Melati Untuk Alvaro

Melati Untuk Alvaro
49


__ADS_3

"ingat pesan mami, kalau mami belum jemput jangan keluar dulu dari dalam sekolah oke" ucap melati pagi itu ketika mengantarkan kedua buah hatinya pergi sekolah.


"iya mami, kalau gitu kami masuk dulu mi" pamit al sembari mencium tangan melati, dan diikuti oleh alice.


"iya, sekolah yang rajin sayang"


"oke mi" jawab alice dengan centilnya.


"ayo kita masuk kekelas"


"iya bang"


setelah al dan alice masuk, melati segera melajukan mobilnya menuju butik.


"pagi bu melati"


"pagi elly. apa sarah dan liyla sudah datang?"


"bu sarah sudah datang, kalau bu liyla belum datang bu"


"oh terimakasih, saya keruangan saya dulu"


"iya bu"


melati segera naik kelantai dua, namun bukannya menuju rungannya ia justru berbelok pada ruangan sarah.


"pagi sar"


"pagi mel"


"apa pekerjaanmu banyak"


"tidak aku hanya mengurus pesanannya sally dan ini aku masih menanyakan kepada mbak tutik sudah siap atau belum"


"liyla kemana? tumben sekali belum datang"


"billa rewel nggak mau ditinggal mamanya makanya dia agak kesiangan"


"apa anak itu sedang sakit, kalau sakit biar liyla dirumah saja tidak usah pergi bekerja"


"tidak sakit mel, memang billa selalu susah ditinggal kerja sama liyla. bahkan kalau kadang-kadang dia berangkat pagi-pagi sekali sebelum anaknya itu bangun"


"apa gisa sama halnya dengan billa?"


"oh tentu saja tidak putriku itu super penurut mel, ibaratkan ada mamanya ataupun tidak dia sama sekali tidak perduli. mungkin dia anaknya baby sister" ucap sarah sembari mencebikkan bibirnya.


"kau ini ada-ada saja sar"


"apa kau tidak ada rencana untuk membuatkan sikembar adik?"


"aku belum ingin sar, tapi varo sudah ingin cepat-cepat punya momongan lagi"


"tapi memang sudah waktunya mel, apalagi sikembar sekarang sudah 6 tahun"


"kau sendiri sudah punya rencana untuk menambah momongan?"


"sudah proses dong, tinggal tunggu hasil" ucap sarah dengan begitu genit.


"gerak cepat nih ceritanya?"


"iya dong, buruan dong mel loe bikin juga ntar biar kita haminya barengan. dulukan gue hamilnya bareng liyla, sekarang giliran bareng sama loe"


"asik kalik ya"


"asik dong, nanti kita bisa belanja bersama-sama"


"ngobrolin apaan sih?"


"mana tuyul kecilmu? apa dia sudah mau lepas dari ibu tuyul"


"ada sama papanya"

__ADS_1


"apa kak bima tidak pergi bekerja?"


"tidak mel"


"wah berarti suamimu membebankan semua pekerjaannya kepada suamiku dong"


"tidak lah, enak saja kau sar. suamiku tidak pergi bekerja karna memang tidak ada pekerjaan yang terlalu penting, kau seperti tidak tau suami kita saja. kalau tidak ada pekerjaan yang penting mana pernah mereka pergi ngantor, merekakan tidak serajin kak varo. makanya kita juga nggak kaya-kaya seperti kak varo"


"hahaha mulutmu kadang-kadang suka benar" kekeh sarah.


"aku memang selalu benar, suami kita memang punya perusahaan sendiri. tapi tetap saja pemegang saham terbesarnya kak varo"


"iya, aku heran sekali sama suamimu itu mel kenapa uangnya banyak sekali"


"itu karna dia selalu bekerja keras"


"meskipun tidak bekerja keraspun suamimu sudah kaya sejak lahir mel"


"hurasa iya haha" kekeh melati


"kaupun sama mel, kaya sedari lahir"


"iya sultan borjodoh dengan sultan. bagaimana kalian tidak semakin bertambah kaya"


"kalian ini ada-ada saja. oh ya bagaimana rencana liburan kita?"


