
"hey kalian berdua jangan pulang dulu ya"
"memangnya kenapa kak.?"
"aku sudah menyuruh suami kalian kemari, kita makan malam bersama-sama"
"ah baiklah, aku sangat senang sekali kalau kak varo tidak mengusirku, jadi aku bisa leluasa menciumi dua bayi menggemaskan ini"
"jangan kau ciumi anakku nanti bisa ketularan bodoh sepertimu"
"yaampun kak varo jahat banget"
"apa kau baru tahu kalau aku jahat"
"sudah dari dulu sih, cuma aku heran saja kok melati betah sekali memiliki suami seperti kakak"
"aku juga heran kenapa bima juga betah sekali memiliki istri sepertimu"
"ya karna suamiku cinta kepadaku"
"ya kalau begitu sama, istriku juga sangat mencintaiku"
"haih aku selalu kalah jika berdebat dengan suamimu mel" ucap liyla sembari mencebikkan bibirnya.
"kau memang selalu kalah kalau berdebat la, bukan hanya dengan kak varo, tapi dengan semua orang"
"apa iya sar.?"
"iya sudah pastilah"
"kenapa aku yang imut ini selalu tertindas"
"kau ini imut.?"
"iya, apa kau tidak menyedarinya"
"sama sekali tidak. aku mau kedepan saja bisa gila jika terus bersama dirimu" ucap sarah sembari turun kelantai dasar.
"apa aku begitu menyebalkan mel.?"
"mungkin"
"huft kenapa aku dari dulu selalu seperti ini mel, kenapa aku tidak bisa berubah"
"tetaplah seperti ini la, kau tidak perlu merubah dirimu. kami semua begitu menyayangimu" ucap melati sembari memeluk liyla.
"tapi dari dulu aku selalu membuat kalian kesal"
"kami tidak pernah kesal kepadamu, hanya kadang kelewat emosi saja" ucap melati sambil terkekeh.
"huh kau ini ya mel"
"sayang kenapa kau menangis.?" tanya bima yang baru saja datang.
"aku tidak apa-apa kau tidak perlu khawatir"
"kau tidak sedang menyembunyikan sesuatu dariku ?"
"tidak sayang"
"dia menangis karna tadi habis berdebat denganku dan juga kak varo" ucap sarah yang baru saja masuk bersama dengan gio dan varo.
"kalian suka sekali membully istriku"
"istrimu terlalu lucu bim, makanya kami suka sekali mengusilinya" ucap gio.
"astaga kenapa disini penuh dengan para pria tampan" ceplos nia
"nia tutup mulutmu" ucap novi sembari membekap mulut nia.
"maaf pak, buk. nia memang suka sekali menyerocos"
__ADS_1
"tidak apa-apa mbak"
"sekali lagi maafkan adik saya"
"aku jelas tampan, apa kau tidak lihat istriku saja secomel ini" ucap bima sembari menyugar rambutnya.
"ah si narsis, selalu saja seperti itu"
"biarkan orang aku memang tampan kok"
"terserah kau saja bim"
"sudah ayo kita makan dulu. pasti mama, dan kakek sudah menunggu kita" ucap melati.
"iya ayo mel, aku lapar sekali nih" ucap sarah sembari mengelus perutnya.
"kenapa kau jadi makan banyak sekali, tadi dibutik sudah makan, dan sekarang sudah lapar lagi"
"terserah diriku, perut-perutku"
"dasar tukang makan"
mereka semua segera turun dan bergabung dengan mama dan kakek dineja makan untuk menyantap makan malam.
"bima, gio. apa kalian tidak ingin menyusul varo untuk segera memiliki momongan.?"
"proses kek doakan saja" ucap bima.
"iya kek, aku dan sarah juga sedang proses, kakek doakan saja yang terbaik untuk kami berempat. semoga lekas menyusul varo dan melati"
"itu sudah pasti, kalian berdua ini sudah seperti cucu kakek sendiri. sudah jelas doa terbaik untuk kalian semua"
"terimakasih kek, kami sayang kakek. semoga kakek panjang umur dan dapat menyaksikan anak-anak kami menjadi pengusaha sukses seperti kakek" ucap gio.
