Memilih Cinta !?!?

Memilih Cinta !?!?
Tuan pemabuk...


__ADS_3

Satu jam lagi Alex sudah harus berangkat kuliah sedangkan tamu asingnya semalam belum juga bangun. Di tusuknya onggokan selimut di sofa dengan gagang sapu. Sudah 3 kali Alex mencoba, tapi onggokan selimut di depannya tidak bergerak sama sekali, akhirnya dia mencoba lagi dan kali ini dia menghujamkan ujung gagang sapu dengan keras.


"Aaaaaoooggghhh!!!" Seorang pemuda dengan wajah kusut dan rambut berantakan terlihat dari balik selimut.


"Maaf, aku tidak bermaksud, tapi aku harus segera kuliah jadi kau harus pergi sekarang," ucap Alex masih mengacungkan sapunya.


"Siapa kau seenaknya mengusir ku!"


"Hhmmm, aku pemilik apartemen tempatmu tidur semalaman, dan bersikap sopanlah sedikit pada orang yang telah menampungmu ini, karena tanpa ku mungkin kau tergeletak di tengah jalan. Setidaknya kalau kau tidak mau bersikap baik paling tidak berhenti merepotkan orang lain. Aku tidak ingin telat ke kampus hanya karena menunggu orang tidur," omel Alex habis kesabaran.


" Maaf aku pikir aku ada di apartemen ku, " ucap pria di depan Alex berusaha mengembalikan kesadarannya.


"Tidak apa, orang mabuk memang selalu begitu. Kalau kau mau ikut sarapan cepat bangun, toilet ada di kamar. Bus yang aku tumpangi tiba 40 menit lagi," jelas Alex.


Pria berambut coklat bangun dari sofa dan segera menuju kamar mandi, sementara Alex melipat selimutnya dan menaruh bantal kembali ke tempat tidurnya. Kedua orang yang saling tidak mengenal itu lalu duduk di meja dapur untuk menikmati semangkuk soup jamur hangat dan beberapa buah roti.


"Namaku Benjamin, kau bisa memanggilku Ben, terima kasih sudah menolongku semalam. Jarang sekali ada orang yang mau menampung orang asing di sini apalagi kau itu perempuan."


Sepertinya Ben sama sekali tidak ingat jika dia pernah bertemu Alex sebelumnya. Alex jadi merasa kesal karena hanya dirinya yang mengingat pertemuan mereka berdua.


" Mungkin kau tidak ingat, tapi kita sudah pernah bertemu sebelumnya," jelas Alex kemudian menceritakan pertemuan mereka di Restoran China, di kampus, dan terakhir di Bar semalam.


Ben tertawa mendengar penjelasan Alex yang sepertinya sangat kesal dengan setiap pertemuan mereka.


" Maaf aku sebenarnya tidak semenyebalkan itu, ada sedikit masalah yang sedang aku hadapi dan itu terkadang merusak suasana hatiku," jelas Ben.


"Berikan nomer ponsel mu, agar nanti aku bisa membalas budi dan membayar kesalahanku padamu," lanjut Ben seraya menyerahkan ponsel nya pada Alex.


"Tidak usah balas budi, tapi cobalah untuk tidak melampiaskan masalah dengan alkohol," nasehat Alex sambil menyimpan nomer nya di ponsel Ben.


"Baru kali ini kok, dan nggak bakal lagi, karena kamu nggak ngasi."


"Udah cepetan makan, aku nggak mau telat ke kampus," perintah Alex.


"Tenang aja biar aku antar sebagai ucapan terima kasih," ucap Ben enteng.


"Kamu kalau mabuk nggak ingat apa-apa ya, aku nggak tahu kamu parkir mobil dimana, yang jelas dari Bar kita kesini naik taxi," jelas Alex.


Ben menepuk jidatnya, baru sadar akan kebodohannya.


*******


Hari ini jadwal kampus Alex sangat padat, dari pagi sampai sore. Memang dirinya sengaja memasukkan jadwal hari Jumat ke hari lain supaya dia tidak ada kelas hari Jumat, jadi hari liburnya yang awalnya hanya dua hari menjadi tiga hari.


