
"sayang bangun"
"ini jam berapa yank"
"jam 1 malam"
"ngapain bangunin aku jam segini sih"
"aku lapar yank"
"lapar, memangnya tadi belum makan.?" tanya varo sembari beranjak duduk.
"sudah"
"lalu kenapa masih lapar"
"bukan aku yang lapar, tapi anak-anakmu"
"alasan saja"
"aku tidak alasan sayang"
"kalau gitu kamu mau makan apa.?"
"omelet keju"
"baiklah aku telfon bik siti untuk membuatkannya untukmu"
"aku tidak mau"
"kau ini bagaimana katanya lapar, giliran mau telfon bik siti malah tidak mau"
"aku mau kau yang memasak"
"kamukan tau aku tidak bisa masak sayang, jangankan memasak memegang kompor saja tidak pernah. jangan aneh-aneh deh"
"aku tidak aneh-aneh, ini memang permintaan anakmu"
"kenapa kamu selalu membuat mereka sebagai alasan"
"aku tidak beralasan sayang, tapi ini memang kemauan mereka"
"baiklah aku akan memasakkan untukmu, tapi kau tunggu disini saja"
"tidak mau, aku mau ikut denganmu. aku ingin melihat kau masak dengan tanganmu sendiri"
"astaga ribet sekali kau ini" ucap varo kesal, karna usahanya untuk mengelabuhi istrinya gagal.
"sudah ayo, aku sudah lapar" ucap melati dengan menarik tangan varo menuju dapur.
"nah silahkan masak papa, anak-anakmu sudah sangat lapar" ucap melati ketika mereka sudah sampai dapur.
*"apa yang harus aku lakukan.? aku benar-benar tidak mengerti masalah seperti ini. ini bahkan lebih sulit dari rapat untuk memenangkan tender besar"* gumam varo dalam hati
"hey bapak, kenapa anda diam saja. lekaslah memasak, anakmu sudah sangat kelaparan. apa kau mau anakmu menjadi ileran"
"aku tidak tau harus berbuat apa sayang"
"jaman sudah secanggih ini dan kamu masih bingung, lalu apa fungsi internet"
"kamu benar sayang" ucap varo sembari berlari meninggalkan dapur.
__ADS_1
"mau kemana dia, bukannya memasak malah lari-larian seperti itu. awas saja kalau mencoba melarikan diri"
"kenapa kau terlihat kesal seperti itu.?" tanya varo yang baru saja kembali kedapur.
"bagaimana aku tidak kesal, kusuruh masak kamu malah lari-larian seperti itu"
"aku mengambil ponsel sayang, aku akan melihat cara memasaknya dari internet, seperti katamu tadi"
"oke baiklah, lebih cepatlah lagi sayang"
"iya crewet sekali kau ini"
varo segera menyiapkan bahan-bahan yang ia butuhkan dan memasukkannya kedalam mangkuk, ia mengocok telur itu sesuia dengan intruksi yang ia lihat, dan segera menggorengnya.
*"seumur-umur baru kali ini aku memasak, untung saja kau istriku. kalau tidak sudah ku apakan dirimu, seorang presdir besar sepertiku harus repot-repot memasak. berhadapan dengan ibu hamil benar-benar harus ekstra sabar"* gumam varo dalam hati sembari terus memasak.
"sudah jadi sayang" ucap varo sembari menyerahkab omelet keju buatannya kepada melati.
"yey, kelihatannya enak sekali"
"cepat makanlah, katanya lapar"
"hemt ini sangat enak sayang, kamu benar-benar pandai memasak"
"apa benar seenak itu.?" tanya varo memastikan ketika melati dengan lahap memakan omelet buatannya
"benar sayang. kalau tidak percaya bukalah mulutmu, aaa" ucap melati sembari memberikan potongan omelet kepada suaminya itu. dan dengan ragu pula varo mau melahap omelet buatannya.
*"astaga ini benar-benar seperti lautan garam, kenapa bisa dia bilang ini enak. apa lidah ibu hamil segitu parahnya"* gumam varo dalam hati sembari meminum segelas air.
