Melati Untuk Alvaro

Melati Untuk Alvaro
25


__ADS_3

malam ini adalah acara peresmian perusahaan cabang bandung.


"sayang, kamu sudah siap belum"


"sudah ayo berangkat yank"


"cantik. cup.... cup.... cup" varo mencium kening melati berulang-ulang.


"kamu juga tampan, ya sudah ayo berangkat yank. mama dan kakek pasti sudah menunggu"


"iya sayang"


mereka segera keluar menuju loby, sesampainya di loby apartemen sudah ada supir yang menjemput mereka menuju ke kantor baru. butuh waktu sekitar 20 menit dari apartemen yang mereka tempati menuju ke perusahaan itu. sesampainya disana varo bergegas masuk dan menggandeng tangan melati.


"ma, kek"


"kalian baru datang.?"


"iya kek maaf ya, tadi perut melati sakit sekali jadinya kami agak terlambat"


"tidak masalah mel, tapi kamu sudah mendingankan nak.?"


"iya kek, alhamdulilah sudah sembuh, tadi sudah di beri obat oleh varo"


"syukurlah kalau begitu, ya sudah ayo kita mulai acaranya"


acara itu pun di mulai. varo maupun kakek sedikit memberikan sambutan untuk para tamu.


"sayang, kamu sudah makan.?"


"belum"


"aku ambilkan kamu makanan dulu ya, tunggu di sini dan jangan kemana-mana oke" ucap varo sembari mengelus kepala melati, melati hanya menganggukkan kepalanya.


tak lama varo sudah kembali sambil membawa makanan dan juga minuman.


"aku suapin ya"


"aku bisa sendiri yank"


"aku tau, tapi aku sedang ingin menyuapimu"


"baiklah"


dengan lahap melati memakan makanan itu dari tangan suaminya.


"pak varo"


"eh pak andeas"


"bapak sedang apa di sini.?"


"ini pak saya sedang menemani istri saya makan"


"oh pak varo sudah menikah, saya benar-benar tidak menyangka kalau ternyata anda sudah menikah"


"iya pak saya menikah"


"kenapa tidak mengundang kami sekeluarga pak"


"iya maafkan saya pak, kebetulan saya menikah hanya di hadiri oleh keluarga, dan kerabat terdekat saja"


"iya-iya tidak masalah pak varo. tapi ngomong-ngomong apa pak varo tidak berniat mengenalkan istri pak varo kepada saya dan istri saya.?"


"oh astaga iya pak saya lupa. sayang kenalkan ini pak andreas dan istrinya, beliau ini adalah salah satu pemilik saham di perusahaan kita ini"


"halo saya melati istrinya varo" ucap melati sopan sambil menjabat tangan andreas dan istrinya.


"dan saya andreas, ini istri saya tiara"


"senang berkenalan dengan anda nona melati"


"saya juga senang bisa berkenalan dengan anda nona tiara"


"ya sudah kami pamit dulu untuk menemui yang lainnya pak varo"


"iya silahkan pak andreas"


acara itu berjalan dengan sangat meriah, dan mewah. tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 22.00 dan satu persatu tamu undangan telah pergi meninggalkan aula itu.


"sayang ayo kita pulang"


"iya sayang"


varo segera menggandeng tangan istrinya dan menghampiri sang mama.


"ma kakek mana.?"


"kakek sudah kembali terlebih dulu, ayo kita pulang"


"iya ma"


*******


"sayang bangun ini sudah siang" ucap melati sambil menepuk-nepuk pipi varo.


"jam berapa sih yank"


"sudah jam 8, ayo bangun. mama dan kakek saja sudah kembali kejakarta loh"


"iya-iya ini bangun, aku bersiap dulu ya"


"iya buruan, aku tunggu kamu di meja makan"


"iya sayang"


drtt.... drrttt..... drttt


ponsel melati bergetar menandakan ada panggilan masuk.


"mama video cal" gumam melati sembari mengangkat panggilan video dari mamanya.


"halo ma"


"hai sayang, gimana kabar kamu nak.?"


"mel sehat ma, mama dan papa kapan oulang dari london.?"


"belum tau sayang, pekerjaan papa belum selesai. nanti kalau kerjaan papa sudah selesai, mama dan papa akan segera pulang"

__ADS_1


"hmtt padahal mel kangen mama"


"kamu tuh ya, sudah menikah tapi masih saja manja"


"biarin"


"oh ya mel, mana suamimu.?"


"varo sedang mandi ma"


"bagaimana acaranya tadi malam.? lancarkan.?"


"semuanya berjalan dengan lancar ma"


"syukurlah, kalau gitu mama tutup dulu ya sayang, mama mau masak dulu"


"iya ma, mama dan papa sehat-sehat ya"


"iya sayang"


"siapa yang menelfon.?" tanya varo yang baru saja datang.