"iya ayo kapan kita berangkat"


"gimana kalau lusa"


"oke coba nanti aku bicarakan dengan varo ya"


"siap mel" ucap sarah dan liyla bersamaan.


******


"hay al, apa kami boleh bergabung?"


"abang tidak boleh ketus-ketus dong. kakak-kakak maafkan abangku ya, kalau kalian mau duduk bersama kami silahkan" ucap alice.


"terimakasih alice"


"sama-sama"


"dedek abang mau kekelas dulu" ucap al sembari berlalu pergi.


"abang tapi makanan abang belum habis"


"abang sudah kenyang"


"ah abang selalu seperti itu"


"alice apa alvian itu beneran kakakmu?"


"iya abang al adalah kakakku"


"tapi kenapa usia kalian sama?"


"karna aku saudari kembarnya"


"oh jadi kalian ini kembar?"


"iya kak. kalah gitu alice permisi ya kakak"


"kau mau kemana?"


"alice mau kasih roti ini buat abang, kasihan abang belum makan" ucap alice sembari pergi.


"mereka manis sekali"


"iya, apalagi al dia sungguh tampan. andai saja dia seusia dengan kita, pasti sudah kujadikan gebetan"

__ADS_1


"anak kelas 5 SD sudah bahas gebetan, kalau sudah besar mau jadi apa"


"apaan sih sirik banget"


tepat pukul 10.00 al dan juga alice yang baru saja duduk dibangku kelas 1 sekolah dasar sudah tampak terlihat pulang.


"mami mana sih bang, kenapa lama sekali"


"sabar dong dek"


"tapi ini panas abang, aku sangat haus mana minumku sudah habis"


"nih kamu minum punya abang"


"trus abang minum apa?"


"abang tidak haus dedek"


"abang pasti berbohong. kita bagi dua ya bang minumnya, dedek nggak mau abang kehausan" setelah ia meminum sedikit air dan membasahi tenggorokannya alice segera memberikan botol itu kepada al.


"kamu habiskan saja dek"


"dedek nggak mau, abang juga haus. dan dedek nggak mau kalau abang kehausan, jadi abang minumlah"


"baiklah" jawab al sembari meraih botol minum itu dari tangan saudari kembarnya, ia segera meneguk sisa air yang ada didalam botol itu, karna memang sebenarnya ia sendiri juga haus. namun sengaja ia tahan agar masih ada persediaan air untuk sang adik.


"dedek sayang abang" ucap alice sembari memeluk al.


"abang juga sayang sekali dengan dedek"


tinn... tinn...tinn


"hey anak-anak mami. ada drama apa ini? kenapa kalian berdua berpelukan seperti tadi"


"mami kepo"


"iya mami sudah datang terlambat pakai acara kepo lagi"


"maaf sayang, ayo kita pulang sekarang"


dengan segera al dan alice masuk kedalam mobil.


"bagaimana sekolah kalian hari ini?"


"lancar mami"


"tidak ada drama-drama lagikan?"


"no drama mami" jawab alice


"bagus, anak-anak mami memang pintar"


*******


"sayang kau masih ingat acara berlibur kita?" tanya melati kepada varo yang sudah mulai merebahkan tubuhnya.


"iya masih, lalu kamu maunya kapan?"


"kalau lusa bagaimana?"


"boleh"


"kau serius sayang?"


"iya kapan aku pernah bercanda"


"baiklah besok aku langsung konfirmasikan kepada liyla dan juga sarah"


"yasudah sekarang tidurlah, ini sudah malam"


"iya sayang" melati segera mengangsur tubuhnya kedalam dekapan varo, ya kalau tidak dipeluk oleh varo. sudah pasti melati tidak akan bisa tidur.

__ADS_1


__ADS_2