
" Aku ingin kalian berusaha sekeras mungkin untuk tidak melakukan kesalahan. Anggap lah restaurant ini milik kalian, jadi mari tunjukkan kalau kita yang terbaik. " Bu Madeline manager Black Grill memberi kata-kata semangat.
"Sekarang semua kembali ke tempat masing-masing. Ingat jangan terlalu memaksakan diri, kalau memang perlu bantuan saya dan Pak Radit akan siap membantu, jangan takut, " tambahnya sebelum menghilang masuk ke ruang kantornya di ikuti Pak Radit asisten manager kami.
Pintu Black Grill di buka dan tak perlu me nunggu lama, para undangan berdatangan dan semua menjadi sibuk.
Para orang berduit tidak bertanya banyak, mereka datang menikmati makanan dengan santai dan tidak terlalu menyusahkan kami para pramusaji. Yang lumayan merepotkan adalah para wartawan, karena mereka di undang untuk menulis artikel tenang restaurant kami untuk advertising tentunya, jadi mereka perlu mencari hal untuk di jadikan bahan tulisan.
" Alex aku padamuuuuu. " Nayla mencubit pelan lengan Alex.
" Kenapa dia duduk di mejamu, padahal kan aku pengen banget liat dia dari dekat, "
" Apa sih,, ngomongin siapa woii. " Alex sedikit terkejut tak menyangka dia akan mendapat cubitan. Untung dia tidak lupa dengan permintaan khusus salah satu tamunya mengenai makanan yang dia pesan.
" Itu si Prince,, dia tuh idolaku, aku suka dia dari dia awal-awal main film, dari masih belum terkenal sampai sekarang dia jadi aktor kebanggaan seluruh masyarakat, " ucap Nayla lebay.
" Pak ini pesanan meja 7 ya, katanya jangan kasi oyster sauce. " Alex menyerahkan kertas order ke salah satu staff koki, kemudian melihat apa pesanannya yang sebelumnya sudah siap.
" Ya sudah sih ntar mampir aja ke mejaku kalo mau liat dari dekat."
__ADS_1
" Kau sudah malas bekerja bersamaku ya,, seenaknya suruh mampir, mau aku dipindahkan atau sekalian di pecat ya." gerutu Naila becanda.
Alex dan Naila merupakan staff paling bontot yang baru bergabung. Selain mereka berdua ada satu cowok juga, namanya Bimo, nah mereka bertiga ini berasal dari kelas pelatihan yang sama, sementara staff lain merupakan senior pindahan dari cabang restaurant tempat lain. Itulah mengapa dua bocah ini langsung akrab, karena memang mereka senasib.
" Meja kamu yang di ujung dekat bar kan?. Ya deh nanti aku coba tawarin pangeranmu buat liat-liat bar, jadi kamu bisa liat dia dengan jarak pandang yang lebih dekat, siapa tau mata kalian bertemu dan benih-benih cinta terjadi. Terus kalian menikah dan kamu berenti kerja di sini, ninggalin aku sama Bimo, " lantur Alex kemana-mana.
Ingin sekali Nayla menendang kaki temannya, karena tangannya sibuk membawa piring yang berisikan makanan mahal yang akan dia hidangkan. Akan tetapi dia tak bisa merealisasikan keinginannya lantaran mereka sudah sampai kembali ke tempat para tamu menikmati makanan mereka.
Alhasil Nayla hanya memicingkan mata dan mengerutkan alisnya menatap Alex tajam seakan berkata 'tunggu nanti pembalasanku', kemudian berlalu menuju mejanya yang berlawanan arah dengan meja Alex.
Alex berusaha menahan senyum gelinya melihat tatapan setajam silet Nayla. Bu Madeline ingin semua staff nya bersikap professional, tapi bukan berarti kami tidak boleh becanda, selama itu tidak di lihat para tamu kami bebas becanda atupun bergossip asalkan pekerjaan beres dan di depan tamu kami professional. Tapi jangan salah, bukan berarti beliau orang yang lunak, kalau kami sudah melakukan kesalahan dia akan berubah menjadi harimau kelaparan yang siap menerkammu.
" Memuaskan seperti biasanya,, Black Grill memang selalu memiliki standard yang sama dimanapun saya mencobanya."
Iya Iya tentu saja untuk orang seterkenal kau pastinya ini bukan pertama kalinya menikmati steak mahal Black Grill yang mendunia. Alex bergumam dalam hati.
" Bagaimana kalau anda mencoba minuman di Bar kami, Kami memiliki beberapa menu baru yang tidak ada di cabang Black Grill lainnya. Saya bisa memesankannya atau anda bisa menikmatinya di bar kami. " Ternyata Alex benar-benar melakukan apa yang tadi dia katakan kepada Naila.
" Ide bagus, sepertinya aku bisa lebih bersantai menikmati minumanku di Bar. Bisa tolong bill nya. "
__ADS_1
" Jika and mau anda bisa melakukan pembayaran nanti di Bar, atau pembayaran terpisah juga tidak apa-apa Tuan. "
" Terpisah saja aku ingin memberimu tips karena pelayanmu yang baik. "
" Kalau begitu saya akan segera menyiapkan bill untuk anda Tuan. " Alex kemudian berlalu menuju kasir sambil tersenyum simpul karena dia mendapatkan tips lagi.
Tidak sabar rasanya pekerjaan hari ini berakhir karena dia ingin mengejek Nayla. Di lihatnya tadi dari kejauhan betapa salah tingkahnya Naila ketika pangeran berkudanya berada di Bar.
Tamu undangan tak henti-hentinya berdatangan karena memang banyak sekali orang-orang penting dan terkenal yang di undang. Hampir copot rasanya kaki ini karena terlalu lama berdiri dan bolak-balik dapur - restaurant.
" Alex sejam lagi jam kerjamu selesai kan?. " tanya Madeline ketika Alex ke dapur untuk menaruh piring kotor.
"Kamu tolong stand by di depan ya tawarkan tester ke orang-orang. Kan meja mu sudah di ambil alih Dion." lanjutnya tanpa menunggu Alex menjawab pertanyaannya tadi.
Hah?!?! Apa aku tak Salah dengar. Menawarkan tester hidangan,dia tau kan orang-orang seperti apa yang datang kesini, mana sudi mereka makan tester. Kalaupun mereka ingin mencoba pasti mereka akan memesan satu hidangan lengkap, biarpun yang akan dimakan seiris tipis. Tidak tahu apa kalau gengsi orang kaya itu lebih kokoh dari baja anti peluru mobil presiden. Alex protes dalam hatinya.
***Pengumuman ***
Terima kasih banyak atas saran yang sudah di berikan oleh kalian semua, Thor sangat2 menghargainya dan akan mencoba untuk memperbaiki kekurangan yang ada.
__ADS_1
Jangan kapok atau sungkan kasi saran ya. Thor malah seneng banget, jadi ada ilmu baru yang di dapat.