Melati Untuk Alvaro

Melati Untuk Alvaro
27


__ADS_3

"sayang ingat ya nanti pulang lebih awal, kita harus menghadiri resepsi pernikahan aldo dan anggun" ucap melati ketika mengantarkan varo di teras depan.


"iya sayang. yasudah aku berangkat kerja dulu ya" pamit varo sembari mencium kening istrinya.


"iya kamu hati-hati ya yank" jawab melati sembari mencium tangan varo.


"iya sayang"


setelah mobil varo tidak terlihat di pandangannya melati segera masuk kedalam rumah.


"kak mel"


"eh arka, sini kak mel kangen kamu tau"


aldo lekas berlari dari arah dapur untuk menghampiri melati.


"arka juga kangen kam mel" ucapnya dengan suara cepreng khas anak kecil.


"yaudah kita main yuk di belakang"


"iya kak mel"


seharian penuh melati hanya bermain dengan arka, bahkan ketika tidur siang pun melati membawa arka untuk tidur bersamanya. melati begitu senang kalau ada arka di rumah itu, rasanya rumah itu menjadi tidak sepi, karna ada celoteh-celotehan arka.


jam menunjukkan pukul 17.00 dan varo baru saja kembali dari kantor. ketika ia memasuki rumah, ia mendengar cekikikan anak kecil, istrinya, dan juga mama. varo melihat diruang keluarga ada melati, mama, dan arka anaknya bik siti.


"sebahagia itu melati kalau ada arka. semoga saja anak kami cepat lahir supaya dia bisa terus tersenyum seperti itu" gumam varo sembari terus mengawasi istrinya.


"asalamualaikum"


"walaikumsalam" jawab melati dan mama bersamaan


"tumben kamu jam segini sudah pulang nak, biasanya jam segini baru keluar kantor!"


"iya ma, sudah ada janji dengan ibu negara. nanti kalau pulang telat ibu negaranya merajuk" ucap varo sembari ekor matanya melirik melati.


"memangnya kalian mau kemana.?"


"kita mau menghadiri pernikahan aldo sahabatnya mel ma"


"oh, yasudah mandi dulu gih nak"


"iya ma" varo bergegas masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan tubuhnya.


"arka kenapa.?" tanya melati kepada arka yang bersembunyi di belakang tubuhnya.


"arka takut kak varo"


"memangnya kak varo kenapa arka ?"


"kak varo galak sekali kak mel" melati dan mama hanya bisa terkekeh mendengar ucapan polos arka.


"kak varo tidak galak arka, dia hanya sedikit nyebelin aja"


"nggak kak mel, kak varo galak banget. dulu arka tidak sengaja menabraknya, dan kak varo langsung melototi arka, padahal arka sudah minta maaf"


"kak varo memang seperti itu sayang, tapi sebenarnya dia baik kok"

__ADS_1


"benarkah bunda" tanya varo kepada mama syifa, ya mama syifa memang membasakan dirinya bunda kepada arka.


"iya sayang" ucap mama syifa sembari memeluk arka.


"baiklah kalau begitu arka tidak akan takut lagi sama kak varo"


"arka maukan tinggal disini sama ibu arka, arka juga bisa main sepanjang hari dengan kak mel"


"apa boleh bunda ?"


"boleh dong sayang, bunda malah seneng kalau arka disini. berarti ada yang jagain kak mel dan dedek bayi"


"siap bunda, arka bakal jagain kak mel dan juga dedek bayi yang ada diperutnya kak mel"


"anak pintar" ucap mama syifa sembari menciumi pipi gembul arka.


"mel ke kamar dulu ya ma, mau bersiap dulu"


"iya sayang"


melati bergegas menaiki anak tangga dan menuju kedalam kamarnya.


"kamu sudah siap yank.?"


"udah dong, kamu buruan bersiap nanti telat lagi"


"iya yank"


melati bergegas mempersiapkan dirinya karna acara resepsi pernikahan aldo dimulai jam 19.00 dan sekarang jam sudah menunjukkan pukul 18.00 setelah selesai melati segera turun menyusul suaminya yang sudah berada di bawah.


"wah kak mel cantik sekali"


"arka kalau sudah besar juga ingin menjadi seperti kak varo"


"kenapa kamu ingin menjadi sepertiku bocah.?" tanya varo heran.


"iya, biar punya istri secantik kak mel"


"kamu itu ada-ada saja bocah" ucap varo sembari mengacak gemas rambut arka.


