Melati Untuk Alvaro

Melati Untuk Alvaro
54


__ADS_3

"papi kenapa mami lama sekali, tau gitu abang ikut biar bisa bantu mami bawa belanjaan"


"mamimu sedang mencari oleh-oleh nak, makanya lama"


"kau harus memaklumi al para wanita kalau sudah belanja memang suka lama, nanti kalau kau sudah besar kau akan merasakan bagaimana lamanya menemani istrimu belanja" ucap bima


"kalau istriku berani lama-lama ketika belanja, maka al akan potong uang bulanannya"


"kau ini ada-ada saja al" ucap gio sembari mengacak gemas rambut al.


"kalau gitu billa nggak mau jadi istri kakak al"


"memangnya siapa yang mau menikah denganmu bocah" ucap al sembari menatap tajam billa.


"billa juga tidak mau menikah dengan pria galak seperti kakak al"


"kalau gisa mau tidak dengan kakak al?" tanya bima


"gisa mau, kata mama cinta itu tidak memandang apapun papa bima"


"wah kau benar-benar hebat gisa, papa bima bangga padamu"


"tapi al juga tidak mau dengan gisa"


"itu karna kalian masih sama-sama kecil, nanti kalau sudah besar kalian sama-sama jatuh cinta dan kalian menikah kan tidak ada yang tau" ucap gio.


"pokoknya al tidak mau papa gio, al tidak mau punya istri crewet seperti gisa ataupun billa"


"lalu yang kau mau seperti apa?"


"seperti alice, yang manja, anggun, dan lemah lembut"


"abang ingin punya istri sepertiku, kalau begitu aku saja bang"


"mana mungkin kau ini adikku, dasar bodoh"


"akukan hanya menawarkan diri bang, barang kali kita bisa menikah"


"kalian tidak bisa menikah dedek. abang dan juga dedek itu satu ayah dan satu ibu, kalian memiliki darah yang sama, maka dari itu saudara sekandung tidak boleh menikah"


"seperti itu ya papi"


"iya sayangnya papi"


"ngobrolin apa sih kenapa seru sekali kelihatannya?" tanya melati yang baru saja datang bersama sarah dan juga liyla.


"ini mami abang bilang abang tidak mau punya istri seperti gisa dan billa karna abang bilang mereka crewet sekali, dan abang bilang nanti ketika sudah besar ingin memiliki istri seperti dedek"


"pasti kalian yang mengajari anakku yang tidak-tidak" ucap melati sembari menatap tajam kearah varo, gio, dan juga bima.


"eh mel mana ada aku. bima tuh" jawab gio


"kau ini kenapa harus aku sih"


"memang tadi kau yang memulainya bim"


"jangan bahas-bahas pernikahan lagi dengan anakku, anakku masih terlalu kecil untuk mengerti tentang itu"


"baiklah mel, maafkan kami" ucap bima


"untuk kali ini masih ada maaf, lain kali tidak akan ada maaf lagi"


"teganya dirimu mel"


"biarkan terserah aku dong, lagian siapa suruh bahas pernikahan dengan anakku yang masih begitu kecil ini"


"kau sudah selesai belanjanya yank?" tanya varo


"sudah sayang, semuanya sudah beres"


"apa kita jadi pulang besok?" tanya liyla.

__ADS_1


"iya sayang kita pulang besok" jawab bima.


"yah padahal aku masih ingin disini sayang"


"kalau kau ingin disini ya disini saja, aku, istri, dan anak-anakku akan tetap pulang. aku tidak mau anak-anakku ketinggalan pelajaran" ucap varo dengan galaknya.


"sayang kita nambah ya liburannya"


"tidak, kalau kau masih ingin disini ya disini saja. aku dan billa akan pulang, billa juga perlu sekolah"


"kenapa kau jadi menyebalkan seperti kak varo"


"kau bilang apa barusan? aku menyebalkan" ucap varo sembari menatap tajam liyla hingga membuat liyla menunduk dan tak berani mengangkat wajahnya.


"sayang sudahlah ayo kita kekamar" ucap melati sembari menarik tangan varo agar mau ikut dengannya kedalam kamar.


********


pagi ini mereka semua nampak sibuk mengemas semua barang-barang milik mereka, karna nanti pesawat mereka akan berangkat pukul 10.00.


"sayang apa semuanya sudah?" tanya varo


"sudah sayang, semuanya sudah beres. punya anak-anak juga sudah beres"


"istriku ini memang paling bisa diandalkan"


"sayang kapan kita bisa kesini lagi?"


"kita akan kesini kalau anak-anak libur sekolah"


"kamu berjanji?"


