Melati Untuk Alvaro

Melati Untuk Alvaro
45


__ADS_3

"sayang kamu sudah sadar.?" tanya varo kepada melati yang baru saja membuka matanya.


"anak-anak kita mana sayang.?"


"itu mereka ada didalam boks bayi"


"apa mereka baik-baik saja.?"


"mereka baik dan sehat sayang, kau tak perlu menghawatirkan mereka. sekarang kau harus fokus pada pemulihanmu dulu"


"aku sudah tidak apa-apa yank, hanya saja bekas jaitannya saja yang masih agak sakit"


"itu normal sayang, nanti juga beberapa hari kedepan akan mengering" ucap mama dahlia


"iya benar itu sayang. apa kalian sudah menyiapkan nama untuk cucu-cucu mama.?"


"sudah ma, varo sudah menyiapkannya"


"lalu siapa namanya.?"


"untuk abang namanya adalah Alvian akbar efendi, sedangkan dedek Alice zhafira atmaja"


"nama yang bagus" ucap mama dahlia dan mama syifa secara bersamaan.


"iya itu sungguh bagus mel, oh keponakanku sungguh menggemaskan" ucap sarah


"iya bro nama yang bagus, tapi kenapa kau beri marga yang berbeda kepada mereka.?"


"iya varo, kenapa kau masukkan marga kedua keluarga kita pada anak kalian.?" tanya papa agung.


"varo dan melati memang telah sepakat akan memberikan margaku dan marga melati. karna menurut kami keluarga adalah salah satu hal yang paling penting untuk hidup kami"


"oh cucu nakalku sekarang benar-benar sudah dewasa" ucap kakek sambil menepuk-nepuk bahu varo.


"mel, nanti kalau baby al, dan baby alice sudah agak besar bolehkan tinggal bersamaku" tanya sarah yang masih sibuk menoel-noel pipi gembul kedua bayi itu.


"tidak boleh, mereka masih butuh asiku. kalau kau ingin bayi yang lucu, segeralah minta sama kak gio, dan jangan ditunda-tunda lagi"


"aku belum siap kalau menjadi orang tua mel"

__ADS_1


"kau fikir aku juga siap menjadi seorang ibu.? tapi kebahagian dalam berumah tangga adalah kehadiran seorang anak sar, dan aku rasa itu yang dimaukan seorang suami"


"iya kau benar mel, yang kumau juga seperti itu" ucap gio


"hih kode-kode" gumam sarah.


oe... oe... oe


tiba-tiba saja baby al menangis, dan sarah segera menggendong baby al dan memberikannya kepada melati agar segera disusui.


"nih mel, mungkin baby al haus. makanya dia nangis"


"makasih ya sar"


dengan segera melati menyusui bayinya, namun sebelumnya dia menyuruh kepada para pria untuk keluar dari dalam ruangan itu.


"hai baby tampan, apa kau sehaus ini sayang, sampai-sampai kau minum sangat banyak. apa kau tidak mau berbagi dengan adikmu.? kasihan dedek belum minum abang"


entah mengapa baby al seolah-olah mengerti dengan omongan maminya dan mulai berhenti minum dan tidur lagi dengan pulasnya.


"biar kuletakkan diboks mel" ucap sarah sembari mengambil alih baby al.


"iya sarah, jangan ditunda-tunda lagi. gio kan sudah mapan, dan kalau tante lihat gio juga sudah ingin segera memiliki momongan"


"entahlah ma, tante sarah sebenarnya juga sudah pengen. tapi nantilah sarah akan atur waktu untuk konsultasi dengan dokter"


"bawa alice kemari sar"


"ini, mau kau apakan alice.?" ucap sarah sembari menyerahkan alice kepada melati


"aku akan menyusuinya"


"tapi alice belum menangis, itu artinya dia belum haus dong"


"memang alice belum menangis, tapi semakin cepat diberi asi akan jauh baik sar"


"oh seperti itu"


setelah dirawat dirumah sakit selama lima hari, akhirnya melati sudah diperbolehkan pulang.

__ADS_1


"yey akhirnya kita sampai rumah sayang" ucap bunga kepada baby al yang berada dalam gendongannya, sedangkan baby alice digendong varo.


"yey kak mel, dan dedek bayi sudah pulang" ucap arka dengan sangat heboh.


"hust jangan keras-keras nanti adik bayinya bangun"


"maafkan arka kak varo, arka terlalu bahagia"


"apa kalau kak varo pergi bekerja, kau mau menjaga kak mel dan juga adik bayi.?" tanya varo.


"iya sudah pasti itu kak, kak varo tidak perlu khawatir. selama ada arka, semuanya beres"


"bagus, anak pintar. sekarang ayo kita tidurkan adik bayinya ditempat tidurnya"


"ayok"


mereka semua segera menuju kamar baby yang sudah disiapkan oleh melati dan varo, jauh-jauh hari sebelum sang buah hati lahir.


"tidur yang nyenyak ya anak-anak mami" ucap melati sembari menciumi pipi gembul kedua anaknya.


*******


"sayang, kamukan sudah lahiran. berarti aku boleh minta jatahkan.?"


"tidak bisa"


"kenapa tidak bisa.?"


"karna aku masih nifas sayang"


"lalu akan selesai kapan.?"


"6 minggu atau 8 minggu kedepan"


"kau pasti sedang membohongiku, iyakan?"


"tidak sayang, untuk apa aku bercanda. kalau kau tidak percaya cari saja informasi dari internet"


"ah iya ya" varo segera mencari tau tentang nifas dan berapa minggu berhentinya, dan ternyata apa yang dibilang oleh melati adalah benar, hingga akhirnya tubuh varo melemas karna harus menahan hastrat untuk beberapa minggu kedepan.

__ADS_1


dengan terpaksa varo hanya bisa tidur sambil terus memeluk erat melati, meskipun dibawah sana sudah meronta-ronta ingin segera untuk dilepaskan.


__ADS_2