"mama yang telfon yank"


"mama dan papa kapan pulang.?"


"belum tau, kerjaan papa belum selesai soalnya"


mereka segera menyekesaikan sarapan mereka, dan dilanjut membereskan pakaian mereka.


"sudah selesai yank.?"


"sudah yank"


"ya udah yuk"


melati dan varo bergegas meninggalkan apartemen mereka dan kembali lagi ke jakarta.


"sayang perutku sakit lagi ya"


"minum obat dulu yank"


"nggak usah deh mungkin aku mau datang bulan, bulan kemarin aku telat. jadi mungkin bulan ini tanggalnya maju"


"tapi kamu yakin itu hanya karna mau datang bulan yank.?"


"iya yank soalnya pagi tadi, aku melihat flek darah di celana dalam ku"


sekitar 2 jam menempuh perjalanan akhirnya varo dan melati telah sampai di mansion keluarga efendi. mereka segera masuk kedalam, dan bergegas ke kamarnya.


"kamu istirahat saja ya sayang, aku akan minta bik siti membawakan air hangat untuk mengompres perutmu. tapi maafkan aku sayang, aku harus segera ke kantor. karna jam satu nanti aku ada rapat penting"


"iya kamu tidak perlu menghawatirkanku, aku akan baik-baik saja"


"aku berangkat dulu ya sayang" ucap varo sambil mendaratkan banyak ciuman di pucuk kepala istrinya sebelum ia keluar.


tokkk.... tokk..... tokk


"masuk"


"maaf non melati, ini bibik disuruh tuan membawakan air hangat untuk menompres perut non melati"


"iya sama-sama non"


******


"sarah my friend"


"astaga aldo, kalau mau masuk tuh ketuk pintu dulu dong"


"kaget ya, masak loe nggak bisa nangkap aura-aura orang ganteng mau datang sih sar.!"


"loe tuh ya, masih aja narsis. oh iya ngapain loe kemari.? tumben-tumbenan loe datang kesini"


"nih gue mau kasih undangan buat loe, liyla, dan melati"


"wih jadi married beneran loe sama anggun"


"iyalah, masak mau jomblo terus kayak loe"


"sialan loe" ucap sarah sambil mengerucutkan bibirnya, hingga aldo terkekeh geli melihat ekspresi sahabatnya.


"liyla dan melati kemana mel.?"


"liyla pergi mengantarkan gaun pesanan saly, sedangkan melati mungkin masih di bandung"


"ngapain ke bandung.?"


"nemenin suaminya buka cabang perusahaan disana"


"wah gue sampai lupa, kalau sahabat gue yang satu itu sudah menikah dengan seorang pengusaha muda"


"pikun sih loe"


"enak aja orang tampan dibilang pikun"


********


malam itu melati tengah menikmati makan malam bersama mama, kakek sore tadi telah berangkat ke paris, sedangkan varo juga belum kembali dari kantor.


setelah selesia makan malam mama dan melati pergi keruang keluarga untuk menonton acara favorit mereka berdua.


"sayang bagaimana keadaanmu.?"


"mel baik-baik saja ma"


"apa perutmu masih sakit.?"


"tidak ma, pagi tadi mel kira mel bakal datang bulan karna ada flek darah di celana dalam mel, tapi sore tadi pembalut mel bersih tanpa darah sedikirpun ma. mel kenapa ya ma.?"


"atau jangan-jangan..." mama tampak ragu untuk melanjutkan kalimatnya.


"jangan-jangan apa ma.?"


"jangan-jangan kamu hamil mel.?"


"masak sih ma, tapikan mel dan varo baru melakukannya sekitar 2 minggu yang lalu waktu di bali ma"


"apa kalian baru melakukannya waktu kalian honeymoon kemarin.?" tanya mama tidak percaya.

__ADS_1


"iya ma"


"wah hebat juga ya varo"


"hebat bagaimana ma.?"


"iya hebat, nyatanya kalian hampir 5 bulan menikah dan dia bisa mengontrol dirinya untuk tidak menyentuhmu mel. sebentar kamu tunggu disini ya" mama bergegas pergi dan masuk kedalam kamarnya.


"mama mau ngapain sih." gumam melati. namun tak lama mama telah kembali.


"ini besok kamu pakai ya sayang. sebenarnya mama sudah membelikan ini untukmu sudah lama, tapi mama lupa memberikannya untukmu"


"test pack ma.?"


