
ting.... tong.... ting.... tong
"eh nyonya sarah, silahkan masuk"
"terimakasih bik. apa melatinya ada bik?"
"ada nyonya, biar bibik panggilkan dulu"
"makasih ya bik"
"iya nyonya"
tokk.... tokk..... tokk
"masuk"
"maaf nyonya muda didepan ada nyonya sarah"
"sarah sudah datang bik?"
"iya nyonya, nyonya sarah baru saja datang"
"baiklah, tolong suruh dia tunggu sebentar ya bik"
"iya nyonya" ucap bik siti sembari pergi.
melati segera mengganti bajunya dan memoles riasan tipis diwajahnya, setelah selesai ia segera turun kebawah untuk menemui sarah.
"sarah, apa kau sudah menunggu lama?"
"tidak mel, aku baru saja datang"
"ya sudah ayo kita pergi sekarang"
"baiklah"
melati dan sarah pun segera pergi kerumah sakit terdekat untuk memeriksakan keadaan mereka. setelah menempuh perjalanan hampir 15 menit mereka pun sampai dirumah sakit terdekat.
"ayo kita turun mel"
"ayo"
"bapak tunggu sebentar ya, dan jangan bilang sama bapak kalau saya dan melati pergi kerumah sakit"
"baik buk"
melati dan sarah pun segera pergi kebagian dokter spesialis kandungan, mereka segera mendaftarkan diri mereka. setelah menunggu hampir 10 menit kini giliran melati yang dipanggil oleh perawat.
"nyonya melati"
melati segera masuk kedalam, dan sarah pun juga mengikutinya.
"mau periksa atau, mau promil buk?"
"periksa dok, kebetulan saya sudah telat datang bulan dok. dan pagi tadi tiba-tiba saja saya mual-mual dok"
"kalau begiti silahkan berbaring buk"
melati segera berbaring diatas blangkar, dan sang dokter pun memulai tugasnya.
"bagaimana dok hasilnya?" tanya melati setelah pemeriksaan itu selesai.
"selamat ibu melati, anda memang benar-benar hamil. dan usia kandungan anda sudah menginjak usia 4 minggu"
"benarkah dok"
"iya bu"
"ahh akhirnya abang dan dedek akan mempunyai adik mel"
"iya sar, aku senang sekali. varo pasti akan sangat senang mendengar berita ini"
"iya mel. sekarang giliran saya dok, ini nomor antrian saya"
"kalau begitu silahkan buk"
__ADS_1
sarah segera berbaring dan dokter itupun segera memeriksanya.
"bagaimana hasilnya dok?" tanya sarah setelah pemeriksaannya selesai.
"selamat ya buk anda juga hamil, dan usia kandungan ibu sudah menginjak usia 5 minggu"
"alhamdulilah, kita hamil barengan sar"
"iya mel, aku senang sekali"
"aku juga sangat senang sar" ucap melati sembari memeluk sarah.
******
"sayang, siang tadi kamu kemana? kata pak adi kamu keluar sama sarah"
"aku hanya pergi jalan-jalan kok yank"
"jalan-jalan kamu bilang! kamu sedang sakit, malah pergi jalan-jalan?" ucap varo sembari menatap tajam melati.
sedangkan melati yang ditatap tajam oleh suaminya hanya bisa menundukkan kepalanya.
"aku punya hadiah untukmu sayang" ucap melati sembari mengambil amplop coklat didalam laci dan memberikannya kepada varo.
"apa ini?"
"bukalah"
varo segera membuka amplop itu, ia segera membaca isi surat itu. setelah membaca isi surat itu tanpa terasa mata varo pun berkaca-kaca.
"sayang ini beneran?"
"iya sayang"
"sayang aku senang sekali" ucap varo sembari menghujani pucuk kepala melati dengan banyak ciuman.