"yaudah kita berangkat yuk yank nanti telat lagi"


"iya yank"


"kami berangkat dulu ya ma" pamit varo sembari mencium tangan mama dan di ikuti oleh melati.




varo bergegas menggandeng tangan melati menuju ke mobil. sesampainya dimobil ia segera membukakan pintu untuk melati, setelah selesai ia segera masuk dan duduk di belakang kemudi, dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


butuh waktu sekitar 45 menit menuju kelokasi pernikahan aldo dan juga anggun. sesampainya disana varo segera menggandeng melati untuk menuju ballroom hotel dimana acara pernikahan aldo digelar. sesampainya disana varo dan melati segera menyalami dan memberikan selamat kepada kedua mempelai.


"aldo, anggun selamat ya, semoga pernikahan kalian sakinah mawadah warohmah"


"amin makasih mel" ucap aldo dan anggun bersamaan.

__ADS_1


"kamu perbanyak sabar ya nggun, karna kamu punya suami yang sangat-sangat narsis"


"siap mel"


"apaan sih mel, aku itu tidak narsis. memang kenyataannya aku ini kelewat tampan"


"kenapa ni bocah narsis banget kayak bima" saut varo .


"iya dia memang sebelas duabelas dengan bima sayang"


"astaga bahkan di hari bahagiaku kalian masih sempat mencelaku" ucap aldo, sedangkan melati, varo, dan anggun hanya bisa terkekeh.


"yasudah yu yank turun. tuh di belakang sudah mengantri"


melati dan varo segera turun dan bergabung dengan sarah, liyla, gio, dan juga bima yang tampak asyik menikmati makanan.


"hai mel, hai kak varo" sapa sarah


"hai sar. kalian sudah lama datang.?"


"belum mel"


"apa kalian berpasangan.?" tanya varo penuh selidik ketika melihat sahabatnya dan sahabat istrinya tampak bersama.


"tidak, kami memang sengaja bergabung dengan mereka. karna kami tau kalian pasti juga datang"


"oh aku fikir kalian berpasangan"


"tapi kalau kalian berpasangan aku lihat cocok" goda melati


"apaan sih mel. udah sini bumil ikut makan dari pada ngomong yang nggak-nggak"


"ya ampun liyla coba kamu lihat kak bima. masak kamu tidak tertarik sedikitpun dengannya, dan kau sarah apa kau tak tertarik kepada kak gio ?"


"sudah deh mel, ini bukan sesi untuk membuka biro jodoh ya"


"iya bener tuh kata sarah"


"gue rasa yang di bilang istri gue ada benernya. apa kalian tidak mau mencobanya dulu, usia kalian sudah tidak lagi 17 tahun yang hanya bermain-main dengan cinta. coba fikirkan baik-baik, kalau ku lihat kalian cocok. liyla dengan bima, sedangkan gio dengan sarah"


gio hanya bisa melirik sarah sambil tersenyum, sebenarnya dari waktu SMA dia sudah tertarik dengan sarah dia wanita yang tangguh meski sedikit galak. karna dulu sarah yang selalu membela melati ketika varo tengah usil mengerjainya. sarah benar-benar tipe wanita yang di inginkan gio selain cantik, baik, sarah juga tipe wanita yang mandiri dan tidak manja. begitupun sebaliknya, sarah sebenarnya juga tertarik kepada gio, dia pria yang baik, bertanggung jawab, selain itu ia juga pekerja keras. semua yang ada pada diri gio masuk kedalam kriteria cowok idamannya.


sementara liyla sedari SMA sebenarnya sudah mengidolakan bima, hanya saja liyla tidak suka dengan sifat bima yang suka bergonta-ganti pasangan. sedangkan bima juga sedikit tertarik dengan liyla, karna selain lucu, liyla juga gadis yang polos.


"apaan sih lo bro, malah ikut-ikutan binik loe. jodoh-jodohin kita"


"sudah-sudah biarkan sang waktu yang menjawab. sekarang yang terpenting kita makan dulu"


setelah selesai makan mereka berpisah membentuk dua kubu. para pria membahas masalah pekerjaan, sedangkan para wanita membahas tentang masalah butik.


"gue ke toilet dulu ya" panit varo kepada kedua sahabatnya.


"iya jangan lama-lama. kasihan binik loe nanti kalau nyariin"


"iya" varo bergegas pergi menuju ke dalam kamar mandi.


"ah lega" ucap varo ketika selesai dari kamar mandi dan bergegas kembali ketempat sahabat-sahabatnya berada. namun belum sempat ia melangkahkan kakinya ada seorang wanita yang memanggilnya dari arah toilet cewek.

__ADS_1


"varo"


"viola"


__ADS_2