Melati Untuk Alvaro

Melati Untuk Alvaro
42


__ADS_3

takterasa kehamilan melati kini sudah mengijak usia 32 minggu. kondisi janinnyapun juga sangat sehat, kedua bayinya begitu sangat aktif didalam sana, terkadang ia merasa perutnya sakit ketika sang buah hati tengah aktif menendang-nendang seolah-olah sedang bermain bola didalam sana.


"sayang apa kamu yakin kita tidak akan melakukan babymoon.?"


"tidak perlu sayang, yang terpenting adalah anak kita bisa lahir dengan keadaan sehat, itu sudah cukup untukku"


"baiklah, aku nurut saja lah"


"sayang, bagaimana perkembangan hubungan kak bima dan liyla. apa liyla sudah mau menerima kak bima.?"


"belum sayang, sampai sekarang liyla masih saja tidak mau memberikan bima kesempatan"


"biarkan besok aku menemuinya, liyla anaknya memang agak keras kepala"


"kamu mau bekerja.?"


"tidak sayang, aku hanya mau tilik butik dan mau membujuk sikepala batu itu agar mau menerima kak bima"


"apa kamu yakin yank, kalau liyla mau mendengarkan omonganmu"


"kamu tenang saja sayang, meskipun liyla anaknya sangat keras kepala, tapi kalau yang menasehatinya adalah aku, sudah pasti dia akan mendengarkannya"


"sarah saja tidak berhasil yank"


"jangan disamakan dong, jelas beda. liyla dan sarah mah sering berantemnya, jadi percuma saja kalau sarah yang membujuknya. sudah pasti sarah akan didebat mati-matian oleh liyla"


"aku doakan semoga kamu berhasil membujuknya sayang"


"amin, kalau doa suamiku ini menyertaiku sudah pasti aku akan berhasil"


"yasudah ayo tidur sayang"


"iya yank"


karna perutnya yang membuncit membuat melati tidak bisa tidur dengan leluasa, dan posisi miring adalah posisi yang ternyaman bagi dirinya.


*******


"sayang apa kamu yakin menyuruhku berangkat kekantor.? tapi aku ingin mengatarmu pulang dulu"


"tidak sayang, kamu pergilah. tanggung jawabmu sebagai seorang atasan lebih penting yank"


"tapi kamu bagaimana yank"


"kamu tidak perlu menghawatirkan diriku, nanti aku bisa hubungi pak adi untuk menjemputku"

__ADS_1


"tapi kamu janji sama aku jangan sampai kecapean"


"tidak akan sayang, aku kemari hanya ingin mencari liyla, bukan untuk membersihkan seluruh butikku. akan kupastikan aku tidak akan kecapean sayang"


"yasudah aku pergi dulu"


"hati-hati sayang"


setelah dirasa mobil yang ditumpangi varo tidak terlihat lagi melati segera masuk kedalam butik.


"mbak mel datang untuk bekerja lagi.? tapi kondisi mbak mel kan sedang hamil tua"


"tidak elly aku hanya mau tilik butik saja, rasanya aku rindu suasa butik. sudah lama sekali aku tidak kemari. apa sarah dan liyla ada diruangan mereka.?"


"mbak liyla ada mbak, kalau mbak sarah sih tadi katanya mau menemui mbak tutik dulu"


"baiklah kamu lanjutkan pekerjaanmu elly, aku mau keatas menemui liyla"


"baik mbak mel"


melati segera menaiki anak tangga itu satu persatu untuk menuju ruangan liyla.


tokk.... tokk.... tokk


"masuk"


"mel kau kemari.?"


"iya. aku merindukanmu dan sarah"


"biasanyakan aku dan sarah selalu kerumah mel"


"iya tapi aku mau sekalian tilik butik la"


"ah baiklah, tapi kamu jangan sampai kecapean nanti aku bisa-bisa dimarahi sama suami galakmu itu"


"hahaha kenapa kamu takut sekali sama varo sih la"


"bagaimana aku tidak takut, kak varo benar-benar sangat galak mel"


"lalu apa kau juga takut dengan kak bima"


"tidak sama sekali"


"lalu kenapa kamu tidak mau memberkannya kesempatan.?"

__ADS_1


"kamukan tau mel, bagaimana playboynya dia"


"la aku tau kalau kak bima sudah berubah, berilah dia kesempatan la. dia begitu mencintaimu"


"aku takut kalau dia akan mengecewakanku mel"


"kamu belum mencobanya la. dan bagaimana kamu bisa bilang seperti itu, sedangkan kamu sendiri tidak mau mencobanya"


"entahlah mel, sebenarnya aku sangat mencintainya. tapi mengingat kebiasaannya yang selalu melukai hati wanita, itu membuatku tidak yakin terhadapnya"


"beri dia kesempatan untuk membuktikan la, semua orang berhak diberi kesempatan bukan"


"kau benar mel, baiklah aku akan memberinya kesempatan"


"nah gitu dong, itu baru sahabatku"


*********


"sayang bagaimana liyla.?"


"aku sudah mengajaknya bicara, dan dia mau memberi kesempatan kak bima. sekarang tinggal tugas kalian para pria"


"baiklah, aku dan gio akan segera mengatur semuanya. semoga saja kali ini bima benar-benar sudah berubah"


"semoga saja sayang"


"tapi aku masih sangat heran kenapa dia bisa menurut sekali denganmu yank, padahal sarah sudah berulang kali membujuknya, tapi tidak pernah berhasil"


"jelas saja liyla menurut kepadaku aku punya suami yang super galak sih"


"apa iya aku ini galak"


"apa kamu tidak sadar kalau dirimu sangat galak dan menyebalkan ?"


"tidak"


"semua orang yang melihatmu juga akan bilang kalau kamu itu galak sayang, untung saja ketolong dengan wajah tampanmu itu"


"jadi kamu mengakuikan kalau suamimu ini tampan.?"


"iyalah mr.narsis"


"aku tidak narsis, orang kamu sendiri tadi yang mengatakan bahwa aku tampan"


"terserah kamu saja, ayo kita tidur. aku sudah sangat mengantuk sekali"

__ADS_1


"baiklah tuan putri" ucap varo sembari memeluk erat tubuh melati dari belakang.


__ADS_2