Melati Untuk Alvaro

Melati Untuk Alvaro
46


__ADS_3

"sayang bangunlah abang dan dedek nangis"


"ini jam berapa yank.?"


"jam 1 dini hari"


"astaga aku mengantuk sekali yank"


"jadi kamu lebih mementingkan tidur dari pada mengurus anak-anakmu.?"


"tidak sayang, ayo kita kekamar sikecil"


"aduh sayangnya mami, kenapa menangis sayang.? apa abang dan dedek haus"


"ini dedek gimana yank.?"


"kamu buat susu yank, karna aku tidak mungkin menyusui langsung dua sekaligus"


"iya yank"


"apa kamu bisa.?"


"bisa yank, tadi sore sudah diajari oleh mama" ucap varo sembari masih sibuk membuat susu.


"sayang apa tidak lebih baik kita bawa abang dan dedek kekamar kita supaya kita lebih gampang memantau mereka berdua"


"tidak perlu yank. besok baby sister abang dan dedek sudah datang"


"kamu sudah mendapatkan baby sister untuk mereka.? apa kau yakin mereka bisa menjaga abang dan dedek"


"kau tenang saja, aku mencari mereka yang sudah profesional"


"ah baiklah, aku nurut kamu saja gimana baiknya"


"lalu kenapa kau tidur disitu.?"


"aku memang sengaja agar aku gampang memantau mereka"


"lalu aku.?"


"kembalilah kekamar sayang"


"kau tega menyuruhku tidur sendiri.? aku tidur bersamamu ya"


"yasudah sini"


"yes, terimakasih sayang" ucap varo sembari merebahkan diri disamping melati.


"tidurlah besok kau harus pergi bekerja sayang"


"iya sayang"


tepat pukul 06.30 melati membangunkan varo dan menyuruhnya untuk segera bersiap-siap berangkat kekantor.


"sayang bangun, cepat mandi, ini sudah siang"


"iya sayang"


"mbak ayo kita bawa abang dan dedek berjemur"


"baik non"


melati dan mbak ika pun segera membawa kedua bayi kembar itu, ketaman belakang untuk berjemur.


"unchh anak mami senengnya berjemur, hangat ya sayang.?"


"dedek cantik sekali non, dan abang pun begitu tampan"


"iya bik, untung mereka meniru papinya mukan meniru diriku"


"kenapa non mel ngomong gitu?"


"kalau mereka meniru genku pasti akan sangat buruk rupa sepertiku mbak"


"non mel ini bilang apa. non mel sangat cantik dan tuan muda juga sangat tampan. itu perpaduan yang pas non"


"mbak ika bisa saja"


"non mel maaf ini kedua baby sister abang dan dedek sudah datang" ucap bik siti yang baru saja datang dengan dua orang wanita.


"oh iya, makasih bik"


"iya non, bibik kembali lagi kedalam ya non"


"iya bik"


"mbaknya namanya siapa.?"

__ADS_1


"saya novi buk, dan ini adik saya nia"


"mbak novi dan mbak nia usianya berapa.?"


"saya 28 buk, sedangkan adik saya 25"


"owh iya. ini anak saya yang akan kalian rawat"


"masyaAllah cantik dan tampan buk" ucap nia dengan suara cemprengnya.


"ini mana yang kakaknya buk.?" tanya novi


"baby al adalah abang, sedang baby alice adalah adik"


"nama yang cantik secantik wajahnya, saya yakin buk nanti kalau dedek alice sudah besar pasti banyak yang suka. pasti sama kayak ibuk cantiknya"


"kamu bisa saja mbak"


"saya beneran buk, ini dedek alice sangat cantik"


"sayang" panggil varo.


"iya sayang ada apa.?"


"aku berangkat kerja dulu ya, kamu jangan lupa sarapan"


"iya sayang"


"masyaAllah kenapa didunia seperti ini ada bidadari dan bidadara yang menikah"


"nia jaga ucapanmu" ucap novi sembari membekap mulut nia.


"maaf ya pak, buk adik saya ini memang orangnya crewet sekali"


"tidak apa-apa mbak novi, mbak nia ini sungguh lucu"


"tuh dengerin kata ibuk mbak, aku ini lucu bukan crewet"


"kau diamlah"


"kenapa aku jadi melihat kalian berdua bertengkar. aku membayar kalian disini untuk menjaga anakku, bukannya malah bertengkar" sarkas varo.


"maaf pak" ucap novi dan nia bersamaan.


varo hanya menatap tajam kepada dua baby sister itu sebelum ia akhirnya memutuskan untuk pergi.


