Melati Untuk Alvaro

Melati Untuk Alvaro
57


__ADS_3

dua hari setelah kabar kehamilan melati dan juga sarah, kabar selanjutnya datang dari liyla yang ternyata juga sedang hamil dan usia kandungannya mengijak usia 3 minggu.


"ahh aku sangat bahagia sekali, akhirnya kita bisa hamil secara barengan"


"iya kau benar sar, aku juga sangat senang sekali" ucap liyla


"lalu gimana dengan butik kalau nanti kita sedang melahirkan?" tanya sarah.


"iya mel gimana dengab butik?"


"masih ada elly, kenapa kalian harus sekhawatir itu"


"iya kau benar mel, elly sudah lama ikut dengan kita. aku rasa dia mampu menggantikan tugas kita" ucap sarah.


"iya otakmu sangat brilian sekali mel"


"iyalah melati memang dari dulu pintar, tidak seperti dirimu yang bodoh"


"terus saja kau mengejekku"


"sudah jangan berantem"


"sarah duluan yang mulai mel"


"kenapa jadi aku" ucap sarah sembari menatap tajam liyla.


"oh iya mel, kamu mau anakmu nanti perempuan atau laki-laki?" tanya liyla.


"apapun jenis kelaminnya aku akan tetap menyayanginya la"


"iya kau benar mel, aku seberanya ingin anak laki-laki" ucap liyla sembari mengelus perutnya.


"sama, aku juga ingin anak laki-laki" ujar sarah.


"mau laki-laki atau pun perempuan, itu sama saja. yang terpenting anak kita lahir dengan selamat"


"kau benar mel"


*******


"sayang aku mau makan"


"malam-malam seperti ini kenapa kau ingin makan, tidak biasanya"


"akukan sedang hamil sayang"


"astaga aku lupa sayang, aku kedapur dulu ya. aku akan menghangatkan makanan untukmu"


"iya sayang jangan lama-lama"


"iya sayang"


varo dengan malas beranjak dari tidurnya dan segera menuju dapur, dan menghangatkan makanan untuk istrinya itu.


"varo kamu sedang apa nak?"


"varo lagi menghangatkan makanan untuk melati ma, dia merasa lapar"


"biar mama saja yang hangtakan, kamu duduklah"


"makasih ma"

__ADS_1


"iya sayang"


"ma bagaimana keadaan kakek?"


"entahlah nak sampai sekarang masih belum ada perkembangan, kamu doakan saja kakek kamu baik-baik saja dan segera lekas sembuh"


"varo selalu berdoa yang terbaik untuk kakek ma, varo begitu menyayangi kakek. varo belum bisa membuat kakek bangga terhadap varo"


"kamu sudah sangat membanggakan kakek sayang, tanpa ide-ide brilian kamu, perusahaan kita tidak akan semaju ini"


"varo berharap kakek segera sembuh biar bisa melihat cicit kecilnya"


"ini makanannya, segera berikan pada istrimu. kasihan melati pasti sudah sangat lapar nak"


"iya ma varo kekamar dulu"


"iya sayang"


varo segera membawa nampan berisi makanan itu kedalam kamar.


"sayang ini makanannya"


"makasih sayang, maaf ya sudah merepotkanmu"


"tidak merepotkan sama sekali sayang"


melati segera melahap makanannya dengan penuh semangat, entah mengapa nafsu makannya sekarang melonjak tajam.


"sayang pelan-pelan makannya, nanti kamu bisa keselek"


"iya sayang maaf habisnya aku sangat lapar"


setelah melati selesai makan varo segera membereskan bekas makanan melati dan membawanya kedapur, sungguh sebenarnya varo sudah sangat mengantuk tapi ia harus bersabar untuk istrinya yang tengah mengandung.


"varo"


"apaan sih bim teriak-teriak nggak tau gue lagi ngantuk apa"


"gue juga sedang ngantuk, gue tidur di sini ya" ucap bima sembari berbaring disofa"


"loe kenapa lesu gitu"


"gue kurang tidur ro, liyla ada-ada saja permintaannya. masak dia menyuruhku memijitnya semalaman suntuk tanpa berhenti"


"sama saja, semalam aku juga harus bangun dan menghangatkan makanan untuk melati"


"woi gue mau numpang tidur" ucap gio yang baru saja masuk kedalam ruangan varo.


"kenapa mukamu kusut sekali yo?"


"aku kurang tidur, semalam sarah menyuruhku memasak padahal ia tau aku tidak bisa memasak. sungguh ibu hamil itu menyebalkan sekali"


"kenapa nasib kita jadi seperti ini" ucap bima lirih.


dan pada akhirnya ketiga pria itu memejamkan matanya dan tertidur, mereka begitu lelah karna harus menutui permintaan istri-istrinya yang sedang hamil.


******


tak terasa kehamilan melati sudah menginjak usia 36 minggu.


"mami kira-kira dedek bayinya perempuan atau laki-laki?" tanya alice sembari mengelus perut buncit maminya.

__ADS_1


"dedeknya akan setampan abang"


"kenapa tidak perempuan saja sih mi" ucap alice sembari mencebikkan mulutnya.


"kenapa memangnya?"


"dedek bayinya gisa saja perempuan mi, jadi gisa bisa bermain dengannya"


"kalau dedeknya alice laki-laki justru bagus dong nak"


"apa bagusnya mi, dia hanya akan bermain dengan abang"


"sayang kalau dedeknya laki-laki itu berarti alice akan dijaga sama abang dan juga dedek dong nak, abang dan dedek pasti akan selalu melindungi alice"


"iya mami benar, kalau begitu akan semakin banyak yang melindungi alice"


"auu" desis melati ketika tiba-tiba saja perutnya mengalami kontraksi lagi, sebenarnya melati sudah mengalami kontraksi sejak kemarin, namun ia kira itu kontraksi palsu. akan tetapi sekaranag kontraksi itu datang lima menit sekali.


"mami kenapa?" tanya al dengan khawatir.


"sayang tolong telfon papi kalian, kelihatannya mami sudah mau melahirkan"


"iya mi"


al pun segera menelfon papinya, tak lupa ia juga menelfon grandma, dan grandpanya.


"mami ayo kita segera kerumah sakit, bersama kakek adi"


"iya sayang"


melati al dan juga alice segera menuju kerumah sakit, dan diantar oleh pak adi.


dokter tolong mami kami,"ucap al


"iya dok tolong bantu mami kami"


dokter segera mengabil kursi roda dan segera membawanya kedalan ruang perawatan.


"sayang bagaimana kondisi mami?" tanya varo yang baru saja datang.


"mami sudah didalam bersama dengan dokter pi"


"kalian tunggu disini dengan kakek adi ya, papi mau temani mami dulu"


"iya pi" jawab al dan juga alice secara bersamaan.


setelah hampir setengah jam menunggu akhirnya melati berhasil melahirkan putra ketiganya dengan selamat.


"mau kau beri nama siapa varo?" tanya papa agung.


" varo akan kasih nama sibungsu alexsander putra renaldi"


"nama yang bagus" ucap papa agung.


"iya nak itu nama yang sangat bagus" puji mama dahlia.


"nama yang sangat bagus sayang, hai alex putra kecilnya mami" ucap melati sembari mencium bayi kecilnya secara bertubi-tubi.


"hai baby alex kenalin aku kakakmu, kakak alice"


"hai alex kenalkan aku al, dan aku adalah abangmu"

__ADS_1


al dan alice secara bergantian menciumi pipi gembul adiknya, mereka berdua begitu senang dengan kelahiran adik bayinya itu.


__ADS_2