aku akan kasih obat ini supaya cepat sembuh"
"obat apa itu.?"
"banyak tanya sekali kamu ini" varo berjongkok untuk melihat daerah sensitif istrinya.
"astaga ini lecet yank, kamu tahan ya mungkin agak perih sedikit" ucapnya sembari mengoleskan salep pereda nyeri.
"ini semua gara-gara kamu"
"maafkan aku yank" ucap varo sambil berdiri dan mendaratkan beberapa ciuman di puncak kepala melati, sebelum ia masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri.
"kenapa dia bisa dapat salep seperti ini.!"
"apa masih sakit yank.?" tanya varo yang baru saja mengganti pakaiannya dan duduk di samping melati.
"sudah agak mendingan. kamu dapat obat itu dari mana.?"
"aku brosing, dan tadi saat aku joging, aku mampir apotik untuk membelinya" ujar varo sambil nyengir.
"coba saja kamu melakukannya pelan, aku tidak akan seperti ini"
__ADS_1
"iya maaf yank. lain kali akan lebih hati-hati deh"
tokk...... tokk....... tokk
"bukalah pintunya varo, itu pasti staf hotel yang mengantar sarapan kita"
dengan segera varo membuka pintu kamarnya. dan benar saja di depan pintu sudah ada dua staf hotel yang membawa sarapan untuk mereka. setelah kedua staf hotel itu keluar, varo dan melati segera melahap makanan mereka hingga tak tersisa sedikitpun.
"hari ini kamu mau kemana yank.?"
"aku mau di kamar saja varo, apa kamu tidak melihatku kesusahan untuk berjalan"
"baiklah" varo menyalakan tv untuk menghilangkan rasa bosannya. sedangkan melati merebahkan tubuhnya di sofa dan meletakkan kepala di pangkuan varo, tak butuh waktu lama ia pun tertidur dengan pulas.
"dia pasti lelah sekali" ujar varo sambil menyelipkan beberapa sulur rambut melati kebelakang telinganya.
setelah bosan varo dengan pelan mengangkat tubuh istrinya dan merebahkannya di atas ranjanh, ia pun juga ikut merebahkan tubuhnya disamping melati dan memejamkan mata lelahnya karna semalaman kurang tidur.
seharian penuh mereka hanya berada di dalam kamar, bahkan mereka menyuruh staf hotel untuk mengantar makan malamnya kedalam kamar.
"yank kamu tidurlah lebih dulu, aku akan membereskan barang-barang kita, supaya besok ketika kita pulang, kamu tidak kerepotan mempacking lagi"
"biar aku bantu varo" ucap melati sambil beranjak dari duduknya.
__ADS_1
"tidak usah, kamu tidurlah. lagian barang-barang kita tidak terlalu banyak"
setelah memasukkan semua barang-barangnya kedalam koper. varo bergegas membaringkan tubuhnya diatas ranjang dan memeluk melati, melati membalas pelukan itu dan menyembunyikan wajahnya didalam dada bidang suaminya. tidak butuh waktu lama mereka telah pulas dibuai oleh mimpi.