"kakek tidak yakin gio"
"kakek tidak boleh seperti itu. harus yakin, karna sampai kapan kita hidup tidak akan ada yang tau"
"sayang ayo pulang ini sudah larut malam, besok kau juga harus pergi bekerja" ucap gio
"sebentar lagi sayang"
"tidak ada sebentar-sebentar lagi. cepat kalian semua pulang, aku sebagai tuan rumah mengusir kalian"
"astaga tuan rumah yang sadis" sarkas liyla.
"bukan sadis, ini memang sudah malam. dan kalian tadi dari butik langsung kemari, aku tidak mau kalian para wanita kelelahan dan akhirnya suami kalian menyalahkanku"
"banyak alasan sekali kak varo ini, iya-iya kami semua akan pulang sekarang"
"bagus kalau begitu, cepat pulanglah"
"untung saja kau sahabatku sedari kecil, kalau tidak sudah kupenggal kepalamu itu" ucap bima
"memangnya kau berani.?" tanya gio.
"tentu saja tidak"
"dasar, gitu sok-sokan mau menantang"
"sudah ayo kita pulang"
*********
"pagi mbak"
"pagi buk"
"apa abang dan dedek sudah mandi.?"
"sudah buk. abang dan dedek sudah mandi"
__ADS_1
"empt pantes sudah wangi, ternyata anak-anak mami sudah mandi ya. sekarang abang minum asi dulu ya" ucap melati sembari memberikan asi kepada baby al.
"wah abang haus ya minumnya semangat sekali" ucap novi
"sudah dong bang gantian dedek, kasihan nanti dedek tidak kebagihan asinya"
"sembentar ya mbak abang masih sangat haus" ucap melati sembari menirukan suara anak kecil.
"sayang apa sikecil sudah mandi.?"
"sudah sayang"
"kamu nanti jangan lupa sarapan ya"
"iya sayang"
"anak-anak papi berangkat kerja dulu ya, kalian dirumah sama mami dan juga mbak. jangan nakal ya" pamit varo kepada kedua bayi mungil itu sembari menciumi pipi gembul mereka.
"hati-hai dijalan sayang"
"iya sayang" ucap varo sembari berlalu pergi
"sekarang giliran dedek ya" ucap melati sembari memberikan asi kepada baby alice.
"ibuk apa sudah selesai memberikan asinya.?"
"sudah mbak"
"kalau begitu kami bawa abang dan dedek berjemur dulu ya buk, ibuk sarapan saja dulu"
"baiklah kalian bawa abang dan dedek berjemur, aku pergi sarapan dulu"
"iya buk silahkan"
"pagi bik"
"pagi non mel. non mel mau sarapan.?"
"iya bik. oh ya bik apa arka tidak libur sekolahnya.? aku sangat merindukannya"
"belum non, nanti saja saat akhir pekan biar anaknya main kemari"
"ah baiklah bik"
drttt... drtt.... drtt
suara dering hp melati, menandakan ada panggilan masuk didalamnya. melati segera merogoh ponselnya dan segera mengangkat panggilan video dari mamanya.
"hai ma. ada apa? tumben sekali sepagi ini mama video call mel"
"mama kangen cucu mama, dimana mereka sekarang"
"abang dan dedek lagi berjemur dibelakang sama mama syifa dan suster mereka"
"kamu baru sarapan nak?"
"iya ma, tadi habis memberi asi dulu sama abang dan dedek, trus baru sempat sarapan ma"
"yasudah jaga kesehatan ya sayang"
"iya ma. oh iya ma, mama dan papa kapan pulang.?"
"belum tau sayang, papamu lama sekali"
"sudahlah ma. mama dan papa sehat-sehat ya disitu, lekas pulang. mel rindu kalian"
"kami juga sangat merindukanmu sayang"
"i love you ma"
"i love you too mel"
__ADS_1