
dengan amat terpaksa melati menyetujui permintaan kedua sahabatnya itu. sebenarnya melati juga tidak terlalu yakin dengan dirinya sendiri, tapi mau bagaimana lagi. kalau pun harus mencari model baru juga tidak akan sempat, karna waktu fashion show akan segera dimulai.
fahion show di lakukan di hotel mewah bintang 5, yang merupakan salah satu hotel milik keluarga melati.
"bagaimana ini.? aku gugup sekali" ucap melati yang masih di rias oleh MUA.
"ayolah mel jangan panik, ini demi butik kita"
"iya mel, demi butik kita.!"
melati menarik nafasnya dan menghembuskannya pelan, hal itu ia lakukan berulang-ulang kali, bertujuan untuk mengurangi rasa gugupnya.
"oke demi butik. kamu harus yakin mel, kalau karya kamu tidak kalah bagus dari desainer-desainer lainnya. oke semangat melati, ini mimpi kamu dari kecil, dari kecil kamu selalu ingin menjadi desainer terkenal. oke semangat melati demi mimpi-mimpimu selama ini" gumam melati.
acara fashion show pun telah di mulai satu per satu model telah berjalan di atas panggung untuk memperagakan busana yang mereka kenakan.
melati benar-benar gugup, ia tidak pernah sekalipun memeragakan busana seperti ini. apa lagi lawannya adalah model-model kelas atas.
__ADS_1
hingga kini tiba giliran melati.
"oke yang selanjutnya adalah nomor urut 11, yakni karya dari desainer muda yang cukup dikenal luas oleh para remaja putri, dengan karya-karyanya yang cukup mengagumkan. iya, inilah dia karya dari melati atmaja" ucap pembawa acara.
melati memasuki panggung dengan sedikit gugup, namun ia berusaha serileks mungkin agar fashion show nya berjalan dengan lancar.
sedang tak jauh dari rempat melati berdiri sekarang, terdapat tiga pria tampan yang terus memperhatikan setiap gerak tubuh melati. ya mereka adalah varo, gio, dan juga bima.
"itu beneran melati nggak sih, dia beda banget. bener-bener cantik, nggak seperti melati yang biasanya"
"iya bener loe yo. gila melati cakep bener, gue bener-bener nggak nyaka brow kalau binik loe ternyata bidadari tanpa sayap" ucap bima sambil menepuk bahu varo, dan tatapan matanya tak lepas memandang melati.
sedangkan varo hanya diam saja. entah mengapa hatinya menjadi panas ketika mendengar kedua sahabatnya itu memuji istrinya.
__ADS_1
"biasa saja, udah ayo balik" ucap varo sambil berlalu meninggalkan kedua sahabatnya yang masih berdiri mematung di tempat.
setelah selesai melati turun dari panggung dengan perasaan sedikit lega, paling tidak ia melakukannya dengan agak baik, meskipun ada sedikit rasa gugup yang menyelimutinya.
"gila loe keren banget mel. kita bener-bener nggak nyangka kalau loe akan seluwes itu di atas panggung"
"iya bener banget mel. loe bener-bener keren"
"syukurlah kalau menurut kalian seperti itu. tapi sejujurnya aku gugup banget sar, la"
"sudahlah mel, yang pentingkan acaranya telah selesai" ucap sarah sambil memeluk melati, tak mau ketinggalan liyla pun juga ikut memeluk kedua sahabatnya.
*****************************
setelah melakukan pertemuan penting dengan kliennya varo langsung kembali ke kantornya.
bayangan wajah melati tak pernah hilang dari fikirannya. dari sepanjang perjalanan hingga setelah tiba di kantor, ia terus saja memikirkan istrinya itu.
__ADS_1
"ahh sial, kenapa juga aku jadi memikirkan si cupu itu sih" varo merasa kalau otaknya benar-benar bermasalah karna terus-terusan memikirkan istrinya itu.
"apa mungkin, aku telah jatuh cinta sama dia" gumam varo. " ahhhh tidak- tidak, ini tidak mungkin. aku tidak mungkin jatuh cinta sama si cupu" ucap varo menyangkal perasaannya sendiri.