
"sayang orang tua kita pasti senang sekali juka mendengar kamu mengandung lagi"
"iya sayang, aku sendiri saja masih tidak menyangka"
"pokoknya kamu harus banyak-banyak istirahat, dan nggak boleh kecapean, kerja juga dari rumah saja"
"astaga kamu akan mengurungku lagi.?"
"aku tidak mau mengurungmu sayang, setidaknya sampai trimester pertama lewat, aku tidak mau terjadi hal yang tidak diingikan lagi"
"iya sayang maafkan aku ya, dulu karna aku nekat mengantar makan siang untukmu, kita jadi kehilangan anak kita" ucap melati sembari menundukkan kepalanya.
"tidak sayang, itu bukan salahamu. itu salahku karna aku tidak bisa melindungi kalian berdua" mata varo kembali memerah ketika mengingat kejadian itu, dimana dia tidak bisa tegas kepada viola, sehingga dia dengan mudah melukai istri dan anaknya.
"aku tidak pernah menyalahkanmu sayang, mungkin itu semua sudah kehendak Tuhan. dan lihatlah sayang sekarang kita malah diberi kebahagiaan lebih dari yang lemarin" ujar melati sembari memeluk varo.
"sekarang kamu istirahat ya sayang, ingat kamu nggak boleh kecapean" ucap varo ketika mereka berdua telah sampai rumah.
"astaga kalian berdua dari mana saja nak.? katanya sakit tapi ini kamu terlihat baik-baik saja, bahkan kamu mengajak istrimu jalan-jalan" sarkas mama yang baru saja melihat varo dan melati pulang.
"kenapa mama sudah pulang.?"
"mama sengaja pulang lebih awal agar bisa melihat keadaanmu, tapi kamu baik-baik saja seperti ini. bahkan masih bisa kluyuran, dasar anak nakal"
"mamaku sayang varo punya hadiah buat mama"
"hadiah apa.? kamu tidak sedang berusaha membujuk mama agar tidak memarahimukan"
"tidak mama sayang"
"lalu hadiah apa yang kamu maksud.?"
varo segera meminta foto hasil USG bayi mereka kepada istrinya dan langsung memberikannya kepada mama.
"ini benar varo, kamu tidak sedang ngerjain mama kan.? jangan-jangan kamu mengerjai mama biar mama tidak marah lagi kepadamu"
"tidak ma, mana berani varo membohongi mama. kan dosa kalau membohoni mama"
"alhamdulilah mama senang sekali sayang apa lagi mama akan dapat dua sekaligus"
"berarti usaha varo patut diacungi jempol kan ma.!"
"huh dasar anak nakal, lalu kenapa kamu menyetir mobil sendiri dalam keadaan sakit hee, apa kamu tidak memikirkan keselamatan anak kesayangan mama yang cantik itu" ucap mama sambil menjewer telinga varo.
"aduh ampun ma sakit sekali ini, varo tidak sakit ma"
"kalau kamu tidak sakit, kenapa istrimu bilang kamu tadi pagi mual-mual.?"
"kata aldo morning sickness ma"
"siapa aldo.?"
"aldo temennya mel ma, tadi kata dokter riyan bilang varo tidak sakit bahkan beliau bilang varo baik-baik saja, makanya mel telfon aldo, dan aldo mengatakan hal yang sama, trus dia menyuruh mel periksa didokter kandungan, dan ternyata benar kata aldo kalau mel kembali mengandung"
"pokoknya kamu nggak boleh capek-capek ya sayang, harus perbanyak istirahat"
"iya ma"
"varo keatas dulu ma, masih ada pekerjaan yang harus varo kerjakan"
"sudah sana pergi, mama mau berduaan sama anak cantik mama"
"kenapa jadi varo di usir, sebenarnya anak mama itu varo atau istri varo sih"
"ya istrimu lah, kamu anak nakal sih"
"hih mama menyebalkan sekali" sarkas varo sembari meninggalkan kedua wanita yang sangat ia cintai.
setelah hampir satu jam varo berkutat dengan laptopnya akhirnya pekerjaannya pun sudah ia selesaikan semua.
