
pagi itu melati bangun pukul 06.00 namun dirinya tidak menemukan suaminya di sampingnya.
"kemana varo pagi-pagi seperti ini" gumam melati, ia bergegas merapikan tempat tidurnya dan bergegas menuju kamar mandi membersihkan tubuhnya.
selesai mandi seperti biasa iya akan bergegas menuju dapur untuk membantu bik siti.
"pagi bik" sapa melati ketika baru sampai dapur.
"pagi non"
"apa bibi melihat varo.?"
"tuan muda sudah berangkat ke kantor sekitar setengah jam yang lalu nona"
"kalau mama dan kakek.?"
"nyonya dan tuan besar baru saja berangkat"
huft melati nampak lesu dan terduduk di kursi sambik menopang dagunya.
"tolong buatkan aku susu bik"
"baik non" bibi bergegas membuatkan melati susu hangat dan memberikannya kepada melati.
"apa nona tidak sarapan dulu.?" tanya bibi ketika melihat melati hendak bergegas meninggalkan meja makan setelah menenggak susunya.
"tidak bik, aku tidak berselera"
melati bergegas menuju kamar dan mengambil tas jinjing dan kunci mobilnya.
"kenapa varo pergi tidak membangunkanku" gumam melati sambil mengerucutkan bibirnya.
"pagi non melati"
"pagi pak adi. pak adi tidak usah mengantarkan saya bekerja, soalnya mel mau bawa mobil sendiri"
"tapi non, nanti kalau tuan muda marah bagaimana"
"tidak akan pak, suamiku tidak akan marah. aku hanya akan pergi sebentar karna sudah ada janji pak"
"baiklah nona"
melati bergegas masuk kedalam mobil, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"kalau tidak ada janji dengan saly aku tidak akan pergi ke butik"
setelah memarkir mobilnya melati bergegas pergi masuk kedalam butik.
"wih mobil baru nih"
"gila keren banget mel"
"iya itu hadiah dari mama dan papa kemarin"
"katanya kemarin kamu tidak akan ke butik mel.?" tanya sarah.
"iya, aku hanya akan bertemu dengan saly. habis itu aku langsung pulang"
"oh ada janji sama pria melambai itu" ucap liyla polos.
"hus tutup mulutmu la, bagaimana kalau sampai saly mendengarnya"
"apa yang saya dengar nona melati" ucap saly yang baru saja tiba
"tidak saly. ini tadi liyla tidak sengaja merusakkan gaunnya, tapi kamu tenang saja semuanya sudah di benerin sama sarah"
"iya saly, kamu tidak perlu khawatir"
"ohh aku fikir apa"
"ya sudah saly ayo kita lihat gaunnya" melati bergegas mengajak saly menuju ruangan khusus gaun-gaun pengantin.
"nah ini saly gaunnya. menurutmu kurang apa.? kalau kamu masih kurang cocok aku bisa merombaknya kembali"
__ADS_1
"tidak nona melati, ini sudah cucok kok"
"syukurlah kalau sudah cocok dengan permintaan klienmu"
"ini benar-benar perfeck nona melati. aku tidak pernah salah kalau selalu mempercayakannya kepadamu" ucap saly puas dengan hasil kerja melati dan teman-temannya.
"kalau begitu di lanjut dengan sarah dan liyla ya saly. aku masih ada urusan"
"iya nona melati silahkan"
"kalau gitu aku pamit pulang dulu ya" pamit melati sembari keluar tanpa menunggu jawaban dari saly dan teman-temannya.
"hati-hati mel" ucap sarah
"kenapa melati buru-buru sekali, seperti di kejar hantu saja"
"iya hantunya kamu" ledek sarah sambil terkekeh.
******
"loh non melati sudah pulang.?"
"iya bik, tadi habis ada janji dengan klien membahas gaun yang dia pesan, selesai itu langsung pulang. yasudah saya kekamar dulu ya bik"
"iya non"
melati bergegas masuk kedalm kamar, dan merebahkan tubunya di atas ranjang.
"kenapa varo tidak menghubungiku, apa dia sesibuk itu" melati bergegas membuka tas jinjingnya dan mengambil benda pipih yang ada di dalamnya.
varo:
yank aku berangkat bekerja dulu ya, tadi aku tidak sempat pamit sama kamu. habisnya kamu tidurnya pulas banget. love you sayang 😘
"ah ternyata dia mengirimiku pesan" ia meletakkan ponsel itu di dadanya dan mulai tertidur
jam menunjukkan pukul 11.00 siang, melati baru saja membuka matanya.
melati bergegas turun dan menuju dapur. ia bergegas memasak makanan untuk suaminya. cumi pedas manis, dan tumis kangkung.
"lebih baik ini saja, tidak mungkin kan kalau siang-siang seperti ini aku membuatkannya nasi goreng" gumam melati sambil menyiapkan bekal varo.
"non melati sedang apa.?"
"ini bik aku membuatkan bekal untuk varo"
"kenapa nona nggak panggil bibik saja non, biar bibik yang menyiapkannya"
"tidak perlu bik, lagian ini sudah jadi. kalau gitu mel ke kantor varo dulu ya bik"
"iya non hati-hati"
"iya bik"
*********
"pagi mbak. apa suami saya ada di ruangannya.?" tanya melati kepada resepsionis.
