
"ayo keluar.!"
"aku tidak mau keluar varo"
"kenapa.? kita sudah jauh-jauh sampai sini, dan kamu malah tidak mau keluar"
"aku takut varo. kamu tau sendirikan gimana perlakuan teman-teman dulu sama aku"
"kan ada sarah dan liyla, dan lagian ada aku juga disana, apa yang kamu takutkan.?"
"sudahlah kamu cepat kesanalah, biar aku menunggumu di sini. lagian aku nggak mungkin selalu mengekorimu, aku nggak mau membuatmu malu jika teman-teman tau aku adalah istrimu"
"terserah" varo bergegas menuju balroom hotel, dia benar-benar kesal terhadap istrinya. kenapa juga istrinya itu bisa berfikiran seperti itu.
cukup lama melati menunggu di dalam mobil, namun tiba-tiba panggilan alam memaksanya untuk keluar dari mobil dan menuju toilet yang berada di basment tersebut.
"ahh lega sekali" melati bergegas keluar untuk kembali ke dalam mobil, namun baru saja melati hendak memasuki mobil ada seseorang yang memanggil namanya.
"melati kan.?"
"iya, maaf kamu siapa ya.?"
"aku anggun. teman sekelasmu dulu"
"benarkah kamu anggun.! kamu benar-benar berbeda sekarang, aku jadi pangling dan tidak mengenali dirimu"
"kamu sekarang juga berbeda mel, kamu sekarang cantik, tidak seperti dulu."
"kamu bisa saja, aku masih tetap sama seperti dulu"
"aku serius, kamu cantik sekali sekarang. apa kamu baru saja sampai.?"
"tidak, aku sudah sampai dari tadi. tapi memang aku sengaja tidak masuk ke dalam"
anggun paham kenapa melati tidak mau masuk ke dalam, ia ingat betul bagaimana dulu perlakuan teman-temannya terhadap melati.
"ya sudah ayo masuk sama aku" anggun menarik tangan melati menuju ke balroom dimana teman-temannya berada.
"aku tidak mau anggun" ucap melati sambil berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman tangan anggun.
"melati kamu tenang saja ada aku di sini, tidak akan ada yang berani macam-macam kepadamu, aku jamin itu. dan lagi kamu harus tunjukkan kepada teman-teman kita, kalau kamu bukan melati yang dulu, yang selalu bisa mereka rendahkan" anggun masih saja setia menarik tangan melati menuju ke balroom.
__ADS_1
"teman-teman lihat deh siapa yang lagi bareng sama aku.!"
"siapa dia nggun.? cantik banget"
"iya siapa dia.?"
"dia melati teman kita dulu"
"melati siapa.? kita tidak punya teman bernama melati, kecuali si cupu itu"
"iya bener tuh"
"dia memang teman kita. melati atmaja, teman kita yang selalu saja kalian rendahkan. kalian lihatlah dia cantik kan sekarang, makanya jangan suka ngatain orang" ketus anggun.
"wah bener-bener nggak nyangka, ternyata itik buruk rupa itu telah menjadi dewi yang cantik jelita" celoteh salah satu di antara mereka, dan di sambut tawa oleh yang lainnya.
"ya udah yuk mel, kita pergi aja. nggak guna gabung sama manusia-manusia nggak punya hati kayak mereka" ucap anggun menarik melati meninggalkan teman-teman satu kelasnya dulu.
"melati" panggil sarah dan liyla yang berlari kecil menghampiri melati.
"kamu cantik sekali mel" puji sarah.
"iya mek kamu cantik"
"tapi sarah dan liyla benar mel, kamu yang sekarang memang benar-benar cantik"
sarah dan liyla saling tatap, lalu melihat ke arah anggun kembali. mereka merasa tidak memiliki teman seperti dia
"apa kalian juga tidak mengenaliku, sama seperti melati tadi yang tidak mengenaliku" tanya anggun ketika melihat ekspresi wajah temannya itu.
"memang kamu siapa.? aku merasa dulu tidak memiliki teman sepertimu!"
"iya benar, memang kamu siapa.?"
"aku anggun.!"
"anggun.?"
"iya anggun la"
"apa kamu anggun si tomboi itu.?" tanya sarah memastikan
__ADS_1
"benar sekali. 100 untuk anda" ucap anggun sambil mengacungkan kedua jempolnya
"ya tuhan kamu benar-benar berbeda sekali sekarang nggun"
"iya, ini semua berkat tunanganku"
"kamu sudah bertunangan.?"
"iya. kami bahkan sebentar lagi akan menikah"
"wah siapa pria beruntung itu nggun.?"
"aku rasa kalian juga mengenalnya.!"
"siapa.?" tanya melati sambil menautkan alisnya.
"sayang" panggil seseorang kepada anggun.
"aldo" ucap melati, sarah, dan liyla bersamaan. mereka tidak menyangka kalau tungannya anggun adalah aldo sahabat mereka juga.
"iya ladies. kenapa kalian begitu terkejut melihat sahabat kalian ini, apa kadar ketampananku sudah meningkat 180° hingga membuat kalian terkejut seperti itu"
"astaga aldo loe masih aja narsis ya" ucap liyla sambil menggelengkan kepala, dia benar-benar tidak menyangka sahabatnya yang satu itu masih saja narsis.
"aku tidak narsis, tapi memang kenyataannya seperti itu"
"lalu kapan kalian akan menikah.?"
"bulan depan.! pokoknya kalian harus datang ladies. dan wajib membawa pasangan kalian masing-masing ya"
"pasangan.?" tanya melati cs bersamaan.
"iyalah pasangan. jangan bilang kalau kalian masih saja jomblo" ledek aldo
"enak saja. emang iya sih" jawab liyla sambil mencebikkan bibirnya, dan di sambut gelak tawa aldo dan anggun.
"sudah sekian purnama, dan kalian masih saja jomblo.! dasar jones" ledek aldo sambil terkekeh geli melihat ekspresi wajah para sahabatnya itu.
"iya-iya mentang-mentang mau married aja, langsung ngledek terus" jawab sarah kesal.
"iya dong orang ganteng mah bebas"
__ADS_1
"udah dong yank. kamu nggak kasian apa sama mereka, dari tadi kamu ledekin mereka terus" ucap anggun sambil mencubit perut aldo.
"auuu sakit yank.! lagian jarang-jarang juga yang aku bisa berkumpul dengan mereka, jadi mumpung sekarang lagi kumpul gini puas-puasin deh ngledeknya.