Melati Untuk Alvaro

Melati Untuk Alvaro
32


__ADS_3

ting.... ting... ting


ponsel sarah berbunyi menandakan ada pesan masuk di dalamnya. ia segera meraih ponselnya dan melihat isi pesan itu


v*aro:


sarah nanti malam temui aku di cafe diamond jam 7 malam.


sarah:


mau ngapain kak.?


varo:


tidak usah banyak tanya, datang saja.


sarah:


baiklah*.


"tumben sekali kak varo mengajakku bertemu" gumam sarah sembari menerka-nerka ada apa gerangan sampai varo mengajaknya ketemu di cafe.


******


"gimana bro, urusan sarah beres.?"


"beres, sekarang tinggal tugasmu"


"oke" bima segera merogoh sakunya dan mengeluarkan ponselnya.


*bima:


bro nanti malam temui gue di cafe diamond ya, jam 7. ingat jam 7, jangan sampai telat.


gio:


ada acara apa memangnya.?


bima:


kumpul-kumpul sama varo juga, loe kan tau setelah varo menikah kita jarang sekali bisa berkumpul.


gio:


baiklah*


"gio beres" ucap bima sembari mengangkat kedua jempolnya.


"trus gimana persiapannya.?"


"beres bro, loe tenang aja. semuanya sudah gue atur"


"bagus"


******


jam menunjukkan pukul 17.40 dan varo baru saja pulang dari kantor, ketika dia memasuki ruang tamu dia telah disambut hangat oleh istrinya.


"sayang kamu menungguku.?"


"iya"


"yasudah yuk kekamar" varo segera memeluk pinggang melati dan menuntunnya masuk kedalam kamar.


"aku mandi dulu yank"

__ADS_1


"iya mandikah, kamu pasti sudah sangat gerah"


varo segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh lengketnya karna seharian penuh melakukan aktifitas. sedangkan melati setelah menyiapkan baju ganti suaminya, ia segera naik keatas ranjang dan membaca novel.


"loh sayang kamu mau kemana.?" tanya melati heran ketika suaminya tak memakai baju yang telah ia siapkan, tetapi malah suaminya itu kembali memakai pakaian formal.


"aku ada janji sama klien, untuk makan malam bersama"


"oh"


varo segera menghampiri istrinya, dan duduk di tepi ranjang dekat dengan melati.


"maaf ya sayang aku tidak bisa mengajakmu, kondisi tubuhmu masih baru pulih"


"iya sayang, tidak masalah"


"aku berangkat sekarang ya" ucap varo sembari melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya dan sudah menunjukkan pukul 18.00


"kamu nggak makan malam dulu.?"


"tidak, aku makan diluar saja"


"yasudah kamu hati-hati ya sayang"


"iya sayang"


varo segera keluar dan di ikuti oleh melati, melati menghantar suaminya itu sampai di depan rumah. setelah mobil yang di kendarai varo sudah tidak terlihat, melati segera masuk kembali kedalam rumah.


"mel, mau kemana suamimu itu sayang"


"katanya sih ada janji sama klien ma"


"janji sama klien, bukannya ini sudah diluar jam kerja"


"yasudah ayo kita makan malam dulu, kakek telah menunggu kita di meja makan"


"iya ma"


*********


setelah menempuh perjalanan kurang lebih 40 menit varo sudah sampai di cafe tempatnya berjanjian dengan bima.


"gimana semuanya bereskan.?" tanya varo kepada bima


"beres, sekarang loe tunggu sarah di dalam sana. tugas gue membawa gio"


"oke siap" varo segera masuk kedalm cafe sesuai dengan instruksi dari bima.


setelah menunggu hampir 15 menit sarah pun telah sampai. dia begitu terkejut melihat keadaan disekelilingnya, tempatnya begitu romantis disekelilingnya terdapat kelopak bunga mawar yang bertaburan, dan juga ada lilin-lilin yang mengelilingi tempat itu. dan di tengah tempat itu ada sebuah meja yang telah dihias, ada juga seorang pria tampan yang duduk disana, pria itu menatapnya sambil tersenyum.


*"apa maksud semua ini.? kenapa kak varo melakukan semua ini, atau jangan-jangan kak varo menyukaiku. tidak itu tidak mungkin, aku tau betul kalau kak varo begitu mencintai melati. lalu apa maksud semua ini.?"* gumam sarah dalam hati. ia hanya bisa berdiri mematung di tempatnya.


"sarah, kemarilah" varo segera membuka suaranya ketika melihat sarah hanya diam mematung tanpa sedikitpun gerakan.


sarah segera sadar dari lamunannya, dengan perlahan ia melangkahkan kakinya yang sudah terasa berat. di dalam kepalanya masih terus bertanya-tanya apa maksud varo, apa sebenarnya yang di lakukan oleh suami dari sahabatnya ini.


"kak varo, ini semua maksudnya apa.?" tanya sarah ketika telah sampai didekat varo.


