Melati Untuk Alvaro

Melati Untuk Alvaro
48


__ADS_3

6 tahun kemudian.


alvian dan juga alice kini telah tumbuh menjadi anak yang sangat baik dan juga pintar. bahkan al selalu berusaha menjaga alice dalam situasi apapun. bahkan ia tak akan segan untuk memukul siapapun yang mengganggu saudari kembarnya itu.


"abang, dedek ayo sarapan dulu sayang"


"iya mami" jawab al dan alice bersamaan.


"mami alice ingin selai strawberry"


"oke, kalau abang mau apa.?"


"al apa saja mami"


"baik. bagaimana dengan sekolah kalian minggu ini?"


"semuanya baik-baik saja mami"


"apa kau masih suka berantem"


"tidak mi, karna sekarang sudah tidak ada lagi yang mengganggu adikku"


"mami tenang saja, abang sudah tidak berantem lagi kok. alice sekarang selalu jagain abang" ucap gadis kecil itu dengan sangat manja.


"oke mami percaya anak-anak mami pasti menjadi anak-anak yang baik"


"selamat pagi kesayangannya papi" ucap varo yang baru saja selesai olahraga pagi.


"morning papi" jawab alice


"kenapa abang tidak membalas sapaan papi?" tanya melati.


"abang masih sebel sama papi, masak abang minta motor nggak dibelikan"


"kata siapa? papi sudah belikan kok" bela varo


"lalu mana motornya?"


"habiskan dulu sarapannya, papi mandi dulu nanti papi akan kasih tunjuk kepadamu"


varo bergegas pergi kekamar dan menghubungi vani sekertarisnya untuk segera membelikan motor untuk al dan harus sampai dalam waktu 30 menit.


"aku benar-benar lupa, kalau aku tidak buru-buru membelikan motor itu pasti abang akan marah terus kepadaku"


"sayang kamu pasti lupa ya?" tanya melati yang baru saja masuk kedalam kamar mereka.


"iya sayang, tapi aku sudah menyuruh vani untuk segera membelikannya untuk abang"


"syukurlah, kalau tidak bisa ngambek terus anak perjaka kita"


"iya sayang, yasudah aku mandi dulu ya"


"iya sayang"


"mami. papi mana?"


"papi sedang mandi bang, kenapa memangnya"


"al mau menunggu papi disini, al pokoknya mau nagih motor kepada papi" ucapnya sembari meletakkan tangannya diatas perut.


"papi sudah membelikannya untukmu bang, tunggulah diluar kasihan dedek main sendirian"


"mami saja yang bermain dengan alice, pokoknya al mau menunggu papi"


"baiklah mami akan bermain dengan dedek" ucap melati sembari pergi kebawah menemui alice.


"sayang, kau sedang bermain apa?"


"alice ingin menggambar mi, tapi alice sedang menunggu abang, abang kemana? kenapa tidak turun-turun"


"abang sedang menunggu papi, dia sedang merajuk karna papi tidak membelikannya motor"


"abang kebanyakan gaya minta motor segala. kalau begitu ayo kita bermain ditaman belakang mami"


"ayo"


"mami ambillah gambarku"


"baiklah tuan putri"


melati pun mengambil beberapa jepret foto alice, setelah selesai ia segera menunjukkan hasilnya kepada alice.

__ADS_1


"coba kau lihat, bagaimana baguskan?"


"iya mami alice terlihat sangat cantik"


"iya dong tuan putrinya mami pasti selalu cantik"


"hai kesayangannya oma"


"oma" teriak alice ketika melihat mama syifa datang menghampirinya.


"mama pulang kok nggak bilang mel, tau gitu mek jemput mama"


"tidak apa-apa sayang, mama memang sengaja membuat kejutan untuk kalian semua"


"bagaimana keadaan kakek ma?"


"keadaan kakek cukup stabil, makanya mama berani meninggalkan kakekmu pulang. karna mama juga kangen kalian semua, terutama cucu-cucu kesayangan mama"


"mel berharap kakek segera sembuh ma" ucap melati sembari menangis.


"doakan yang terbaik untuk kakek sayang"


"itu sudah pasti ma"


"apa kakek buyut belum sembuh oma?"