"Amel, aku nggak salah lihat, kan? Tumben nggak bolos kuliah sore," sindir Alex bergurau.

__ADS_1


"Yang namanya cinta itu perlu perngorbanan tahu," sahut Amel.


"Pasti ini gara-gara si asisten dosen kemarin, kan?" tebak Alex yang di jawab anggukan antusias oleh Amel.


"Baguslah kalau begitu, jadi kamu bakal jarang bolos," lanjut Alex lagi.


"Pokoknya demi cinta apapun akan aku lakukan! Eh Lex kamu juga ada kuliah sampai sore, kan? Pulang nanti shopping yuk, aku perlu baju baru nih," ajak Amel.


"Enggak bisa, aku sudah janji mau ke perpustakaan umum dengan Ryan." Alex menolak ajakan Amel.


"Kalian itu sebenarnya pacaran nggak sih, kemana-mana selalu berdua," cibir Amel.


Alex tersenyum mendengar cibiran Amel dan berkata, "Pacaran atau nggak, sudah bukan urusanmu lagi kan, berhubung kamu sudah menemukan target baru,"


"Tapi kalau Ryan tiba-tiba naksir aku, ya aku bakal pilih dia lah dari pada asisten dosenku yang belum tentu aku dapetin," sahut Amel mantap.


Entah kenapa Alex tidak suka mendengar ucapan Amel. Baginya Ryan adalah orang yang penting sedangkan bagi Amel Ryan hanyalah salah satu mangsa yang ingin dia tangkap untuk kemudian di buang begitu saja jika ada mangsa baru.


" Sudah ya, aku masuk kelas dulu," ujar Alex menghindar, karena jika tidak maka obrolan mereka akan menjadi tidak terlalu menyenangkan.


"Iya, kalian nanti di sana aja sampai puas, soalnya bulan depan gedung perpustakaan itu akan berubah jadi restoran steak yang terkenal itu lho, apa ya namanya..." alis Amel mengkerut berusaha mengingat, kemudian dia tersenyum dan berkata, "Black Grill"


Alex yang tadinya hendak beranjak dari tempat duduknya tiba-tiba terdiam membeku. Tadinya dia berpikir kalau Chris akan membangun gedung dari awal, jadi masih akan makan waktu lama sampai Black Grill benar-benar ada di kota ini.


"Lex, kenapa bengong? Segitunya ya kamu suka sama perpustakaan umum?" tanya Amel yang tidak mengerti alasan sebenarnya.


Sepanjang kelas terakhirnya Alex tidak bisa fokus. Pikirannya berada jauh entah di mana. Sepulang kuliah dia langsung pergi ke perpustakaan umum dengan Ryan sesuai rencana. Sesampai di sana Alex melihat pengumuman di depan pintu yang isinya adalah Perpustakaan tersebut akan tutup bulan depan dan buku-buku di sana akan di sumbangkan ke kampus-kampus yang terdapat di dalam kota. Melihat pengumuman itu Alex kemudian memberi tahu Ryan tentang berita yang di sampaikan Amel tadi.


"Bagus kan, paling tidak letaknya tidak terlalu dekat dengan tempat kita ataupun kampus kamu. Berhentilah khawatir berlebihan Lex," ucap Ryan menyenangkan.


Mereka berdua lalu melanjutkan apa yang menjadi tujuan awal mereka mengunjungi tempat tersebut, yaitu membuat tugas. Sayang sekali jika tempat ini tutup, karena koleksi bukunya jauh lebih lengkap dari pada perpustakaan di kampus. Suasananya juga lebih tenang dan sepi berbeda dengan perpustakaan kampus yang sering di penuhi mahasiswa yang bolos mata kuliah untuk numpang tidur.


Saat pulang Ryan menuju meja penjaga karena ada beberapa buku yang akan dia pinjam untuk di bawa pulang.


