
pagi itu seusai sarapan melati dan varo segera bergegas menuju ke bandara, karna pagi itu penerbangan mereka sekitar pukul 08.00
"sudah semuanya belum yank.? jangan sampai ada yang ketinggalan" ucap varo mengingatkan istrinya
"iya udah semua kok. ayok berangkat sekarang"
varo segera menggandeng tangan melati menuju lift, sedangkan koper mereka sudah terlebih dulu dibawa oleh staf hotel, setibanya di lobby hotel taksi yang akan membawa mereka ke bandara telah sampai, dan dengan segera mereka masuk kedalam taksi.
"rasanya aku masih ingin di sini varo"
"kapan-kapan kita kemari lagi yank, maafkan aku ya karna ada pembukaan cabang perusahaan baru kita terpaksa harus mempercepat honeymoon kita"
"iya, nggak apa-apa kamu kerjakan juga buat masa depan kita, dan anak-anak kita nanti" ucap melati sambil menyenderkan kepalanya di bahu suaminya.
"makasih ya yank, kamu sudah ngertiin aku" jawab varo sambil mencium pucuk kepala melati.
sekitar 15 menit taksi yang mereka tumpangi telah sampai bandara, mereka bergegas naik kedalam pesawat, karna pesawat mereka akan lepas landas.
**************
"sayang" ucap mama dahlia memanggil melati dan varo.
"mama, papa" ucap melati sambil mencium tangan kedua orang tuanya dan di ikuti oleh varo.
"ya sudah ayo kita pulang"
"mama dan kakek kemana ma.?"
"mertuamu dan kakek sedang ada pertemuan penting, makanya mama dan papa yang menjemput kalian"
sekitar 30 menit mereka telah sampai di kediaman keluarga efendi.
"mama dan papa langsung saja ya sayang, soalnya papamu ada rapat nanti setelah jam makan siang"
"iya ma. mama dan papa hati-hati ya"
setelah mobil papanya sudah tidak terlihat lagi melati dan varo lantas masuk kedalam rumah, mereka disambut ramah oleh para pelayan, dan mereka masuk kedalam kamar untuk istirahat.
malam itu setelah makan malam semua keluarga berkumpul di ruang keluarga sambil berbincang-bincang ringan. melati bergegas masuk ke kamar untuk mengambil oleh-oleh untuk mama dan juga kakek.
"ma, kek ini melati belikan mama dan juga kakek oleh-oleh"
"kenapa kamu repot-repot sekali sayang"
"tidak sama sekali ma"
"baju batik, wah kamu hebat mel kakek memang suka sekali dengan motif ini"
"syukurlah kalau kakek suka"
"ahh mel ini tas hermes keluaran terbaru. mama pengen banget tas ini, tapi mama belum sempat membelinya tetapi kamu sudah membelikan tas ini untuk mama, makasih ya sayang" mama syifa begitu heboh ketika mendapat hadiah tas dari menantunya.
"iya ma, sama-sama"
"makasihnya cuma sama istri varo ma, kek sama varo tidak" ujarnya sambil mencebikkan bibirnya.
"iya-iya makasih ya anak-anak kesayangannya mama"
"sudah besar tapi sama istri sendiri merasa iri" ujar kakek sambil terkekeh.
jam sudah menunjukkan pukul 22.30 mereka segera bergegas menuju kamar masing-masing untuk istirahat.
__ADS_1
***********
pagi itu seperti biasa melati membantu bik siti untuk menyiapkan sarapan. setelah semuanya selesai ia segera ke kamar untuk menyiapkan kopi dan baju ganti suaminya.
"astaga dia masih belum bangun juga" ujar melati ketika baru saja masuk kamar, ia meletakkan kopi buatannya di meja, dan segera menyiapkan pakaian kerja suaminya.
"varo bangun, ayo bangun ini udah siang"
"10 menit lagi ya yank" ucapnya masih dengan menutup mata, ia begitu enggan untuk bangun.
"kamu bangun sekarang, atau aku guyur pakai air"
"iya-iya bangun nih" dengan sangat terpaksa ia bangun dari tidurnya.
"buruan mandi, dan bersiap. aku tunggu kamu di meja makan" ucap melati sambil mengambil tas jinjingnya.
"iya-iya yank"
melati segera keluar dan menuju ke meja makan, disana sudah ada mama dan juga kakek.
"mana suamimu mel.?"
"dia baru saja bangun kek. menyebalkan sekali dia, dibangunin susah sekali" ujar melati sambil mengerucutkan bibirnya, sedangkan mama dan kakek hanya terkekeh geli melihat tingkah melati.
