Melati Untuk Alvaro

Melati Untuk Alvaro
17


__ADS_3

pagi itu seusai sarapan melati langsung mempersiapkan semua barang-barangnya dan barang-barang milik varo kedalam koper, karna nanti siang mereka akan berangkat ke bali.


"sayang apa semuanya telah selesai kamu persiapkan.?"


"kamu tadi memanggilku apa varo.? coba kamu ulangi lagi"


"sayang" ucap varo mengulanginya lagi. "aku baru sadar kalau aku sudah mulai mencintaimu mel, waktu melihatmu di sentuh oleh laki-laki lain darahku seperti mendidih, emosi serasa meluap-luap" ucap varo sambil memeluk melati dari belakang.


"apa kamu serius dengan apa yang baru saja kamu bilang ini.?"


"aku tidak pernah seserius ini mel" varo semakin mempererat pelukannya, ia menyembunyikan wajahnya di ceruk leher melati, hingga melati dapat merasakan setiap helaan nafas varo.


"aku juga sangat mencintaimu suamiku yang dingin, sedingin kutub utara" melati sangat senang ternyata varo juga memiliki perasaan yang sama dengannya, air matanya lolos begitu saja membasahi pipi mulusnya.


"biarlah dingin yang penting kamu mencintaiku"


"kamu terlalu narsis varo"


varo membalikkan tubuh melati untuk menghadap pada dirinya. di hapusnya air mata yang masih mengalir di pipi mulus istrinya.


"panggil aku sayang"


"aku tidak mau" ucap melati sambil menjulurkan lidahnya, lalu ia pergi ke dalam kamar mandi.


"melati awas saja ya kau, beraninya kamu mengejekku" ucap varo penuh dengan penekanan


tokk...... tokk..... tokk


"permisi tuan muda" ucap bik siti sembari masuk kedalam kamar yang memang pintunya tidak tertutup itu.


"iya ada apa bik.?"


"tuan besar ingin bertemu tuan muda di ruang kerjanya"


"sekarang bik.?"


"iya tuan muda sekarang juga"


"baiklah bik, sebentar lagi saya akan kesana"


"kalau begitu saya pamit dulu tuan muda"


varo bergegas pergi keruang kerja kakeknya.


*"ada apa kakek mencariku"* gumam varo dalam hati.


tokkk.... tokk... tokk


"masuk"


"kakek ada apa mencariku.?"


"duduklah dulu"


varo menuruti permintaan kakeknya, ia mendudukkan diri di depan meja kebesaran sang kakek.


"jadi ada masalah apa kek.?"

__ADS_1


"harusnya kakek yang bertanya kepadamu, ada masalah apa kamu.? hingga memukuli anaknya si halmus"


"jadi kakek sudah tau.?" bukannya menjawab pertanyaan sang kakek, varo justru balik bertanya.


"ya karna kemarin tuan halmus datang kemari menemui kakek. dia bilang kamu memukuli putranya karna putranya tidak sengaja menggangu kekasihmu, apa benar itu varo"


"kekasih.!" ulang varo sambil terkekeh.


"kenapa kamu tertawa.?"


"bagaimana aku tidak tertawa kek, bahkan dia hampir melecehkan istriku, tapi dia tidak berani berkata jujur kepada ayahnya. dasar pengecut, harusnya kupatahkan saja lehernya agar dia merasakan betapa pedihnya neraka" ucap varo penuh dengan emosi ketika mengingat kejadian itu.


"apa kamu bilang varo.? dia mau melecehkan istrimu."


"iya kek, dia mau melecehkan melati di tempat umum, bahkan dia juga telah merobek beberapa bagian gaun yang dikenakan melati. jadi apa salah kalau varo membela istri varo kek.?"


"tidak varo, kamu tidak salah. apa yang kamu lakukan itu sudah benar, sudah selayaknya kamu sebagai suami selalu melindungi istrimu. kurang aja sekali anak si halmus itu, berani-beraninya dia mencoba melecehkan cucu menantuku, akan ku buat dia menyesal atas apa yang telah dia lakukan kepada melatiku" kata kakek penuh dengan penekanan, bahkan wajah tuanya terlihat sekali jika dia sedang emosi, hingga menambah kerut-kerutan diwajahnya.


"varo balik ke kamar dulu kek, varo mau bersiap."


"iya kembalilah ke kamarmu"


varo keluar dari ruang kerja kakek dan bergegas menuju kamarnya untuk segera bersiap.


"kamu dari mana saja.? aku mencarimu kemana-mana tapi kamu tidak ada" ucap melati sambil mengangkat bibir bawahnya


"aku baru saja dari ruang kerja kakek"


"ya sudah mandilah, nanti kita bisa ketinggalan pesawat kalau kelamaan"


"iya crewet sekali"


"sayang kalian hati-hati ya di sana. kabari mama dan juga kakek kalau kalian sudah sampai sana" ucap mama syifa ketika melati dan varo akan menuju ke pesawat yang mereka tumpangi.