"kalau kau senang, lalu kenapa menangis? kau jadi terlihat tidak galak lagi jika menangis"
"biarkan saja, aku terlalu bahagia sayang"
"aku juga bahagia sayang, akhirnya dia ada didalam perutku"
"tidak bisa sayang, aku akan tetap kerja karna sarah pun juga sedang mengandung"
"kalian sama-sama hamil?"
"iya. usia kandunganku sudah 4 minggu sedangkan sarah 5 minggu"
"lalu apa liyla juga sedang mengandung?"
"aku tidak tau kalau liyla"
"semoga saja dia juga hamil"
"kenapa memangnya yank?"
"biar semuanya sama-sama pusing menuruti keinginan bumil"
"kau ini ada-ada saja yank"
"tidurlah, ini sudah malam"
"iya sayang"
********
"pagi mami, pagi papi" ucap al dan alice bersamaan ketika baru saja sampai dimeja makan.
"pagi juga sayang" ucap varo dan melati.
"mami apa sudah sembuh?"
"mami sudah baik-baik saja sayang"
"alhamdulilah abang senang mendengarnya mi"
__ADS_1
"papi punya kabar baik untuk kalian berdua"
"apa itu pi?" tanya al dan juga alice
"sebentar lagi kalian akan menjadi seorang kakak"
"maksud papi apa? dedek tidak mengerti pi"
"mami kalian sedang hamil, dan sebentar lagi kalian akan mempunyai dedek bayi"
"benarkah pi?" tanya al memastikan kembali.
"iya sayang, papi serius"
"ahh alice sangat senang sekali pi" heboh alice.
"iya pi al juga sangat senang"
"kalau begitu mulai sekarang kalian tidak boleh manja-manja lagi"
"siap papi" ucap al dan alice bersamaan.
"sudah ayo habiskan sarapannya, nanti kalian berdua telat kesekolahnya"
"iya mami sayang" ucap alice.
setelah menyelesaikan sarapannya al dan alice segera berangkat sekolah dengan diantar oleh varo.
"ahh sepi sekali tidak ada anak-anak, sedangakan untuk pergi bekerja aku rasa aku belum mampu. aku masih sangat lemas karna morning sickness tadi"
tingg.... tingg..... tingg
suara dering ponsel melati menandakan ada sebuah pesan masuk didalamnya.
*liyla:
apa kau tak pergi kebutik lagi mel?
melati:
aku akan datang la, tapi mungkin agak siangan ya. karna aku masih sangat lemas sekali.
liyla:
ahh baiklah, kalau gitu kamu istirahat saja dulu. jangan terlalu capek mel
melati:
iya la, makasih ya. maaf karna aku dan sarah sedang hamil, jadi merepotkan dirimu
liyla:
tidak merepotkan sama sekali mel, yang terpenting calon keponakanku sehat-sehat semua*.
setelah membaca pesan dari liyla melati segera merebahkan tubuhnya dan tidur. dan tepat pukul 12.00 melati pun terbangun.
"astaga kenapa aku bisa tidur selama ini"
melati segera bangun dan menuju kamar mandi untuk menbersihkan diri, setelah selesai ia segera bersiap-siap dan segera pergi ke butik. namun sebelum pergi ke butik melati melajukan mobilnya menujj sekolah al dan juga alice untuk menjemput kedua anaknya.
"hai sayang, apa kalian sudah menunggu lama?"
"tidak mi, kami juga baru saja pulang mi"
"ayo masuk, tapi kalian berdua ikut mami kerja dulu ya nak"
"iya mi"
melati pun segera melajukan mobinya menuju butik.
"hai abang, hai dedek" sapa sarah kepada sikembar ketika mereka baru saja sampai butik.
"hai mama sarah. mama sarah, apa sebentar lagi mama sarah akan memiliki dedek bayi?"
"iya sayang nanti alice akan memiliki banyak adik bayi"
__ADS_1
"yey alice sangat senang ma"
"iya ma al juga senang"