Melati Untuk Alvaro

Melati Untuk Alvaro
38


__ADS_3

"sayang aku bosan dirumah terus"


"lalu kamu mau apa.?"


"aku ikut kamu kerja ya"


"tidak boleh, kamu dirumah saja"


"ayolah sayang, boleh ya. aku sangat bosan"


"bagaimana kalau kamu kuantar kerumah mama dan papa. nanti setelah pulang kerja aku akan menjenputmu"


"tidak mau, pokoknya aku ingin ikut kamu kerja"


"aku bilang tidak, ya tidak kamu mengerti tidak sih mel" bentak varo.


"kenapa kamu jadi membentakku hikss,,, hikss" hati melati begitu sakit ketika varo membentak dirinya seperti itu.


*"aduh kenapa aku membentaknya, diakan sedang hamil. dan ibu hamil itu sensitif sekali"* gumam varo dalam hati.


"maafkan aku sayang, aku tidak bermaksud membentakmu, baiklah kamj boleh ikutku bekerja"


"serius.?"


"iya sayang"


"makasih sayang" melati segera memeluk suaminya dan menciumi pipi varo secara bertubi-tubi.


*"tadi nangis-nangis sekarang ketawa-ketawa kegirangan seperti ini, pusing sekali aku menghadapi orang hamil. cepatlah keluar nak agar papamu ini tidak disiksa terus-terusan oleh mamamu"


disepanjang perjalanan menuju kantor melati terus saja bernyanyi mengikuti alunan musik yang tengah ia putar.


*Aku ingin engkau selalu


Hadir dan temani aku


Di setiap langkah yang meyakiniku


Kau tercipta untukku


Sepanjang hidupku


Aku ingin engkau selalu


Hadir dan temani aku


Di setiap langkah yang meyakiniku


Kau tercipta untukku


Meski waktu akan mampu


Memanggil seluruh ragaku


Ku ingin kau tahu


Ku selalu milikmu


Yang mencintaimu


Sepanjang hidupku


Aku ingin engkau selalu


Hadir dan temani aku


Di setiap langkah yang meyakiniku


Kau tercipta untukku*


Meski waktu akan mampu


Memanggil seluruh ragaku


Ku ingin kau tahu


Ku selalu milikmu

__ADS_1


Yang mencintaimu


ya lagu itu adalah lagu dari ungu yang berjudul tercipta untukku. varo hanya bisa tersenyum melihat istrinya, dia pun turut bahagia melihat istrinya bisa seceria itu.


"kenapa kamu selalu mengulang-ulang lagu ini sayang.?"


"ya karna aku menyukainya"


"apa bagusnya.?"


"ah kamu memang payah, tidak bisa menghayati sebuah lagu" ucap melati sembari mengerucutkan bibirnya. sedangkan varo hanya bisa terkekeh karna gemas melihat tingkah istrinya itu.


"akhirnya sampai juga, ayo turun sayang"


varo dan melati bergegas keluar dari dalam mobil, dan menuju keruangan varo. banyak sekali karyawan mereka yang menyapanya disepanjang jalan menuju keruangan varo.


"sayang kamu tunggu disini dulu ya, aku ada rapat penting"


"jangan lama-lama ya sayang"


"tidak, hanya sebentar saja sayang"


hanya tinggal melati seorang diri diruangan itu, 5 menit, 20 menit, 30 menit, 1 jam, hingga 2 jam pun sudah berlalu namun varo tak kunjung kembali.


"lama sekali, katanya hanya sebentar. huh tau gitu tadi aku ikut mama dan kakek saja, varo menyebalkan sekali"



"hai sayang, nunggu lama ya"


"sudah tau pakai nanya"


"maaf sayang rapatnya jadi lama, karna mereka semua tidak becus kerjanya"


"bukan mereka yang nggak becus kerja, tapi kamu yang terlalu galak. makannya mereka takut kepadamu" sarkas melati


"kenapa kamu mengatakanku galak"


"memang kenyataannya seperti itu"


"iya deh terserah kamu saja"


"sayang aku ngantuk"


"tidurlah dikamar pribadiku"


"aku mau kau temani"


"tapi aku harus bekerja yank"


"tapi aku mau tidur ditemani kamu" ucap melati sembari mengangkat bibir bawahnya.


*"aduh manja sekali dia hari ini"*


"baiklah apa kata tuan putri saja"


"kamu nggak ikhlas ya menemaniku.?"