"Lho kamu kemarin bilang mau pinjam novel, kan?" tanya Ryan pada Alex.


"Enggak jadi deh, kayaknya ini hari terakhir aku bakal kesini," jawab Alex.


"Udah sana kamu ambil novel mana yang mau di pinjam, pakai kartu ku saja. Biar nanti aku sendiri yang kesini mengembalikan." Ryan menawarkan bantuan.


Mata Alex langsung bersinar bahagia. Memang ada beberapa novel yang sangat ingin di bacanya. Segera dia bergegas mengambil 3 buah novel romantis dari rak nya dan menyerahkannya pada Ryan.


" Nih, nanti kalau mau pinjam yang lain bilang saja. Berhubung cuman tinggal sebulan lagi kita puas-puasin pinjam bukunya." Ryan menyerahkan novel pada Alex setelah di catat oleh penjaga perpustakaan.


Sebelum pulang mereka mampir dulu untuk makan pizza sebagai menu makan malam mereka.

__ADS_1


Alex langsung melemparkan dirinya ke sofa begitu sampai di apartemen. Hari ini dia tidak ada kerja sambilan jadi dia bisa bermalas-malasan semalaman karena dirinya sudah menyelesaikan semua tugasnya di perpustakaan tadi dengan Ryan.


Saat tengah asik membaca novel, ponselnya berdering. Nama 'Ben' tertera di layar ponsel.


"Ada apa, apa kau melupakan sesuatu di apartemen ku?" Alex manjawab panggilan telfon dari Ben dengan sebuah pertanyaan.


"Halo, selamat malam, nggak ada basa-basi begitu dulu kek," sindir Ben.


"Halo selamat malam Tuan pemabuk, ada yang bisa saya bantu," ucap Alex membalas sindiran Ben.


"Ha.. Ha.. Ha...." Ben tertawa di buat-buat.


"Aku ingin mengajak mu makan di luar sebagai ucapan terima kasih telah menolongku."


"Nggak usah, aku baru saja selesai makan."


"Ayolah ijinkan aku membalas budi," paksa Ben.


"Balas budi kok maksa."


"Oke bagaimana kalau kita nonton di bioskop. Bukannya ada film romantis yang premiere malam ini, apa sih itu judulnya.."


"Mencari Cinta!" sahut Alex bersemangat. Dirinya memang ingin menonton film yang di angka dari salah satu novel kesukaannya.


"Jadi mau, kan?" tanya Ben memastikan.


"Aku jemput 30 menit ya, jam tayang selanjutnya satu jam lagi,tidak usah dandan terlalu lama, kamu nggak dandan juga sudah cantik" lanjut Ben langsung mematikan ponsel.


Akhirnya tersampaikan juga keinginan Alex menonton. Sebenarnya tanpa di traktir, Alex bisa menonton dengan uangnya sendiri, cuman dia belum ada teman untuk pergi menonton bersama, dan menonton sendiri itu tidak asik.


"Terima kasih sudah menemaniku ya," ucap Ben setelah mengantar Alex pulang.


"Aku yang di traktir kenapa kamu yang bilang terima kasih," sahut Alex.


"Kalau begitu berarti boleh lain kali aku traktir lagi ya."


"Jelas boleh lah, yang namanya rejeki tidak boleh di tolak," ujar Alex santai.


"Kalau begitu bagaimana jika sabtu ini kita pergi memancing ke danau bersama beberapa teman-teman satu jurusanku."


"Mancing? Mau aku mau," ucap Alex senang. Dirinya belum pernah pergi memancing dan ingin sekali merasakan bagaimana rasanya pergi memancing apalagi ramai-ramai.


******Pengumuman * * **


Halo semua, mulai hari ini Thor ingin mencoba update 2 kali sehari untuk bisa lolos persyaratan promosi. Habis Thor pengen banget ada banyak orang yang baca novel pertama Thor ini biar lebih semangat.

__ADS_1


Minta Doa Restunya ya (Kaya mau nikah aja) 😂😂


__ADS_2