
drttt...... drtt... drttt
berkali-kali ponsel sarah bergetar, tetapi ia masih saja mengabaikannya, namun bukannya berhenti si penelfon terus saja melakukan panggilan.
"hih siapa sih ganggu saja, nggak ngerti orang lagi sibuk apa" ia bergegas meraih ponselnya yang berada di dalam tas jinjingnya.
"kak varo, tumben-tumbenan dia menelfonku"
"iya halo kak varo ada apa.?"
"loe kemana aja sih sar.?"
"maafkan sarah kak, tadi sarah masih sibuk"
"okelah, tadi aku mengirimimu gambar. tolong kamu buatkan baju itu untukku"
"oh baiklah kak"
"tapi ingat melati jangan sampai tau"
"iya kak" setelah itu panggilan pun berakhir, sarah segera membuka WAnya melihat baju apa yang dimaksud varo, ketika melihat gambar itu senyum sarah nampak mengembang.
"ngapain loe senyam-senyum gitu"
"astaga liyla ngagetin aja.!"
"ini kak varo minta dibuatin baju" jawab sarah dengan menunjukkan ponselnya kepada liyla.
"inikan....." belum sempat liyla menyelesaikan ucapannya sarah sudah menyelanya.
"iya, dan melati nggak boleh tau. ingat jangan ember"
"baiklah"
"apa pekerjaanmu sudah selesai.?"
"udah dong gue gitu"
"hmmt"
"oh iya sar ngomong-ongomong baju, sekitar 3 bulan lalu melatikan membiatkan kemeja untuk kak varo, apa kamu sudah memberikan kemeja itu untuknya.?"
"astaga aku sampai lupa liyla" ucap sarah sembari memukul keningnya pelan.
"tuhkan bener-bener lupakan. padahal dulu aku sudah mengingatkanmu untuk segera mengantarkannya, hanya gara-gara sibuk ngurus pesanan si saly melambai itu kamu jadi lupa"
"iya kenapa aku jadi pikun seperti ini. lagian melati juga diam saja sih, apa dia juga lupa"
"mana mungkin melati lupa, dia selalu jeli dalam hal apapun"
"bisa sajakan karna faktor kehamilan. nyatanya dia sampai sekarang nggak menanyakannya"
"iya juga sih. huftt ngomong-ngomong kehamilan, andai saja si viola gila itu nggak berulah, pasti keponakan kita masih sehat-sehat saja di dalam perut melati"
"sudahlah la, ikhlasin dedek. sekarang kita doakan semoga melati lekas mengandung kembali"
__ADS_1
"iya loe bener sar"
"yasudah nanti pulang dari butik temani gue kerumah melati"
"oke"
********
"woii bro"
"sialan loe, bisa nggak masuk ruangan orang ketuk pintu dulu"
"wih santai bro, jangan marah-marah"
"ngapain loe kemari, kayak nggak ada kerjaan aja"
"apa loe nggak senang kalau teman loe yang paling tampan seantero raya ini menemuimu.?"
"dasar narsis"
"fakta bro" jawab bima dengan senyum yang masih tersungging di bibirnya.
"oh iya bro, aku mau bahas masalah gio"
"kenapa dengan gio.?"
"dia suka sarah"
"kalau suka diungkapin dong"
"kelihatannya nggak mungkin kalau sarah menolaknya, karna kalau dilihat dari sorot mata sarah dia juga tertarik dengan gio"
"aku sudah bilang begitu, tapi dia tidak mau mendengarkanku. makanya aku kemari ingin bekerja sama denganmu, ayo kita lakukan sesuatu"
"oke baik, siapa takut"
varo dan bima pun saling tersenyum, dan segera menyusun rencana mereka.
*****
tokk... tokk.... tokk
"masuk"
"maaf non mel, didepan ada teman-temannya non mel"
"baik, suruh mereka tunggu sebentar ya mbak"
"baik non"
melati segera beranjak dari ranjang, ia bergegas menuju meja rias untuk menyisir rambut panjangnya. setelah selesai ia bergegas turun menemui kedua sahabatnya.
"sarah, liyla"
"hai mel"
__ADS_1
"ada apa.? tumben pulang kerja langsung kemari"
"kami kangen kamu"
"bohong dia mel, sebenarnya kami mau ngasih ini"
"astaga ini kan kemeja yang kubuat untuk varo beberapa bulan lalu"
"iya mel, begitu jadi sama sarah malah ditaruh ruanganmu jadilah dia lupa"
"hehe maaf ya mel" ucap sarah sambil nyengir kuda.
"ya sudah nggak apa-apa"
"bagaimana keadaanmu mel.?"
"aku sudah baik-baik saja sar"
"syukurlah"
"loh ada kalian berdua" ucap varo ketika dia baru saja masuk rumah.
"iya kak"
varo segera mendekati istrinya dan menciumi kening dan pipi melati secara bertubi-tubi.
"oh astaga kasihanilah para jomblo ini" ucap liyla.
"iya, kenapa mereka yang sudah punya pasangan tidak berprasaan sekali, mengumbar kemesraan di depan para jomblo" melati dan varo pun hanya bisa terkekeh geli mendenger ocehan liyla dan sarah.
"sayang aku keatas dulu ya"
"ini sekalian bawa" ucap melati sembari menyerahkan paper bag kepada varo.
"apa ini.?"
"itu kemeja untukmu, aku membuatkannya untukmu sekitar tiga bulan lalu. karna kelalaian mereka berdua, barulah sampai ketanganmu sekarang"
"kamu membuatkannya untukku yank.?"
"iya sayang"
"terimakasih istriku"
"sama-sama suamiku, sudah mandi sana"
"siap" varo bergegas ingin menuju ke kamarnya, namun ia urungkan dan menoleh kembali pada para wanita itu.
"sarah kamu dapat salam"
"salam. salam dari siapa kak.?"
"salam dari gio. cinta katanya" ucap varo sembari berlalu pergi.
sedangkan di dalam ruang tamu sarah tengah di ledek habis-habisan oleh liyla dan juga melati, hingga membuat wajah sarah bersemu merah.
__ADS_1