Melati Untuk Alvaro

Melati Untuk Alvaro
52


__ADS_3

"anak-anak ini sudah malam ayo kita pulang sekarang" ucap varo kepada al, alice, gisa dan billa.


"iya papi" jawab mereka secara bersamaan"


"papi gendong, dedek capek" ucap alice dengan manjanya.


"unch anak papi capek ya" ucap varo


"iya papi dedek sangat lelah" jawab alice sembari menyenderkan kepalanya pada bahu kekar ayahnya.


"tidurlah sayang, nanti kalau sudah sampai rumah papi akan bawa kamu kekamar"


"tidak papi, kaki dedek kotor kasihan mami kalau harus membersihkan ranjang dedek yang kotor"


"anak papi pintar sekali sih" ucap varo sembari mencium gemas pipi alice.


setelah sampai dirumah varo segera menurunkan alice dikamarnya, dan alice pun segera masuk kedalam kamar mandi untuk ganti baju dan mencuci tangan dan juga kakinya. setelah selesai alice segera keluar dan merebahkan tubuhnya diatas ranjang untuk segera tidur, karna kantuk sudah menghinggapi dirinya.


"dedek apa kau sudah tidur?" tanya al yang baru saja masuk kedalam kamar alice.


"belum bang, ada apa?"


"tidak apa-apa dedek, abang hanya memastikan keadaanmu. tidurlah abang akan menunggumu sampai kau tertidur"


"abang pergilah tidur, abang pasti lelah karna tadi menjaga kami bertiga"


"abang tidak apa-apa dek, tidurlah"


"kalau gitu dedek tidur dulu ya bang, kalau abang mau tidur sama dedek abang baring sini" ucap alice sembari menepuk-nepuk kasur disampingnya.


"tidak, abang akan tidur dikamar abang sendiri. sekarang kau tidurlah"


"baik abang"


tak butuh waktu lama alice pun sudah tertidur pulas dan dibuai oleh mimpi. sedangkan al masih setia menunggu alice tidur.


"dedek semoga nanti ketika kamu sudah besar kamu dapat mendapat kebahagiaan yang kamu inginkan selama ini, abang akan selalu menjagamu, karna kamu adik kesayangan abang. tidak akan abang biarkan satu orangpun menyakiti dirimu" ucap al sembari mencium pipi bulat alice.


setelah itu al pun segera kembali kedalam kamarnya dan segera merebahkan tubuhnya untuk segera tidur.


******


"selamat pagi abang" ucap alice yang baru saja masuk kedalam kamar al.


"astaga abang ayo bangun ini sudah siang"


"jam berapa dedek?"


"ini sudah jam 07.00 abang, ayo bangun dan mandilah. mami dan papi pasti sudah menunggu kita"


"iya ini abang bangun dek, abang mandi dulu ya" pamit al sembari mengacak gemas rambut alice.


"cepetan abang, dedek tunggu dibawah ya"


"iya dek"


alice pun segera turun kebawah dan menyusul maminya didapur.


"selamat pagi mami"

__ADS_1


"pagi tuan putri, apa anak mami sudah mandi?"


"sudah dong mami"


"anak mami sungguh pintar, lalu abang kemana dedek?"


"abang sedang mandi mami"


"ah rajin-rajin sekali anak mami"


"iya dong mami, kamikan sudah besar"


"pintarnya" ucap melati sembari mencium kedua pipi bulat alice.


"selamat pagi mami melati, selamat pagi kakak alice" sapa billa dan juga gisa yang baru masuk kedalam dapur.


"pagi sayang, kalian sudah bangun. apa kalian berdua sudah mandi?"


"belum mami" jawab gisa.


"yasudah mandi dulu ya sayang, nanti habis mandi kita sarapan bersama-sama"


"kakak al kemana mami melati?" tanya gisa


"kakak al sedang mandi"


"kalau begitu gisq mandi dulu mami"


"iya sayang, billa juga mandi ya nak"


"iya mami" jawab billa sembari mengejar gisa yang terlebih dulu kekamar untuk mandi.


"sudah mandi yank?"


"sudah dong. ini kemana jagoanku sayang?"


"anak perjaka kita sedang mandi"


"lalu apa anak gadis papi ini sudah mandi?"


"sudah dong papi"


"pintar"


"pagi mami, pagi papi" sapa al yang baru saja datang.


"pagi sayang" jawab melati dan varo secara bersamaan.


"al lapar mi"


"iya sayang, tapi tunggu semuanya kumpul dulu ya"


"iya mami"


"pagi semuanya" sapa gio yang baru saja tiba dimeja makan.


"mana bima dan liyla"


"kami disini"

__ADS_1


"lama sekali cepatlah aku sudah lapar" ucap varo


"iya pak bos"


"lalu mana billa dan gisa?" tanya bima.


"masih mandi kak bima" jawab melati


"oh, yasudah ayo kita sarapan dulu. aku sangat lapar" ucap gio


"ayo kita makan, aku juga sudah lapar"


"pagi mama, pagi papa, pagi papi" sapa gisa dan billa


"pagi sayang" jawab mereka dengan beramaan.


setelah selesai sarapan alice mengajak billa dan juga gisa untuk bermain boneka, sedangkan al hanya melihat para gadis itu dari sofa sembari bermain game.


"kakak al tidak ingin bermain dengan kita?" tanya billa.


"billa kakak al itu pria dia tidak main boneka" ucap gisa.


"kenapa pria tidak main boneka gisa?"


"karna pria selalu akan bermain mobil-mobilan billa"


"oh seperti itu" ucap billa sembari mengangguk-anggukkan kepalanya.


"kak alice ajarin gisa mewarnai"


"ayo kita mewarnai bersama-sama gisa" ucap alice sembari membuka buku mewarnai miliknya dan segera mewarnainya bersama-sama dengan gisa, sedangkan billa masih asik bermain boneka.


"abang tidak mau mewarnai bersama denganku?"


"tidak dedek kamu mewarnai bersama gisa saja, abang sedang asyik bermain game"


"yasudah kalau begitu. gisa kau teruskan ya"


"kak alice mau kemana?"


"aku tidak kemana-kemana, tadikan aku hanya mengajarimu. jadi sekarang kau teruskan ya, dan jangan sampai melewati garis mewarnainya"


"iya kak alice"


"kenapa sudah mewarnainya?"


"dedek males, habis abang nggak mau main bareng dedek"


"kan sudah ada gisa dan billa dek"


"tapi dedek maunya sama abang"


"abangkan disini menjaga kalian bertiga, sekarang mainlah bersama gisa dan juga billa"


"abang tidak apa-apa main sendiri?"


"abang tidak apa-apa dedek, memang sudah menjadi tugas abang untuk menjaga kalian. sudah mainlah sana"


"terimakasih abang, karna abang sudah mau menjaga kami" ucap alice sembari mencium pipi al.

__ADS_1


"iya dedek, itu memang sudah menjadi tugas abang"


__ADS_2