"belum sayang, doakan kakek buyut ya, semoga kakek buyut cepat sembuh san bisa berkumpul lagi dengan kita"


"iya oma"


"dimana abangmu tuan putri, kenapa kau malah bermain dengan mami"


"abang sedang merajuk"


"kenapa merajuk?"


"minta dibelikan motor sama papi. dia sekarang sedang menunggu papi yang sedang mandi"


"abangmu itu ada-ada saja, apa dia ingin menjadi seorang pembalap seperti valentino rossi"


"mungkin iya oma, dan abangku jauh lebih tampan dari valentino rossi"


"iya abangmu memang sangat tampan, pasti disekolah banyak wanita yang mendekatinya"


ya memang baik al ataupun alice memang menjadi idola disekolah mereka, walaupun mereka masih kecil tapi pesonanya tidak bisa terelakkan.


"mama lebih baik istirahat dulu ma, mama pasti capek karna baru sampai rumah"


"mama tidak lelah kok mel, mama sedang mau bermain dengan cucu mama"


"mami, dedek, oma ayo ikut aku. papi mau kasih tunjuk motor baru al"


"asik. ayo abang, kita lihat motor barunya" ucap alice sembari berlari menghampiri al


"mami, oma ayo"


"iya my prince" jawab melati


"iya-iya pangeranku" ucap mama syifa.


"mana papi?"


"itu kau lihat" ucap varo sembari menunjuk kedalam garasi.


"huah warna biru sesuai dengan warna kesukaan al, makasih papi"


"sama-sama pangerannya papi"


"al coba ya pi"


"iya sayang, jangan lupa pakai bajunya juga"


"siap papi"


dengan segera al menghampiri motor barunya setelah memakai baju yang telah disediakan oleh papinya al segera melajukan motornya mengitari halaman rumah.


"abang, aku ingin dibonceng oleh abang" teriak alice


"ayo naik" ucap al yang berhenti tepat didepan alice.


"hati-hati boncengin adiknya al"

__ADS_1


"iya oma"


dengan perlahan al mengajak adiknya mengitari halaman rumah, dan keluar dijalan depan kompleks


"sudah ya abang capek"


"iya abang, alice juga sudah lelah. pantat alice sakit sekali"


"abang ayo berpose mami akan mengambil gambarmu" ucap melati


setelah beberapa jepret melati menyudahi mengambil gambar al, melati sangat puas melihat gambar putranya menurutnya itu benar-benar sangat sempurna.


"sangat tampan" ucap melati.


"iya dong siapa dulu papinya"


"kau selalu narsis sayang"


"tapi memang faktanya begitu. al sangat tampan seperti diriku, dan alice sangat cantik seperti dirimu"


"aku sangat beruntung memiliki mereka dalam hidup kita sayang, dan andai saja kakak mereka masih ada mungkin kita sudah memiliki tiga orang anak yang begitu menggemaskan"


"sudah sayang, jangan diingat-ingat lagi. bagaimana kalau kita bikin adik untuk mereka" bisik varo tepat pada telinga melati.


"genit" ucap melati sembari mencubit perut varo.


"aduh sakit sayang. ampun, ini sakit sekali"


"hahahaha kasihan sekali papi" kekeh alice.


"hahaha iya ya dek, kasihan sekali papi dicubit oleh mami"


"kalian bukannya bantuin papi, malah pada ngetawain lagi. padahal papi ini sedang usaha merayu mami untuk membuatkan adik untuk kalian berdua"


"adik?" tanya al dan alice bersamaan.


"kami mau punya adik bayi" ucap al dan alice bersamaan.


"mami apa kau dengar?"


"kalian anak dan ayah sama saja, sama-sama menyebalkan" ucap melati sembari pergi.


"yah mami marah ya pi?" tanya alice


"tidak sayang mami hanya malu saja. kalian lanjut bermainnya ya, papi mau kejar mami kalian dulu"


"iya pi"


"abang ayo kita menggambar, aku sedari tadi menunggu abang diruang keluarga, tapi abang tidak datang-datang"


"baiklah ayo" ucap al sembari menggandeng tangan saudari kembarnya.


1.Alvian akbar efendi






 


2.Alice zhafira atmaja



**



 



**



**

__ADS_1


**


__ADS_2