"anak nakal itu masih saja tidak berubah walau sudah punya istri"
"cucu papa kan.?"
"iya, dan sianak nakal itu putramu" melati dan mama pun terkekeh
"kenapa seru sekali, sedang membahas apa.?" tanya varo yang baru saja datang dan mendudukan dirinya di samping melati.
"membicakanmu" ketus melati
"kata kakek dan mama kamu nakal, cengeng dan juga suka kencing di celana"
"dihh mana ada kayak gitu, ngawur kamu yank"
"nggak kok, emang mama dan kakek bilang gitu"
"apa iya mama dan kakek bilang seperti itu"
"tidak varo, istrimu hanya kesal saja sama kamu, karna kamu susah di bangunkan"
"sudah-sudah jangan berdebat, ayo makan"
setelah sarapan melati dan varo bergegas berangkat bekerja.
"kamu pulang jam berapa nanti yank.?"
"mungkin jam 4"
"kelihatannya aku nanti lembur dan tidak bisa jemput kamu, biar nanti kamu di jemput pak adi ya"
"iya"
sekitar 15 menit melati telah sampai butiknya. sebelum turun ia memberi satu kecupan di pipi suaminya, setelah itu ia bergegas keluar dari mobil sambil menenteng beberapa paper bag oleh-oleh untuk sahabatnya.
"kamu hati-hati ya"
"iya sayang, aku pergi kekantor dulu" pamit varo sambil melajukan mobilnya.
__ADS_1
setelah mobil suaminya sudah tidak terlihat, melati segera masuk kedalam butik dan menuju ruang kerjanya.
"melati"
"sarah, liyla. aku rindu sekali kepada kalian"
"kami juga rindu kamu mel" ucap sarah dan liyla bersamaan dan langsung memeluk melati.
"nih oleh-oleh buat kalian, dan yang ini tolong kalian bagikan ke pegawai kita"
"siap bos" ucap liyla memberi hormat.
"wah tas chanel keluaran terbaru, ada tas rotan juga"
"wah iya. tas chanelnya beda warna doang, tapi tas rotannya kok sama mel.?" tanya liyla
"aku memang sengaja membeli tas rotan yang sama biar kita bisa kembaran" ucap melati sambil menunjukkan tas rotan yang ia pakai.
"wah, ini baru keren. kita sudah lama sekali tidak membeli barang yang kembaran, makasih ya mel" heboh sarah. ya karna dulu sewaktu SMA mereka sering sekali membeli barang-barang yang kembar.
"iya, ya sudah kembali bekerja lagi sana"
"siap 86" ucap sarah dan liyla bersamaan sanbil keluar dari ruangan melati.
melati segera disibukkan dengan peralatan gambarnya, ia mulai menggambar desain-desain gaun pesta.
"aku ingin membuat kemeja untuk varo, tapi kira-kira dia suka nggak ya" gumam melati
"ah biarlah kalau dia tidak suka tinggal di buang saja, yang terpenting aku sudah berniat baik membuatkannya sebuah kemeja"
melati segera menggambar beberapa kemeja untuk suaminya.
"ah selesai juga, tinggal diserahkan ke sarah biar dia bawa ke mbak tutik untuk dijahit"
melati segera beranjak dari duduknya dan menuju ke ruang kerja sarah.
tokk.... tokk.... tokk
"masuk"
"ini aku ada beberapa desain nanti kamu serahkan ke mbak tutik ya"
"siap mel" ujar sarah sambil memeriksa gambar pemberian melati.
"sekarang kita juga bakal jualan kemeja pria mel, bukannya untuk pakaian pria kita hanya membuat sepaket dengan gaun pengantin.?"
"tidak sar. aku membuat itu untuk varo"
"uhh sosweet banget sih mel, jadi iri deh"
"makanya nikah" jawab melati sambil terkekeh.
"gampang banget kalau ngomong, mau nikah sama siapa juga, pacar aja nggak punya" ujar sarah sambil mengerucutkan bibirnya.
"apa kamu tidak ingin mencoba dengan gio sar.? gio pria yang baik, dia juga bertanggung jawab.!"
"sebenarnya aku juga ada sedikit rasa dengan tuan gio mel, tetapi aku tidak mau terlalu berharap. kami sangat berbeda mel, dan belum tentu juga tuan gio memiliku perasaan yang sama denganku"
"kamu tenang saja, apa gunanya sahabatmu yang satu ini kalau tidak membantumu untuk berdekatan dengan gio"
"kamu jangan macam-macam ya mel"
__ADS_1
"tidak sar cuma satu macam kok, kamu bersatu dengan gio" ucap melati sambil meninggalkan sahabatnya itu.