Melati Untuk Alvaro

Melati Untuk Alvaro
30


__ADS_3

hari ini melati sudah diperbolehkan pelang oleh dokter setelah melakukan rawat inap selama satu minggu.


"ayo kita pulang sayang"


melati dan varo segera meninggalkan rumah sakit di parkiran nampak pak adi yang sudah menunggu mereka.


"tolong masukkan bagasi pak" ucap varo sembari memberikan tas kepada pak adi.


"baik tuan muda"


setelah pak adi memasukkan tas kedalam bagasi, ia segera melajukan mobilnya menuju rumah.


"akhirnya aku bisa menghirup udara segar juga" ucap melati ketika mereka telah sampai rumah.


"sayang aku boleh meminta sesuatu ?"


"apa.?"


"aku ingin kamu kembali ceria dan tidak sering melamun lagi"


"aku tidak pernah melamun yank"


"aku ini suamimu aku tau betul gimana kamu"


melati tersenyum, dan kedua tangannya menangkup pipi suaminya. "aku baik-baik saja dan akan selalu ceria, ketika kamu ada disampingku"


"aku akan selalu disampingmu, apapun kondisinya"


"aku percaya itu sayang"


"yaudah masuk yuk, semuanya sudah menunggu kita di dalam"


"selamat datang kembali sayang, rumah sangat sepi kalau tidak ada kamu" ucap mama syifa sembari memeluk melati. disana juga ada orang tuanya, sahabatnya dan sahabat suaminya.


"ayo kita makan, mama dan mama syifa sudah masak makanan kesukaanmu sayang"


setelah selasai makan malam melati dan sahabatnya memutuskan membaca buku di dalam kamar, sedangkan para pria bermain gitar di atas balkon. sedangkan mama dan kakek sudah pergi istirahat, dan orang tua melati telah pulang.


"mel"

__ADS_1


"ada apa sar.?"


"jangan sering melamun lagi, kemarin kak varo cerita kalau kamu masih sering melamun. dari sorot matanya aku bisa menangkap, kalau kak varo sangat sedih melihat kondisimu yang seperti ini mel"


"iya mel, bangkitlah. percayalah pada Tuhan, suatu saat nanti kalian pasti di berikan momongan lagi, akan selalu ada pelangi setelah hujan mel"


"makasih ya, kalian selalu ada buat aku. saat susah maupun senang" ucap melati sembari memeluk kedua sahabatnya.


"kamu tidak perlu berterimakasih mel, bagi kami kamu adalah saudara kami. lukamu adalah luka kami, dan bahagiamu adalah bahagia kami"


*********


pagi itu jam menunjukkan pukul 07.00 melati baru saja terbangun dari tidur panjangnya.


"astaga aku kesiangan"


"yank bangun ini sudah siang, nanti kamu telat ke kantornya"


bukannya beranjak bangun varo malah semakin mengeratkan pelukannya.


"sayang bangun"


melati membiarkan suaminya terus memeluk dirinya, ditatapnya wajah tampan varo, terlihat sangat jelas wajah itu begitu lelah, bahkan disekitar matanya ada lingkaran hitam yang menandakan kalau suaminya itu kurang tidur.


*"dia pasti sangat lelah. selama aku dirumah sakit, dia terus menjagaku, bahkan dia tidak memperbolehkan perawat-perawat itu membersihkan tubuhku. semuanya dia lakukan sendiri, maafkan aku sayang, aku telah menyusahkanmu."* gumam melati sembari membelai pipi varo.


"apa sudah puas kamu memperhatikan wajah tampanku.?"


"dih narsis, mandi sana" karna malu wajah melati bersemu merah.


"malu ya karna ketahuan memperhatikanku, merah tuh wajahnya" goda varo.


"apaan sih mandi sana"


"iya-iya sayang" varo bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, setelah 10 menit dia telah keluar dan segera mengenakan pakaian kerjanya, sebenarnya dia masih ingin menemani istrinya, namun hari ini ada rapat penting yang mengharuskan dirinya hadir.


"kemarilah akan ku pasangkan dasimu" varo segera menghampiri istrinya, ketika melati tengah sibuk memasangkan dasi di lehernya tak henti-hentinya ia menatap wajah cantik istrinya. wajah itu masih nampak memperlihatkan kesedihannya.


*"dalam keadaan seperti apapun dia masih saja terlihat cantik. Tuhan aku mohon lindungilah dia, istriku sudah menjadi separuh dari hidupku Tuhan. angkatlah segala kesedihan yang menimpa dirinya. aku merasa gagal sebagai suami, aku tidak bisa melindunginya secara benar hingga kami kehilangan buah cinta kami. semoga setelah cobaan yang menimpa kami, ada kebahagiaan yang terus mengalir dalam hidup kami Tuhan. amin"* gumam varo sembari mencium kening melati.

__ADS_1


"kamu baik-baik ya sayang, akan ku usahakan pulang cepat. dan kemarin aku juga meminta bik siti untuk menjemput arka, jadi kamu bisa bermain dengannya"


"iya sayang"


"yasudah aku berangkat dulu, kamu tidak perlu mengantarku kedepan istirahatlah, nanti aku akan meminta mbak ika mengatarkan sarapan kekamar"


"iya sayang, kamu hati-hati ya" ucap melati sembari mencium tangan varo.


tak lama setelah varo pergi bekerja mbak ika masuk membawakan makanan untuk melati, dan di ikuti oleh arka.


"hai arka, kak mel kangen kamu. apa kamu tidak kangen kak mel.?" tanya melati sembari merentangkan kedua tangannya.


"arka juga kangen kak mel" arka memeluk erat melati, ia juga memberi beberapa kecupan di pipi melati.


"kak mel makan ya, arka akan suapin kak mel" ujarnya sembari mengambil makanan diatas nakas.


"aaaa... buka mulutnya kak mel" melati pun menurut ia segera membuka mulutnya dan menerima suapan daru arka.


"arka sayang kak mel. kak mel jangan sedih-sedih lagi ya."


"kak mel tidak sedih arka"


"kak mel bohong, nyatanya mata kak mel bilang kalau kak mel masih sedih"


"tidak arka. kakak tidak sedih"


"kak mel harus ceria lagi ya. kasihan kak varo, kemarin kak varo menangis di kamarnya dedek bayi. ketika arka samperin, kak varo langsung memeluk arka. dia meminta maaf sama arka karna dia gagal melindungi dedek bayi, hingga kita semua kehilangannya" tutur arka polos.


*"aku tidak menyangka kalau varo akan menyalahkan dirinya seperti itu. harusnya aku tidak boleh lemah, varo masih menbutuhkanku."*


"maafkan kak mel ya. kak mel janji tidak akan bersedih lagi"


"kak mel jangan hanya janji sama arka. kak mel harus janji sama diri kak mel sendiri"


"baiklah sayang, mulai sekarang kak mel berjanji tidak akan sedih lagi. demi kak varo, dan demi dedek bayi"


"itu bagus kak mel" arka seketika memeluk melati dengan erat


*"apa seperti ini rasanya dipeluk sama anak, apa seperti ini rasanya menjadi seorang ibu. kak mel sayang kamu arka"*

__ADS_1


__ADS_2