"bapak galak sekali buk, ganteng sih tapi galak"


"maaf buk, saya suka kelepasan"


"tidak apa-apa mbak. suamiku memang seperti itu, tapi dia sebenarnya orang yang baik kok"


"iya buk"


*******


"sar, apa kau tak merindukan sikembar"


"iya kemarin aku tidak menjenguknya, karna aku sangat lelah"


"ayo nanti kitas kerumah melati, aku belum melihat mereka setelah aku pulang honeymoon"


"jadi kau menunda honeymoon, karna kangen sikembar.?"


"iya. mereka cantik, dan tampan sar. aku jadi ingin punya bayi sendiri. kalau kamu apa tidak ingin sar.?"


"ah, iya la aku juga sangat ingin. dua bayi kembar itu membuatku juga ingin lekas memiliki momongan"


"yasudah nanti kita kesana ya. kebetulan aku ada oleh-oleh untuk mereka"


"oke siap"


"aku kembali kerunganku ya"


"iya kembalilah sana"


jam menunjukkan pukul 17.00 liyla dan sarah pun bergegas pergi kerumah melati seperti kesepakatan mereka tadi siang.


ting.... tong.... ting.... tong


"non liyla, non sarah. silahkan masuk non, non melati ada dikamar anak-anak" ucap bik siti.


"kami keatas dulu ya bik"


"iya silahkan non"


sarah dan lilya segera naik keatas dan langsung menuju kamar baby al ,dan baby alice.

__ADS_1


"hay al, alice kesayangannya tante"


"sarah, liyla kau kemari.?"


"pertanyaanmu bodoh sekali, kalau kami disini ya berarti kami datang kemari. kenapa sekarang kau ketularan liyla"


"lalu liyla kapan kembali dari honeymoon.?"


"kemarin mel, kupersingkat honeymoonku karna aku merindukan al dan juga alice"


"astaga kasihan sekali kak bima"


"biarkan saja, dia orang yang pengertian kok mel"


"tetap saja kau tidak boleh seperti itu kepada suamimu"


"suamiku saja tidak protes, kenapa kau dan sarah yang memprotesku. kemarin sarah, dan sekarang dirimu. sungguh menyebalkan sekali"


"kau lihatkan mel bagaimana sahabatmu ini"


"sudah-sudah nanti anakku bisa bangun kalau kalian berisik"


"maaf mel" ucap liyla sembari menciumi pipi gembul alice.


"hey kalian berdua, ngapain disini.?"


"astaga kak varo sudah pulang" ucap liyla sembari berlari kearah melati.


"kami kangen al, dan alice kak"


"oh. lalu kenapa temanmu satu itu bersembunyi dibelakang istriku"


"jangan hiraukan dia kak, dia memang agak tidak waras"


"sialan aku waras sarah"


"lalu kenapa kau bersembunyi dibelakang melati.?"


"habis kak varo tatapannya mematikan"


"mataku memang seperti ini, apa kau tidak suka?"


"su suka kok kak" jawab liyla tergagap


"sayang lihatlah, temanmu satu itu ternyata diam-diam menyukaiku"


"apa benar seperti itu la.?" tanya melati sembari menatap tajam liyla.


"ti tidak mel, aku hanya mencintai suamiku. sungguh" ucap liyla sembari menunduk dan ketakutan.


tak lama mereka semua yang berada dalam ruangan itu tertawa melihat liyla yang seperti itu.


"kenapa kalian tertawa.?"


"astaga dasar bodoh. bagaimana bisa bima mencintaimu"


"kami hanya bercanda la, kenapa kau anggap serius"


"aku fikir kau akan marah padaku mel, karna benar-benar menganggapku suka kepada kak varo"


"tidak la. lagian mana mungkin kau mencintai suamiku yang galak itu"


"iya kau benar sekali mel. mana mungkin aku mencintai pria galak seperti kak varo, meskipun diberi seribu pria seperti kak varo, aku tidak akan pernah mau"


"bilang apa kau barusan"


"eh ti tidak kak, aku hanya bercanda saja"


"sudahlah aku mau mandi saja, bisa ikut-ikutan gila aku jika terus berada didekatmu" ucap varo sembari pergi meninggalkan kamar anak-anaknya.


"lihatlah mel, suamimu sungguh menyebalkan"


"kaupun sama saja"


"terus saja aku yang kau salahkan"


"sudah diamlah berisik sekali dari tadi"


"iya aku diam nyonya gio yang terhormat"


"apa ibuk dan teman-teman ibuk sering reperti ini.?" tanya nia


"iya mbak, kami sedari SMA memang seperti ini"


"seru sekali"


"iya apa lagi kedua sahabatku ini menikah dengan sahabat suamiku"

__ADS_1


"wah pasti tambah seru tuh buk"


"iya memang"


__ADS_2