"ikhlas kok yank"


"kau tidak usah menemaniku, aku mau tidur sendiri saja. percuma saja kamu menemaniku tapi kalau tidak ikhlas" ucap melati sembari pergi keruang pribadi varo.


"ahh susah sekali kalau berhadapan dengan ibu hamil, untung istri sendiri. kalau tidak sudah kuapakan kau" gumam varo sembari mengacak kasar wajahnya.


kringg... kringg... kringg


dering ponsel varo menandakan ada panggilan masuk


*"gio, ada apa anak ini. bukannya masih honeymoon"*


"halo yo, ada apa.?"


"varo besok kau gantikan aku miting dengan client asal bangkok ya"


"kenapa harus aku.?"


"karna si kampret bima sedang liburan ke swiss"

__ADS_1


"sialan tuh anak. trus loe kapan pulang.?"


"belum tau, kenapa memangnya.? kau merindukannku.?"


"dih jijik sekali, dari pada aku merindukanmu mending aku merindukan istrimu"


"sialan loe"


"bercanda yo. habisnya loe honeymoon sudah hampir satu bulan tapi nggak balik-balik mau bikin anak dua lusin loe.?"


"iya dong. yaudah ya, gue mau enak-enak dulu. bye sahabatku sayang" ucap gio sembari mengakhiri panggilannya.


"shit menyebalkan sekali"


**********


"sayang kamu masih marah kepadaku.?" tanya varo, namun melati hanya diam saja dan tak menggubris perkataan varo.


"sayang ngomong dong jangan diam saja, dari tadi siang kau mendiamkanku terus"


"berisik, aku mau tidur" ucap melati sembari terus memunggungi varo.


varo seger berbaring dan melingkarkan tangannya ketubuh melati.


"jangan memelukku, aku risih. sana jauh-jauh sana"


*"astaga bahkan dia marah selama ini hanya gara-gara masalah sepele. menyebalkan sekali"*


malam itu varo terpaksa tidur berjauhan dari istrinya sesuai dengan kemauan melati.


********


pagi-pagi sekali varo sudah berangkat kekantor untuk menggantikan gio, miting dengan client asal bangkok. miting itu diadakan di bandung, jadi dia harus berangkat pagi sekali agar tidak terlambat.


"sayang aku berangkat kerja dulu ya" pamit varo sembari mencium kening melati yang masih tidur lelap.


tepat pukul 07.00 melati terbangun dari tidurnya. ia bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


"kemana varo pagi-pagi seperti ini.? mungkin dia sedang berolahraga"


melati segera turun menuju dapur untuk membantu bik siti memasak sarapan.


"ada yang bisa kubantu bik.?"


"tidak nona semuanya sudah selesai" ucap bik siti sembari menyusun makanan dimeja makan.


"apa bibik tau varo dimana.?"


"tuan muda sudah berangkat kerja sekitar 2 jam lalu non"


"mau kemana dulu dia, kenapa kerja sepagi itu"


"maaf bibik juga kurang tau non, bibik permisi dulu"


"iya bik"


*" kenapa dia tidak pamit kepadaku, atau jangan-jangan dia ada main gila dengan wanita lain. awas saja ya kamukalau sampai ketauan selingkuh, akan ku potong adik kecilmu itu"* gumam melati dalam hati.


"mel kenapa kamu melamun seperti itu.?"


"tidak kek, mel nggak kenapa-kenapa kok" ucap melati sambil tersenyum.


"loh kamu kok sendiri sayang, suamimu mana.?"


"kata bibik varo sudah berangkat ma"


"mau kemana anak itu, kenapa berangkat pagi sekali"


"entahlah ma, mel juga nggak tau. dia juga nggak pamit sama mel"


"ya sudah makanlah sayang, jangan terlalu memikirkan bicak nakal itu"


"iya ma"


setelah selesai makan melati segera kembali kekamarnya. ia meraih ponselnya, berharap varo memberinya kabar. dan benar saja ada satu pesan masuk dari suaminya itu.


suami ❤️:

__ADS_1


sayang aku pergi kerja dulu ya. maaf aku tidak membangunkanmu, habisnya kamu tidurnya nyenyak sekali. hari ini aku harus kebandung untuk menggantikan gio miting dengan client dari bangkok. kamu baik-baik dirumah jangan lupa makan, dan minum vitaminmu. i love you 😘


"dia kebandung tapi kemarin diam saja dan tak bicara apa-apa padaku. menyebalkan sekali"


__ADS_2