Melati Untuk Alvaro

Melati Untuk Alvaro
37


__ADS_3

"pagi sayang" ucap varo sembari mencium kening melati.


"pagi, kamu sudah bangun.?"


"sudah dari tadi karna aku kembali mual-mual seperti biasanya"


"aku buatkan wedang jahe ya"


"tidak perlu sayang tadi sudah dibuatkan mbak ika kok"


"kalau begitu aku akan memasakkan makanan untukmu"


"tidak perlu sayang. aku hari ini ingin makan bubur ayam sayang"


"yasudah aku suruh pak adi belikan untukmu ya"


"aku maunya makan ditempat, ayo bangun dan mandilah agar kita bisa cepat pergi sayang"


"iya baiklah" dengan segera melati bangun dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


"ayo aku sudah siap nih"


"aya bentar sayang"


"tadi kamu menyuruhku untuk buru-buru sekarang malah kamu santai-santai sembari main game, menyebalkan sekali" melati bergegas pergi kebawah mencari pak adi.


"mari non mobilnya sudah siap"


"sebentar pak masih menunggu varo. kenapa lama sekali ya dia"


tak lama orang yang ditunggu-tunggu pun datang, berjalan dengan mata masih fokus pada ponselnya.


"ayo cepat, keburu siang dan tukang buburnya tutup" dengan cepat melati menghampiri suaminya dan menarik tangannya.


"yah sayang game over kan"


"kamu tuh nyebelin banget sih, aku dan pak adi menunggumu lama. dan kamu malah asik-asikan main game"


"maaf yank, habis lagi seru-serunya sih"


"terserah"


"jangan marah dong yank"


melati hanya diam membisu rasanya ia malas berbicara dengan suaminya itu.


*"rasakan kamu anak nakal"* gumam pak adi sambil tersenyum.


"kenapa kau senyam-senyum.?"

__ADS_1


"tidak tuan muda. saya hanya ingat istri di kampung, kalau melihat tuan muda dan nona muda"


"hallah cari-cari alasa terus. bilang saja kau sedang mengutukku"


"tidak tuan, mana berani saya mengutuk tuan muda"


"awas saja kalau kau berani mengutukku, akan kupenggal kepalamu itu"


*"huh anak nakal ini, kenapa bisa nona melati betah punya suami menyebalkan seperti bocah ini"* gumam pak adi sembari menghembuskan nafas kasar.


"bang buburnya dua ya" ucap melati ketika mereka sudah sampai di tempat jualan bubur.


tak perlu menunggu lama pesanan mereka telah siap, dan varo segera melahap makanannya.


"pelan-pelan makannya yank"


"laper yank, dan ini enak banget" jawabnya sembari terus menyendok makanannya.


"satu lagi ya bang"


"kamu nambah lagi yank.?"


"iya memangnya kenapa.?"


"tidak apa-apa" melati begitu heran dengan suaminya, ini yang hamil dia tetapi justru suaminya yang selera makannya meningkat.


*****


"sayang ayo capet, nanti kita telat lagi"


"iya sebentar lagi"


"jangan cantik-cantik. aku tidak mau orang-orang melirikmu"


"sudah ayo berangkat, crewet sekali kamu ini" melati sangat kesal kepada suaminya itu, apa salahnya kalau ia berdandan cantik untuk menghadiri pernikahan sahabatnya itu.


setelah sampai dirumah sarah melati bergegas menyalami kedua orang tua sarah.


"yaampun mel mami kangen sekali denganmu" ucap maminya sarah sembari memeluk melati.


"melati juga kangen dengan mami, maaf ya mi melati jarang mengunjungi mami dan papi"


"tidak apa-apa mel yang penting kamu jaga kesehatan, dan jaga juga kandunganmu"


"iya mi"


"papi senang sekali waktu sarah bilang kamu hamil lagi mel, papi tidak sabar ingin segera menimang cucu. cucu papi nanti pasti banyak, ada anak sarah, anakmu, dan anaknya liyla"


"iya ya pi, mami juga sudah tidak sabar"

__ADS_1


"mami dan papi ingin cucu dariku, bagaimana caranya aku membuat.? sedangkan suami saja belum punya" ucap liyla yang baru saja datang dan bergabung bersama mereka.


"makanya cepet cari calon, tuh banyak cowok-cowok ganteng. masak nggak ada yang nyangkut di hatimu"


"ada kok mi, tuh orangnya lagi bareng suami mel" ucap melati sembari menunjuk kearah bima.


"ih mel apa-apaan sih bikin gosip aja. nggak usah dengerin melati mi, pi. melati mah orangnya agak-agak nggak waras setelah hamil"


"dih mana ada, aku masih sangat sehat ya"


"sudah-sudah jangan berdebat, acaranya mau dimulai nih" sarkas mami.


setelah acara ijab kabul selesai melati, liyla, dan sarah segera berfoto-foto untuk diunggah ke sosial media masing-masing.


"selamat ya sar akhirnya kamu dapat bersatu, dengan orang yang kamu cintai. semoga kamu bahagia selalu sahabatku" ucap melati sembari memeluk sarah.


"terimakasih mel"


"sahabatku sayang, akhirnya kamu jadi istri orang" ucap liyla sembari menghambur kepekukan sarah.


"ngapain loe nangis oncom.?"


"gue turut bahagia lihat loe bisa bersama kak gio sar"


"yaelah gue fikir loe nangis kenapa. atau jangan-jangan loe nangis karna masih jomblo sendiri ya"


"enak aja loe"


"haha dasar jomblo akut" ucap sarah sembari mengacak-acak rambut liyla.


"seru banget lagi bahas apa sih.?"


"ini loh sayang si liyla. masak yang nikah kita, yang nangis dia, jangan-jangan dia nangis karna kak bima nggak buru-buru ngasih dia kepastian lagi"


"bener juga tuh bim yang dibilang binik gue. cepetan kasih kepastian dong anak orang, jangan digantung mulu"


"crewet sekali kau ini"


"diambil orang baru tau rasa loe"


"jangan dong. lagian masak loe mau sih la sama cowok selain gue"


"maulah"


"yaTuhan, liyla loe tega bener sama gue"


"makanya cepetan lamar, biar jelas hubungan kalian itu. apa loe nggak pengen kayak gue sama bima, punya istri. tidur ada yang dikelonin, semua kebutuhan ada yang nyiapin, makan pun disuapi" ujar varo sambari memeluk pinggang melati.


"iya gue juga udah nggak sabar nunggu malam" ucap gio sembari memeluk sarah

__ADS_1


"gila kalian, nggak kasian gue yang belum resmi ini apa"


"nggak, ngapain juga kasihan sama orang macam loe bim" ucal varo dan gio bersamaan.


__ADS_2