"akhirnya selesai juga. oh iya baju yang ku pesan pada sarah apa kabar, acaranya kan besok malam, coba aku tanya ah sama dia." gumam varo, sembari mendial nomor telfon sarah.
"halo kak varo"
"halo sar, gimana pesenan bajuku sudah bereskan"
"sudah jadi jauh-jauh hari kak, kalau tidak cepat-cepat kakak ambil akan aku gunakan untuk acara pernikahanku ya"
"minta kuhajar kamu sar"
"hehe bercanda kak, nggak usah galak-galak gitu napa. selow baelah"
__ADS_1
"sudah kamu siapkan besok sore kamu antarkan baju itu kerumah, berikan kepada melati. paham.?"
"siap boss"
"good" ucap varo sembari memutus sambungan telfonnya.
******
pagi itu varo kembali mual-mual lagi, hingga ia benar-benar lemas.
"sayang minumlah dulu tehnya biar agak mendingan" ucap melati sembari memberikan teh hangat itu kepada suaminya.
"yang hamil kamu tapi kenapa yang morning sickness aku sih yank"
"itu namanya adil sayang"
"kenapa bisa adil.?"
"iya karna aku yang mengandung dan kamu sebagai papanya yang mual-mual"
"tapi aku bersyukur sih yank, karna yang mengalami morning sickness aku, jadinya kamu tidak perlu merasakan betapa menyiksanya ini" ucap varo sembari menghujani puncak kepala melati secara bertubi-tubi.
jam menunjukkan pukul 12.00 dan keadaan varo sudah kembali segar, ia pun memutuskan untuk pergi kekantor.
"sayang kamu mau pergi bekerja.?" tanya melati yang baru saja bangun dari tidurnya.
"iya sayang, aku berangkat dulu ya. kamu baik-baik dirumah" ucap varo sembari mencium kening melati"
"kamu hati-hati ya papa"
"iya mama" varo begitu senang ketika istrinya itu memanggilnya papa, ia jadi tidak sabar untuk menanti buah hati mereka.
sore itu sebari menunggu varo pulang kerja melati menghabiskan waktunya bersama mama, membicarakan banyak hal seputar kehamilan.
"sayang apa kamu sudah memberitahu mama dan papamu mengenai kehamilanmu.?"
"astaga mel lupa ma"
"yasudah sekarang video call mamamu sayang, mama ingin melihat ekspresi gembira besan mama itu"
"iya ma" melati segera mendial nomor mamanya untuk melakukan panggilan video
"sayang ada apa.?" tanya mama dahlia ketika sudah mengangkat panggilan video melati.
"apa itu sayang.?"
"melati hamil ma"
"oh hamil" ucap mama dahlia datar dan belum sadar dengan apa yang ia dengar "ha hamil kamu serius sayang.?" tanyanya ketika sudah sadar dengan kabar gembira itu.
"iya serius ma, mel mana berani membohongi mama"
"alhamdulilah mama senang sekali mel"
"apa kamu senang dahlia.?"
"aku sangat senang syifa"
"dan apa kamu tau kita akan mendapat cucu dua sekaligus"
"kamu tidak sedang bercandakan fa.?"
"untuk apa aku bercanda, apa kamu tidak melihat muka seriusku ini"
"ah aku senang sekali fa, mas agung pasti juga akan senang mendengar berita ini. kalau begitu kamu jaga anak kita dan calon cucu kita ya fa"
"itu sudah pasti lia. yasudah aku tutup ya telfonnya, ini sudah waktunya makan malam" mama syifa segera menutup panggilan video dengan mama dahlia, ia pun juga segera mengajak melati masuk kedalam rumah karna hari sudah mulai malam.
"sayang mama mau pergi dulu karna ada acara, kamu tunggulah suamimu ya"
"tapi ini sudah jam enam ma kenapa varo belum pulang, kakek pun juga belum pulang.?"