"ya aku berjanji sayang"


"terimakasih sayang"


"iya sayang sama-sama. yasudah ayo kita segera berangkat, nanti ketinggalan pesawat lagi"


setelah selesai berkemas mereka semua segera menuju kebandara karna jam sudah mununjukkan pukul 08.40


"akhirnya kita pulang juga, al sudah sangat rindu motor al"


"apa abang tidak senang liburan?" tanya melati.


"abang lebih senang dirumah mi ketimbang liburan malah jagain dedek, gisa, dan juga billa"


"itu memang sudah menjadi tugas abang untuk menjaga adik-adiknya"


"tapi adik abang cuma dedek mi"


"akan tetapi gisa dan billa juga adik abang"


"iya deh terserah ibu negara saja" ucap al sembari mencebikkan bibirnya.


setelah mereka sampai dibandara mereka segera melakukan Boarding Pass, dan check in. setelah itu mereka semua segera masuk kedalam pesawat mereka karna pesawat yang mereka tumpangi sebentar lagi akan lepas landas.


setelah menempuh perjalanan hampir dua jam akhirnya mereka sampai juga dibandara suekarno hatta.


"yey akhirnya sampai jakarta lagi. abang nanti kita naik motor keliling kompleks ya"


"iya dedek, tapi kau harus istirahat dulu supaya tidak kecapean oke"


"siap abang"


"sudah ayo pulang, kakek adi sudah menunggu didepan"


"yey ayo abang kita temui kakek adi. dedek rindu kakek adi" ucap alice sembari menarik tangan al.


"kakek adi" ucap al dan alice bersamaan ketika melihat pak adi, kedu bocah itu segera memeluk pak adi.


"tuan muda, dan nona muda apa kabar? kakek kangen sama kalian berdua, rumah kalau tidak ada tuan muda dan nona muda rasanya sepi sekali"

__ADS_1


"kami juga kangen sama kakek adi" ucap al


"sudah-sudah kangen-kangennannya dirumah saja, ayo sekarang kita pulang"


"iya papi"


mereka semua segera kembali kerumah masing-masing. disepanjang perjalanan tak henti-hentinya alice menceritakan liburannya kepada pak adi.


"nona muda senang berlibur?"


"sangat suka pak, tapi abang tidak suka"


"kenapa tuan muda tidak suka berlibur?"


"itu karna ada gisa dan juga billa kek, abang bilang gisa dan billa crewet jadi abang tidak suka"


"tuan muda ini ada-ada saja"


"al mewarisi sifatku pak, dia tidak suka dengan hal yang berbau ramai"


"ya tuan benar, dulu tuan juga seperti taun al waktu masih kecil"


"benarkah papi mirip denganku waktu masih kecil kek?"


"iya tuan muda, sangat mirip"


"apa papi juga setampan diriku kek?"


"tentu saja tuan muda, dulu papinya tuan muda juga sangat tampan seperti tuan muda"


"yey akhirnya sampai rumah" seru alice dengan sangat antusias.


mereka semua segera turun sedangkan varo membantu pak adi menurunkan semua barang-barang miliknya dan juga milik anak-anaknya.


alice segera menuju kamarnya untuk segera beristirahat, karna sesuai janji al tadi seusai istirahat al akan mengajak alice keliling kompleks naik motor. dan tepat pukul 16.00 alice pun terbangun.


"astaga kenapa aku tidur lama sekali" gumamnya sembari bangkit dari tidurnya dan segera mencari abang al.


"abang,,,,,,, abang,,,,,, abang" teriaknya mencari keberadaan abang al.


"ada apa sih dek?"


"ayo kita naik motor keliling kompleks"


"mandi dulu sana, abang saja sudah mandi. abang tidak mau membonceng gadis yang masih ileran"


"yasudah dedek mandi dulu, abang tunggu sebentar ya"


"iya, jangan lama-lama mandinya"


"iya abang"


setelah hampir 15 menit menunggu akhirnya alice sudah tampak rapi dan wangi.


"abang ayo"


"iya"


abang al pun segera memacu motornya untuk mengelilingi kompleks perumahan mereka.


"abang kita sudah seperti sepasang kekasih saja kalau seperti ini"


"kekasih palamu"


"hehe abang ini tidak bisa apa diajak bercanda sedikit saja"


"memang tidak bisa"


"abang itu tampan, tapi jangan dingin. nanti abang akan terlihat galak seperti papi, itu sangat menyeramkan abang"


"biarkan saja"

__ADS_1


"hih abang menyebalkan" ucap alice sembari mencebikkan bibirnya.


__ADS_2