"iya ma. kalau gitu kamu berangkat dulu ya ma, kek" ucap melati berpamitan sambil mencium tangan mama, dan kakek. dan di ikuti oleh varo yang juga mencium tangan mama, dan kakek.


setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam 55 menit mereka telah sampai di bandara ngurah rai, mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju ke penginapan.


"kamu yakin kita menginap disini.?" tanya melati setelah mereka sampai di dalam kamar mereka


"iya memangnya kenapa.?"


"tapi disini mahal varo"


"tidak masalah bagiku, yang penting kita bisa tidur dengan nyaman. dan lagi dari resort ini pemandangannya akan terlihat begitu cantik, cobalah keluar ke balkon"


melati menuruti perintah suaminya, dia begitu terperengah melihat keindahan alam yang ada di depan matanya. dari atas balkon dia dapat melihat hamparan laut berombak bebas, dan di bawah balkon terdapat sebuah kolam renang yang begitu cantik.


"apa kamu menyukainya.?" tanya varo sambil memeluk istrinya dari belakang.


"sangat. aku sangat menyukainya varo" melati membalikkan tubuhnya menghadap suaminya, ia langsung memeluk tubuh kekar itu, dia benar-benar bahagia sekali.


"aku senang kalau kamu menyukainya"


"terimakasih sayang"


"kamu tadi memanggilku apa.? coba kamu ulangi aku tidak mendengarnya"

__ADS_1


"apa kamu sengaja membalas perbuatanku tadi.?" ucap melati sambil mengerucutkan bibirnya


"sudah-sudah jangan jemberut, istirahatlah kamu pasti lelah. nanti sore aku akan mengajakmu pergi ke pantai untuk melihat senja"


"benarkah.?"


"iya benar. ayo kita istirahat dulu. nanti bangunkan aku jam 4 ya"


"siap komandan"


melati dan varo pun bergegas merebahkan tubuh mereka di atas tempat tidur, tak butuh waktu lama varo dan melati telah pulas dibuai oleh mimpi.


jam dinding menunjukkan pukul 15.30 melati bangun dari tidurnya. ia pun bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. setelah selesai mandi ia bergegas membangunkan suaminya.


"varo ayo bangun ini sudah jam 4. ayo bangunlah sayang" ujarnya sambil menggoyang-goyang bahu varo. hingga membuat varo membuka matanya.


"ayo bangun. kamu sudah berjanji kepadaku untuk melihat sunshet sore ini"


"iya-iya ini juga sudah bangun yank" varo bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. sekitar 10 menit varo telah selesai mandi dan bersiap.


"lepaslah kacamatamu ini" ucap varo melepas kacamata yang melekat di wajah istrinya, tak lupa ia juga melepas kuncir yang mengikat rambut melati.


"kenapa kamu melepas kacamataku ? aku tidak terbiasa tanpa kacamata varo."


"mulai sekarang biasakanlah, aku lebih senang kalau kamu seperti ini" ucap varo sambil menyelipkan beberapa helai rambut melati kebelakang telinganya.


"tapi aku tidak terbiasa seperti ini varo"


"mulai sekarang kamu harus terbiasa, karna ini adalah perintah suamimu. ingat seorang istri tidak boleh membantah"


"iya-iya bawel sekali kamu ini"


"iya sudah ayo kita pergi ke pantai"


mereka berjalan menyusuri jalanan menuju pantai dengan berjalan kaki. setelah sampai di pinggir pantai mereka disuguhi dengan langit yang telah bersemu kemerah-merahan.


"varo tolong kamu ambilkan fotoku" ucap melati sambil menyerahkan ponselnya kepada varo.


"baiklah" varo dengan terpaksa menuruti permintaan istrinya, ia mengambil beberapa jepret foto melati yang sedang menikmati senja sore itu.




"apa kamu senang.?"


"aku senang sekali varo" ucap melati sambil membangun istana dari pasir.


"aku juga senang kalau kamu senang"


"terimakasih varo, kamu telah mewujudkan salah satu keinginanku sedari kecil"


"sama-sama sayang, aku ini suamimu. mulai sekarang aku berjanji kepadamu, aku akan selalu melindungimu, dan berusaha membuatmu selalu tersenyum"


"aku percaya itu" ucap melati sambil memeluk tubuh varo.


"I LOVE YOU MELATI ATMAJA"

__ADS_1


"I LOVE YOU TOO ALVERO TRISTAN EFENDI"


varo mendekatkan wajahnya ke wajah melati, ia segera mengecup mesra bibir ranum melati, awalnya hanya kecupan lembut, akan tetapi lama kelamaan kecupan itu berubah menjadi lum***n penuh cinta. mereka memadu kasih di tepi pantai, disaksikan oleh senja sore itu, dan juga deburan-deburan ombak.


__ADS_2