
"sore mel" sapa sarah yang baru saja datang menyusul melati di atas balkon.
"sarah, kamu sudah pulang"
"iya mel"
"kamu kapan pulangnya.?"
"tadi pagi"
"lalu kenapa kamu kemari.? harusnya kamu istirahat dulu dong sar, kamu pasti capek sekali"
"aku kemari karna merindukanmu dan calon keponakanku"
"kamu kemari dengan kak gio.?"
"tidak mel, aku kemari sendiri. kak gio tadi bilang akan menemui kak varo"
"oh, apa suamimu itu sangat merindukan suamiku.? sampai-sampai saat dia pulang yang pertama kali ia cari adalah suamiku" ucap melati sambil terkekeh.
"haha mungkin bisa jadi seperti itu mel"
"kamu mau minum apa sar.? biar aku buatkan"
"tidak perlu repot-repot mel, tadi aku dibutik sudah minum"
"kamu pergi bekerja sar.?"
"tidak mel, aku hanya menjenguk sahabatmu yang telmi itu. dan aku sangat bersyukur karna dia bisa menyelesaikan semua pekerjaannya"
"kasihan sekali sahabatku satu itu"
"biarkan saja mel, biar sekalian belajar kerja cepat."
"super tega kamu sar"
*****
"sayang apa kamu capek.?"
"iya aku lelah sekali sayang"
*"dan ini semua karna ulahmu yang mengganggu tidurku kemarin malam"* gumam varo.
"biarkan aku pijitin kamu ya" ucap melati sembari mulai memijit tubuh suaminya.
*"tunggu-tunggu kenapa dia berubah menjadi sebaik ini, sudah jelas dia pasti ada maunya"*
"tidak perlu sayang, harusnya aku yang meminitmu. kan yang lagi hamil kamu, pasti yang lebih capek kamu"
"aku tidak capek kok yank"
"malam ini aku belum menyapa mereka" ujar varo sembari mendekatkan kepalanya keperut melati yang mulai membuncit.
__ADS_1
"hai kesayangan-kesayangan papa, kabar kalian hari ini bagaiman.? apa kalian merepotkan mama hari ini.?"
"dedek baik papa, dedek juga tidak menyusahkan mama" ucap melati sembari menirukan suara anak kecil.
"ah jagoan-jagoan papa memang pintar" ucap varo sembari menciumi perut melati.
"apa kamu ingin melakukan babymoon.?"
"tidak sayang. aku fikir itu kita lakukan nanti saja saat usia kandunganku menginjak 28 minggu kita baru akan melakukannya"
"baiklah, sekarang tidurlah ini sudah sangat malam"
"iya sayang"
varo segera merengkuh tubuh melati dan memasukkannya kedalam pelukannya.
******
"bro plis bantuin gue dong"
"gue harus bantu apa bim.?" ucap gio sembari masih fokus kepada laptopnya.
"bantuin gue buat ngeyakinin liyla kalau gie bener-bener udah berubah yo"
"trus gue harus giman.? ngedatangain liyla dan memohon-mohon padanya agar dia mau percaya kalau loe udah berubah.?"
"shitt ya nggak gitu jugalah yo"
"gue sendiri juga bingung yo, segala cara udah gue lakukan tapi liyla tak kunjung percaya"
"sabar, untuk membuktikan kepada seorang wanita kalau kita benar-benar mencintainya itu memang sulit"
"nyatanya kau dan varo sangat mudah"
"ya karna aku dan varo pria baik-baik"
"shit, maksud loe gue bukan pria yang baik yo"
"mungkin bisa jadi, dulu loekan waktu SMA suka sekali bercumbu dengan wanita ditoilet perempuan. jangan-jangan liyla pernah meihatmu melakukan hal menjijikkan itu"
"atau jangan-jangan iya yo, duh mati nih gue. pasti bakalan sangat sulit untuk mendapatkan hatinya. aku harus bagaimana.? kenapa ketika aku benar-benar suka sama seorang gadis malah ada saja halangannya"
"sabar itu semua ujian"
"ujian... ujian palalu"
"udah pulang sana, ini udah malam banget bim. gue mau tidur, kasihan binik gue tidur sendirian"
"ahh loe sama varo sama aja ya yo, sama-sama kurang ajar. udah deh jomblo pulang dulu, bye." ucap bima sembari pergi dari rumah gio.
******
pagi itu melati bangun tepat pukul 07.30
__ADS_1
"astaga aku kesingan"
"pagi sayang kamu udah bangun"
"iya sayang, aku kesiangan. maafkan aku ga karna tidak bisa menyiapkan baju kerjamu"
"tidak masalah yank"
"kenapa kamu jam segini belum mandi yank"
"aku sengaja tidak kekantor untuk menemanimu periksa."
"ah astaga, aku lupa kalau hari ini adalah jadwal periksa dedek yank"
"yasudah buruan mandi yank"
"iya sayang" ucap melati sembari menuju kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
sedangkan varo bergegas turun untuk mengambikan sarapan, dan membuatkan susu hamil untuk melati.
"sudah siap sayang.?"
"sudah yank, yuk berangkat"
"sarapan dulu yank"
"tapi suapin ya"
"iya"
dengan telaten varo menyuapi istrinya itu, porsi makan melati sekarang juga sudah mulai bertambah, mungkin saja karna kehamilannya juga sudah mulai membesar jadi porsi makannya juga ikut bertambah.
"sayang kalau aku gemuk apa kamu akan meninggalkanku.?" tanya melati
"tidak sayang, aku justru akan semakin senang. kalau badanmu berisi itu tanda kalau kamu mementingkan anak kita ketimbang body tubuh idealmu. dan aku akan senang karna istriku karna semakin berisi akan semakin menggoda" ucap varo tepat dibelakang tengkuk melati hingga membuat melati mulai meremang.
setelah selesai mereka segera menuju rumah sakit untuk periksa kandungan melati.
"ibu melati dan bapak varo" panggil seorang perawat ketika mereka sudah menunggu untuk beberapa puluh menit.
melati dan varo segera masuk kedalam ruangan dokter itu., untuk melakukan cek kehamilan dan melihat pertumbuhan mereka lewat monitor.
"janinnya sehat-sehat, kondisi ibunya juga setabil. tetap dipertahankan ya bu"
"iya dok"
"apa ibu dan bapak mau mendengar suara detak jantung dedek bayinya"
"boleh dok"
degg.... degg.... degg
melati dan varo dapat mendengar jelas detak jantung kedua anaknya saling bersaut-sautan hal itu sangat membuat melati dan varo sangat bahagia hingga tanpa terasa mata mereka sudah berkaca-kaca
__ADS_1