"pak varo ada di ruangannya bu, ibu langsung saja menuju keruangannya bapak" ucap resepsionis dengan sopan.
"baik terima kasih"
melati bergegas memasuki lift menuju ruangan varo. sepanjang perjalanan menuju ruangan varo, seluruh karyawan tak henti-hentinya memandang melati dengan perasaan kagum, ini untuk pertama kalinya melati datang ke kantor varo tanpa menggunakan kacamata tebalnya.
"apa itu bu melati istrinya pak varo, wah ternyata dia cantik sekali ya aslinya"
"iya aku nggak menyangka bu melati secantik itu"
para karyawan terus saja memperhatikan dan membicarakan melati.
"siang bu melati" sapa vani ramah
__ADS_1
"siang vani. apa suami saya ada.?"
"bapak ada di dalam bu. ibu langsung masuk saja"
"oke, makasih"
"iya bu"
melati segera menuju ke dalam ruang kerja suaminya, ia langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"apa kamu sesibuk itu.?" tanya melati kepada varo yang tampak trus fokus dengan laptopnya, tanpa menyadari kehadiran melati.
"sayang kamu kemari" varo bergegas menghampiri istrinya dan langsung memeluknya.
"iya, aku membawakanmu makanan"
"wah istriku pengertian sekali. tau saja kalau suaminya belum makan"
"yasudah makan dulu ya, nanti baru di lanjut lagi kerjanya"
"iya sayang, tapi suapi ya"
"iya deh iya. karna suamiku ini sudah sangat bekerja keras untuk mencari uang, maka aku akan menyuapimu"
dengan segera melati menyiapkan bekal yang telah ia bawa, dan mulai menyuapi suaminya. melati begitu senang ketika varo dengan lahap memakan bekal yang ia bawa, varo bahkan menghabiskan bekal itu hingga tak tersisa.
"makanan buatan bik siti memang selalu the best" ucap varo sambil mengelus perutnya yang membuncit karna kekenyangan.
"kamu benar-benar menganggapku tidak ada ya yank.? padahal aku yang memasak itu dengan susah payah" ucap melati sambil mencebikkan bibirnya.
*"astaga matilah aku, ternyata ini dia yang membuat. duh pasti dia marah nih" gumam varo dalam hati.
"astaga ternyata ini buatan istriku, unch istriku selain cantik ternyata pandai masak juga ya" ucao varo sembari menarik melati kedalam pelukannya.
"bagaimana persiapan pembukaan cabang yank.?"
"semuanya sudah selesai yank"
"syukurlah"
varo menarik dagu melati hingga kini mata mereka saling tatap. perlahan varo mendekatkan wajahnya kewajah melati, dan dengan lembut ia mencium bibir ranum melati, melu**t, dan meny***p. dengan perlahan varo membaringkan tubuh melati di kursi sofa. ia terus mencu*bu dan menciumi melati.
"mmmm" melati mende*ah karna terus mendapatkan serangan dari varo. hal itu membuat varo terus memberikan serangan kepada istrinya.
setelah puas bermain-main di bibir melati, ia berpindah keceruk leher melati dan memberikan beberapa tanda kepemilikan disana, setelah membuat tanda kepemilikan di leher melati, ia segera mebuka baju yang dikenakan melati dan mencumbu dada melati, mer***s, meny**ap, menj**ati pucuknya, dan memberikan banyak tanda kepemilikan disana.
"mmm, yank jangan ini di kantor" ucap melati mendorong tubuh varo hingga varo terjengkang kebelakang.
"ini kantor milik suamimu sayang, tidak akan ada yang berani memarahi kita" ucap varo sambil kembali menindih melati.
melati hanya bisa pasrah menerima serangan-serangan suaminya itu. entah barapa kali varo membuatnya melayang, yang jelas melati benar-benar di buat lemas oleh suaminya.
"varooo"
"melatiii"
mereka saling memanggil ketika mendapat puncak secara bersamaan. dan varo rubun di atas tubuh istrinya.
setelah selesai melakukan hal gila bersama suaminya itu melati segera mengambil pakaiannya yang bercecer dan menggunakannya kembali, begitu pula dengan varo.
"kamu tuh ya, suka sekali membuatku lemas" protes melati.
"tapi kamu menyukainya kan yank.!" goda varo, hingga membuat wajah melati memerah seperti udang rebus.
"tauk ah" ucap melati pura-pura merajuk.
"uhh istriku ini menggemaskan sekali sih. cup... cup..... cup" varo menarik melati kedalam pelukannya, dan memberikan begitu banyak ciuman di puncak kepala melati.
*"terimakasih Tuhan, kau telah memberiku istri yang begitu cantik. selain cantik wajahnya, ia juga cantik hatinya. aku sangat bersyukur tuhan, aku juga tak pernah berhenti mengagumi ciptaanmu yang satu ini Tuhan"* gumam varo dalam hati, ia terus memeluk melati dengan begitu erat.
"I LOVE YOU" bisik varo di telinga melati.
"I LOVE YOU TOO"
__ADS_1