"mungkin pekerjaan mereka masih belum selesai sayang, yasudah mama pergi bersiap dulu ya sayang"
."iya ma"
melati mendudukkan tubuhnya diruang keluarga sembari menonton acara kesukaannya. matanya pun tak pernah berhenti melirik jam yang ada dinding, dia sangat menghawatirkan suaminya itu. biasanya kalau varo lembur dia selalu memberi kabar tapi kenapa ini tidak ada kabar sama sekali.
"sayang mama berangkat dulu ya"
"mama cantik sekali, mau pergi kemana ma.?"
__ADS_1
"mama dapat undangan wedding anniversary anaknya teman mama, yasudah mama pergi dulu ya sayang" pamit mama sembari mencium pipi melati.
"sedirian deh, arka juga tidak kemari lagi"
"melati"
"sarah kamu kemari, tapi kenapa aku tidak mendengar suara bel rumah"
"aku memang langsung masuk, soalnya tante menyuruhku langsung masuk"
"dasar kamu tuh ya kebiasaan"
"akukan sudah dapat izin tante mel, kalau belum dapat izin beliau mana berani aku."
"iya deh iya, tapi ngomong-ngomong kamu ngapain kesini malam-malam gini"
"mau minta makan"
"astaga, aku serius sarah"
"hehe ya karna aku tau kalau sahabatku yang satu ini tengah kesepian, kan kasian kalau bumil kesepian"
"mana pernah kamu memikirkan aku kesepian atau tidak"
"baiklah aku cuma mau kasih ini, kamu pakai ya" ucap sarah sembari memberikan kotak yang sedari tadi ia bawa.
"sekarang.?"
"iya sekarang, masak taun depan. yuk kita kekamar"
"inikan gaun yang aku buat untuk pernikahanku tapi tidak kesampaian sar"
"sudah nggak usah crewet, pakailah sekarang. aku pinjam kamar mandinya, karna aku juga mau ganti baju. setelah ini kamu ikut aku, keacara temen oke"
"temen siapa sar.?"
"banyak tanya ah"
melati segera memakai gaun itu dan memoles wajahnya dengan makeup tipis.
"sudah selesia.?"
"sudah"
"ayo kita berangkat" ucap sarah sembari menggandeng tangan melati.
"sebenarnya kita mau kemana sih sar.?"
"acara temanku, sudah jangan banyak tanya"
setelah menempuh perjalanan hampir 30 menit mereka telah sampai di sebuah hotel milik keluarga melati.
"kenapa kamu mengajakku kehotel milikku sendiri"
"memang acaranya disini mel, sudah ayo turun"
sarah segera menarik tangan melati menuju kearah kolam renang hotel itu.
dari kejauhan melati dapat melihat tempat itu sudah dihias dengan sedemikian rupa, namun ketika ia sampai ditempat itu ia sangat terkejut karna melihat suami beserta keluarganya juga berada disana, ia segera berjalan menuju ketempat dimana suaminya berada.
"sayang ini maksudnya apa.?" tanya melati ketika sudah dekat dengan varo
bukannya menjawab varo malah memeluk melati dan menghujani kening melati dengan banyak ciuman, tak lama gio datang membawakan satu buket bunga mawar merah kepada varo.
"ini untukmu sayang"
"ini sebenarnya ada acara apa varo, aku sedang tidak berulang tahun"
"happy wedding anniversary sayang" ucapnya sembari meraih bibir ranum melati dan memagutnya penuh dengan cinta.
"astaga aku lupa kalau hari ini ulang tahun pernikahan kita yang pertama sayang, maafkan aku" ucapnya sembari memeluk erat varo.
"tidak masalah, kalau kamu lupa. akan selalu ada aku yang mengingatkanmu"
"udah kalik mesra-mesraannya, kasian gue kek masih jomblo nih" sarkas liyla hingga mengundang gelak tawa dari mereka semua.
"gerak cepet kek bim, kasihan tuh anak orang nungguin kepastian dari loe" sindir gio.
"secepatnya bro" jawab bima dengan pasti, hingga membuat wajah liyla memerah seperti udang rebus.
__ADS_1