"iya sayang kamu coba tes barangkali hasilnya memang positif"


*******


pagi itu melati bangun dengan tergesa-gesa ia segera berlari kedalam kamar mandi untuk melakukan test urin menggunakan test pack pemberian mama.


setelah menunggu sekitar lima menit, melati segera mengambil test pack itu, namun ia tak langsung melihat hasilnya. ia berusaha menguatkan dirinya agar apapun hasilnya nanti dia tidak akan kecewa.


dengan perlahan melati membuka matanya dan melihat test pack yang berada di tangannya, dan hasilnya ada dua garis merah disana.


"positif, aku benar-benar hamil" melati segera keluar dari kamar mandi dan menghambur memeluk varo, ia menciumi pipi varo bertubi-tubi hingga membuat varo bangun dari tidurnya.


"sayang kamu tuh kenapa, pagi-pagi begini sudah heboh sekali.?"


"sayang aku punya kejutan untukmu."


"kejutan apa sih yank.?" tana varo dengan malas karna dia masih ngantuk sekali.


melati segera menunjukkan test pack itu tepat di depan mata varo.


"dua garis merah.! apa maksudnya yank.?"


"aku hamil sayang"


"kamu hamil yank.?"


"iya yank"


"astga aku akan menjadi seorang ayah" ucap varo dengan begitu senang ia langsung memeluk dan menciumi melati dengan, dan mengelus perut rata melati.


"nanti kita langsung priksa yank, aku ingin melihat kondisi dia didalam sini" ucap varo sambil terus mengelus perut melati.


"iya sayang"


"yasudah aku mandi dulu ya" varo bergegas bangkit dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, setalah selesai ia segera bersiap dengan pakaian kantornya.


"sayang pokoknya aku nggak mau kamu bekerja lagi"


"tidak bisa yank. mempunyai sebuah butik adalah impianku sedari kecil"


"tapi kamu sedang hamil, aku tidak mau kamu kelelahan"


"tapi kalau aku menutup butik itu gimana dengan nasib sarah, liyla, dan pegawaiku yank"


varo nampak berfikir sejenak, ia membenarkan perkataan istrinya, bagaimana pun butik itu adalah sumber rezeki bagi teman-temannya melati.


"baiklah, aku akan memperbolehkanmu bekerja. tapi kamu bekerja dari rumah, untuk urusan butik biar di urus oleh sarah dan liyla"


"tapikan yank..." belum sempat melati protes sudah dipotong oleh suaminya


"aku tidak suka di bantah"


"baiklah" dengan terpaksa melati menuruti kemauan suaminya itu dari pada harus berdebat dengan varo.


"yasudah ayk kita sarapan dulu"


melati dan varo bergegas menuruni tangga dan menuju meja makan, yang ternyata mama telah menunggu mereka berdua.


"pagi ma" sapa melati dan varo bersamaan


"pagi sayang, ayo sarapan"


melati dan varo pun mulai melahap sarapan mereka dengan lahap.


"oh iya sayang gimana hasilnya.?"


melati dan varo pun saling melirik dan mereka tersenyum. melati segera memberikan test pack itu kepada mama.


"alhamdulilah positif, yess mama bakal menjadi seorang nenek" ucap mama sambil bangkit dari duduknya dan langsung memeluk melati.


"yasudah ma. varo dan melati berangkat dulu ya, varo mau mengantar melati periksa dulu"


"iya sayang, kalian hati-hati ya" ucap mama sambil melepas pelukannya.


melati dan varo pun bergegas menuju ke rumah sakit terdekat untuk memeriksakan kehamilan melati, setelah mendaftar dan mengambil nomor antrian mereka menunggu di kursi tunggu, karna hari masih pagi jadi antriannya tidak terlalu banyak hingga kini giliran melati.


"nyonya melati" panggil perawat itu ketika sudah giliran melati. melati dan varo segera bangkit dan masuk kedalam ruangan dokter.


"selamat pagi bapak, ibu"


"pagi dok"


"mau priksa atau mau konsultasi.?"


"kami mau periksa dok"


"kalau begitu silahkan berbaring di sini ibu" kata dokter sambil menuju blangkar yang ada didalam ruangan itu. melati oun mengikutinya dan ikut membaringkan tubuhnya


dokter itu mulai mengoleskan gel di perut melati dan memulai pemerikasaannya.


"kalau dilihat dari monitor ini, usia kandungan ibu memasuki usia 1 minggu ibu"


"apa kondisi janinnya sehat dok.?"


"kondisi janinnya sehat bapak"


"alhamdulilah. lalu apa jenis kelaminnya dok.?"


"untuk jenis kelaminnya belum bisa di ketahui bapak. mungkin nanti ketika usia kehamilannya menginjak 18 minggu kita bisa melihat jenis kelamin babynya pak"


"kenapa lama sekali"


"sudahlah yank, apapun jenis kelaminnya yang penting anak kita sehat"


"iya sayang" ucap varo sambil mencium kening melati.

__ADS_1


__ADS_2