"duduklah dulu" ucap varo sembari menarik satu kursi untuk sarah.


sedangkan sarah hanya bisa menuruti permintaan varo, dia begitu gugup, dan bingung. sarah tidak habis fikir ada apa dengan diri varo.


"kenapa kamu melihatku seperti itu.?"


"ti tidak kak"

__ADS_1


"aku tau aku tampan, tapi jangan melihatku seperti itu. nanti kalau kamu menyukaiku bagaimana, aku ini suaminya sahabatmu loh" goda varo


"tidak kak" ucap sarah sembari menundukkan kepalanya *"sudah tau kamu suaminya sahabatku, tapi kenapa juga kamu malah mengajakku makan malam seromantis ini"* gumam sarah kesal.


tak lama datanglah bima, dan juga gio.


"ngapain kita kesini, tadi gue diajak ke atas, sekarang gue loe tarik kamari. mau gangguin varo sama melati"


"melati mbahmu" sergah bima


"lah itu cewek yang menunduk di depan varo bukannya melati.?"


"ahh banyak tanya loe tu bro" bima segera menarik tangan gio mendekat kearah varo dan juga sarah.


"hai-hai sorry ya kita telat"


ketika mendengar suara seorang pria yang menurutnya tidak asing sarah pun segera mengangkat kepalanya dan melihat kearah suara itu.


"kak bima, kak gio" ucap sarah gugup, dia takut kalau terjadi kesalah pahaman diantara mereka.


"sarah" gio pun tak kalah terkejutnya ketika mengetahui wanita itu bukanlah melati melainkan wanita itu adalah sarah.


"wihh biasa aja kalik nggak usah pada kaget gitu" ucap bima sembari terkekeh.


varo segera berdiri dari tempatnya dan mendekat kearah kedua sahabatnya, ia segera menarik tangan gio dan memaksanya duduk di depan sarah.


"nah sekarang tugas gue sama bima udah selesai, sekarang tinggal tugas kalian berdua. selesaikan urusan hati kalian" ucap varo sembari tersenyum.


"betul tuh. semangat bro, semoga sukses" ucap bima sembari menepuk bahu gio pelan


"ya udah kita berdua pamit dulu, bye" ucap varo sembari meninggalkan tempat itu, dan di ikuti oleh bima.


krikk..... krikk.... krikk


hening tak ada yang membuka suara, mereka berdua sama-sama diam dan larut dengan fikiran masing-masing.


*"duh gue harus ngomong apa ini.? ah sialan emang varo dan bima. mereka melakukan ini tanpa bilang apa-apa sama gue, sekarang gue harus bilang apa. gue nggak ada persiapan apapun"* gumam gio dalam hati.


*"aduh kenapa aku jadi gugup seperti ini. dan kenapa kak gio hanya diam saja, bikin aku semakin gugup saja"* gumam sarah dalam hati, kedua tangannya pun tak lepas meremas gaun yang ia pakai.


"sarah" setelah mengumpulkan keberaniannya, akhirnya ia pun membuka suaranya. ia tak mau usaha kedua sahabatnya sia-sia.


"i iya kak gio" jawab sarah tergagap karna saking gugupnya dia saat ini


"aku ingin ngomong sesuatu kepadmu"


"ma mau ngomong apa.?"


dengan perlahan gio menggenggam tangan sarah, ditatapnya mata sarah dengan sangat sungguh-sungguh.


"sarah sebenarnya aku sudah lama menyukaimu. apa kamu mau mencoba berhubungan denganku.?"


"a apa kak gio serius" sarah benar-benar semakin gugup


"aku serius sarah. sebenarnya aku sudah tertarik kepadamu sejak SMA dulu, kamu perempuan paling tangguh menurutku. kamu baik, cantik, dewasa, dan kamu sangat mandiri. apa kamu mau menjalin hubungan denganku.?" tanya gio sekali lagi.


sarah benar-benar bingung harus menjawab apa. sebenarnya sarah juga sudah menyukai gio semenjak mereka masih SMA. tetapi sarah sekarang benar-benar bingung harus berbuat apa. namun akhirnya ia hanya bisa menganggukkan kepalanya.


"kamu serius, mau mencobanya denganku.?" tanya gio memastikan.


"iya kak aku mau"


tanpa basa-basi gio segera berdiri dan memeluk sarah, dia segera memutar-mutarkan tubuhnya yang masih setia meneluk sarah, gio sangat bahagia sekali malam ini. karna apa yang selama ini ia impi-impikan menjadi kenyataan, sekarang ia bisa mendekap dan mencium wanita yang sangat ia sukai semenjak SMA.


sedangkan di sisi lain vari dan bima tersenyum puas melihat dua mahluk berlawanan jenis tengah asyik berpelukan. mereka sangat senang karna usahanya untuk menyatukan gio dan sarah berhasil

__ADS_1


__ADS_2