Memilih Cinta !?!?

Memilih Cinta !?!?
Permulaan...


__ADS_3

Seorang gadis tengah memasukkan seragam kerja ke dalam tas punggung berwarna merah dengan sangat hati-hati dan di letakkannya di atas meja berdampingan dengan pakaian yang akan dia pakai besok menuju tempat kerjanya.


Tok... Tok. Terdengar ketukan lembut.


" Alex apa kau sudah tidur? " tanya ibu dari balik pintu.


" Belum bu, masuk saja, " sahut Alex singkat. Dia memang sudah mematikan lampu kamar dan beranjak ke tempat tidur setelah selesai mempersiapkan semua dan berniat untuk tidur, tapi dia pikir mungkin ada yang ibunya perlukan. Toh juga sebenarnya dia belum mengantuk.


" Apa semua sudah kau siapkan untuk besok?Jangan sampai ada yang ketinggalan lho, tempat kerjamu kan lumayan jauh dari rumah, dan besok itu hari paling penting. " Ternyata ibu hanya ingin memastikan persiapan anaknya yang paling bontot.


" Beres bu, semua aman. Ini kan bukan pertama kalinya aku kerja. "


Alex menggenggam tangan ibunya yang duduk di tepi tempat tidurnya." Doakan besok lancar ya bu. " tambahnya.


" Sudah pasti itu, biar Ibu bisa ngobrol sombong nanti ke tetangga dan teman-teman Ibu, " ucapan dan senyum renyah ibu membuat Alex terkikik.

__ADS_1


" Kalau memang semua beres kamu langsung tidur ya, biar besok seger bangun nya. " Setelah mengusap-usap kepala putrinya ibu beranjak keluar, mematikan lampu yang tadi dia hidupkan ketika masuk lalu menutup rapat pintu kamar.


Besok memang merupakan hari yang sangat penting untuk Alexandria Purnomo, anak bontot dan putri satu-satunya dari Fajar Purnomo dan Yulia Purnomo. Dia di terima bekerja di Restoran Black Grill, Restaurant steak terkenal, bukan hanya di negara ini tapi juga negara besar dan maju lainnya. Tidak sembarang orang bisa diterima bekerja di sana. Ada 3 tahap interview yang harus di lewati dan setelahnya mereka yang lolos masih harus mengikuti kelas pelatihan, berusaha keras agar tidak tersingkir di tengah jalan. Jadi tidak berlebihan kalau hari pertamanya kerja di Black Grill besok merupakan hari yang sangat penting, meskipun itu bukan pekerjaan pertamanya semenjak lulus kuliah. Apalagi dia di tempatkan di restaurant cabang baru yang pembukaannya juga bersamaan dengan hari pertamanya bekerja di restaurant mewah tersebut.


" Yah, Bu, aku berangkat ya. Kak Andre ayo buruan. " Alex menyeret kakaknya yang baru saja menggigit sepotong roti yang ibu letakkan di piring nya.


"Hei kalau aku mati tersedak gimana?!!. Kan masih ada 10 menit lagi, kemarin berangkatnya ga sepagi ini kok." protes Andre, tapi dia sudah berdiri mengambil tas kerjanya dengan roti menggantung di mulutnya. Bergegas menyusul adiknya setelah berpamitan pada ayah dan ibu.


" Hari ini beda kak,, bukan lagi H-2 atau 1 tapi ini hari H,, yang kemarin kan cuman persiapan dan gladi resik untuk hari ini. " Alex meninggikan suaranya karena dia sudah sampai di halaman sementara kakaknya belum juga keliatan di pintu depan.


"Kalau memang kau ingin sekali berangkat awal kenapa tidak pakai taxi saja ke stasiun nya? " tanya Andre sambil fokus mengemudi.


" Kan harus hemat kak. " Alex nyengir menatap kakaknya. Dia langsung melompat turun dari mobil kakaknya begitu sampai di stasiun. Melambaikan tangan sambil berlari meninggalkan kakaknya yang bahkan belum sempat mengatakan sepatah katapun. Baru saja mau menyemangati adik kecilnya dengan kata-kata bijak tapi mobilnya bahkan belum benar-benar berhenti penumpangnya sudah main kabur aja.


Dia itu bersemangat segitunya seperti mengejar cinta pertama saja haha. Batin Andre. Tapi siapa yang akan menyangka kalau candaan di otaknya akan benar-benar terjadi.

__ADS_1


Setelah mendapat tempat duduk di dalam kereta cepat. Dia kembali melihat isi tasnya untuk memastikan semua sudah lengkap. Berangkat dengan kereta adalah pilihan yang tepat ketimbang dengan Bus karena bisa saja ada kemacetan, tapi kalau dengan kereta sudah pasti sampai tepat waktu. Sebenernya akan lebih bagus lagi kalau naik mobil sendiri sih, tapi kan dia belum bisa beli mobil hahaha, tidak mungkin juga minta di belikan orang tuanya, mereka bukan dari keluarga kaya. Bisa melanjutkan kuliah biarpun hanya setahun saja sudah beruntung.


' Pemberhentian berikutnya Paradiso-land.' terdengar suara lembut wanita dari pengeras suara di dalam kereta.


Itulah tempat yang akan dituju Alex. Terdengar seperti tempat lain, tapi sebernarnya masih di provinsi yang sama, hanya saja seperti kota private yang khusus di bangun untuk orang yang tetap kaya meskipun buang-buang uang tiap hari. Memang kereta yang di naiki Alex berhenti di salah satu pintu masuk dari Paradiso-land, sebernarnya sengaja di bangun stasiun Pemberhentian untuk para pekerja sepertinya,. Iyalah mana mungkin pengunjung tempat ini datang naik kereta. Setelah menunjukkan tanda pengenal khusus pada petugas keamanan Alex langsung masuk mencari bus warna kuning untuk segera menuju restaurant tempatnya bekerja. Ini bukan pertama kalinya dia masuk, sudah 4 kali sih di tambah 3 hari pelatihan kemarin, tapi tetap saja dia takjub melihat betapa megahnya semua bangunan di sini, seakan-akan dia berada di luar negeri.


Bus berhenti di gedung belakang hotel yang megah bak istana, 2 orang turun dari bus. Sudah pasti mereka staff hotel


Beruntungnya mereka, gajinya pasti besar. Aku saja yg hanya pegawai restaurant mendapat gaji 3 kali lipat dari hotel tempat kerja sebelumnya. Apa nanti aku coba melamar di sini ya setelah cukup lama kerja di Black Grill. Rencana Alex sudah jauh melesat bahkan di hari pertamanya bekerja.


Bus kuning yang dia naiki memang hanya mengitari area belakang semua gedung di wilayah Paradiso-land, agar staff yang masuk dan pulang kerja tidak mengganggu pemandangan tampak depan yang megah dan menawan. Kalau di pikir-pikir betapa besar dan menyedihkannya perbedaan yang terjadi diantara 2 jenis golongan manuasia di tempat ini. Tapi Itulah kenyataannya.


Akhirnya Alex sampai di restaurant bergaya vintage mewah, pintu belakangnya saja sebesar pintu hotel besar di luar sana, kebayang seberapa megah tampak depannya.


Ternyata yang berinisiatif datang awal bukan hanya dirinya saja, tapi untungnya dia juga bukan yang datang terakhir. Bukannya bermaksud menjilat atau sok rajin, begitu sampai Alex langsung berganti baju dan bekerja dengan giat, karena dia benar-benar ingin bertahan di tempat ini. Tapi siapa sangka itu tidak semudah hanya dengan bekerja keras dan sungguh-sungguh.

__ADS_1


__ADS_2