"benarkan enak"
"sudah jangan diteruskan, makanan ini benar-benar tidak layak"
"itu sangat asin yank, buang saja. aku akan suruh bik siti buatkan yang baru"
"aku tidak mau, aku mau yang ini saja. ini juga sangat enak"
"tapi itu benar-benar tidak layak dimakan sayang"
"ini sangat enak yank" ucap melati sambil matanya berkaca-kaca
"yasudah makanlah, kalau sakit perut jangan salahkan aku"
"itu tidak akan"
melati segera melahap makanannya dengan sangat gembira, ia menghabiskan omelet buatan varo tanpa ada sisa sedikitpun
*****
"pak gio anda sudah kembali.?"
"iya vani. apa varo ada dirungannya.?"
"ada pak, bapak silahkan masuk saja"
"oke terimakasih"
"sama-sama pak"
gio segera melangkahkan kakinya menuju ruangan sahabatnya itu.
__ADS_1
*"astaga dia tidur dikantor, tumben sekali. meskipun dia punya ruangan pribadi untuk istirahat, tapi dia tidak pernah memakainya. dan sekarang dia malah tidur sambil duduk, sebenarnya ada apa anak ini"* gumam gio dalam hati ketika dia melihat sahabatnya tengah tertidur dimeja kerjanya.
"varo, woi bangun" ucap gio sembari mengguncang bahu varo.
"apaan sih ganggu saja, ngantuk tau"
"sebentar lagi ada miting dengan client dari jerman"
"apa.? kenapa ada miting sepenting itu dan vani tidak memberi tahuku, apa dia sudah bosan bekerja" ucap varo segera bangkit dari duduknya.
melihat ekspresi panik sahabatnya itu hanya membuat gio terkekeh geli.
"kau.? kapan kau kembali.?"
"tadi pagi, dan sekarang aku langsung kemari karna merindukanmu"
"lalu tentang miting.?"
"aku hanya bercanda bro, lagian tumben-tumbenan kamu tidur saat jam kerja"
"aku ngantuk sekali yo"
"memangnya kamu tidak tidur.?"
"aku tidur, tapi melati membangunkanku tepat pukul 01.00 dini hari, dan dia membangunkanku hanya menyuruhku memasak omelet keju"
"apa.? apa aku tidak salah dengar.? seorang alvaro tristan efendi, CEO terkenal malam-malam bangun hanya untuk memasakkan omelet untuk istrinya hahahaha kau lucu sekali varo"
"terus saja kau mengejekku, suatu saat kau juga akan merasakannya. dan aku doakan supaya kamu lebih parah dari diriku" ucap varo kesal.
"astaga kenapa kau jadi mengutukku bro"
"terserah, aku sedang malas berdebat denganmu"
"woi sahabat-sahabatku apa kabar.?" ucap bima yang baru saja masuk.
"kau sudah pulang.?"
"aku sudah kembali dua hari lalu"
"lalu kenapa loe nyuruh gue ke bandung kemarin yo.? kalau si cecunguk ini ada dirumah"
"mana aku tau varo, dia bilang akan sampai tanggal 30 di swiss, dan sekarang masih tanggal 28"
"iya, aku memang mempercepat liburanku. habisnya aku kangen liyla"
"kangen doang buat apa bim, nikahin dong"
"masih nunggu waktu yang tepat"
"waktu tepat itu kapan.? apa waktu yang tepat itu ketika liyla sudah dinikahi orang lain"
"ihh amit-amit deh ro, loe tuh ya bener-bener"
"habisnya gerakan loe lambat banget"
"pelan namun pasti bro"
"gue cepat tapi juga pasti"
"iya gue juga"
__ADS_1
"terserah loe pada lah, yang penting gue ini juga lagi berusaha. kalian mah orang baik-baik pasangan kalian nggak akan meragukan kalian. nah gue, karna kebiasaan burukku bergonta-ganti pasangan hingga membuat liyla meragukan perasaanku"
"sukurin" ucap varo dan gio secara bersamaan.